Sambut Hari Santri 2018, Kemenag Gelar CFD Bershalawat Bareng Nissa Sabyan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

ARRAHMAH.CO.ID – Sambut Hari Santri Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) gelar Car Free Day (CFD) bershalawat bersama Nissa Sabyan, Minggu, (12/08/18).

CFD bershalawat ini digelar di depan kantor Kementerian Agama (Litbang), Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

Dari CFD bershalawat ini Kemenag coba menunjukkan bahwa Hari Santri tidak hanya milik kalangan pesantren, tetapi juga milik masyarakat luas. Hal ini tak lepas dari pesan para santri yang terus konsisten merebut, menjaga, dan merawat kemerdekaan Indonesia. Sejak dulu Kiai telah mengajarkan pada diri santri bahwa cinta tanah air sebagian dari Iman.

Selain itu, pihak panitia ingin menyebarluaskan tema Hari Santri 2018 yang bertajuk “Bersama Santri, Damailah Negeri.”

Isu perdamaian diangkat sebagai respon kondisi bangsa yang sedang menghadapi berbagai persoalan, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, propaganda kekerasan, hingga terorisme.

Hal ini senada dengan semangat perdamaian sebagaimana kandungan lagu- lagu yang dipopulerkan oleh Nissa Sabyan.

Hari Santri CFD Bareng Nissa Sabyan -
Hari Santri CFD Bareng Nissa Sabyan, Minggu, (12/08/18), di Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat

Hari Santri tahun ini merupakan momentum untuk mempertegas peran santri sebagai‘pionir perdamaian’ yang berorientasi pada spirit moderasi Islam di Indonesia.

Dengan karakter kalangan pesantren yang moderat, toleran, dan komitmen cinta tanah air, diharapkan para santri semakin vokal untuk menyuarakan dan terus memberi teladan hidup damai. Diharap juga para santri berperan serta menekan lahirnya konflik di tengah-tengah keragaman masyarakat.

Sedangkan untuk peserta CFD Bershalawat ini terbuka bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi menyemarakkan rangkaian kegiatan HariSantri2018.

Beberapa pesantren yang ada di Jakarta dan sekitarnya tak luput diundang untukh hadir memeriahkan gaung hari yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Keppres. No. 22 tahun 2015 silam.

Supaya lebih nampak identitas kesantriannya, secara khusus panitia mengajak masyarakat (laki-laki) untuk memakai sarung dan peci hitam,sebagai wujud ciri khas kaum santri yang kiniperlahan-lahan menjadi identitas muslim Indonesia secara luas. (Ibn Yaqzan)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...