Deklarasi Islam Santun Dan Toleran Bersama Siswa Madrasah Aliyah Digelar Di Solor Raya

0 371

ARRAHMAH.CO.ID – Direktorat Kurikulum,Sarana dan Prasarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI bekerjasama dengan Pusat Kajian dan Pengembangan Pesantren Nusantara (PKPPN) IAIN Surakarta mengadakan workshop Literasi Islam Santun dan Toleran.

Peserta berasal dari siswa-siswi Madrasah Aliyah se-Solo Raya yang diundang dan merupakan perwakilan dari MA MAN Se-Solo. Di antara beberapa yang diundang adalah MAN 2 Surakarta, MA Nurul Islam Boyolali, MA Alpansa Klaten, MA Jamsaren, MAN I Boyolali, MAN 2 Klaten, MAN Sukoharjo dan yang lainnya. Acara ini digelar tanggal 10-11 Agustus 2018.

Acara ini dibuka oleh Dr. H. Abdul Matin bin Salman, Lc. Selaku wakil Rektor 1 IAIN Surakarta, beliau menyampaikan dukungannya terhadap acara ini dan menyampaikan bahwa sudah memang saatnya siswa dibekali dengan semangat literasi untuk menyongsong generasi masa depan Indonesia yang hebat.

Pada sesi malam, kegiatan ini dihadiri oleh Dr. H. A. Umar selaku Direktur Kurikulum, Sarana dan Pra-sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah-Kemenag RI. Beliau menjadi keynote speaker dalam acara ini. Beliau banyak menyampaikan motivasi di dalam orasinya. Menurutnya, setiap siswa itu harus memiliki cita-cita yang tinggi serta mengusahakan apa yang dicita-citakannya. Beliau menyampaikan kalimat bijak, “Orang sukses akan selalu mencari solusi dan jalan keluar, sedangkan orang gagal akan selalu mencari alasan.”

Menurut M. Zainal Anwar, Dosen dan Direktur Pusat Kajian dan Pengembangan Pesantren Nusantara IAIN Surakarta menjelaskan bahwa tujuan acara ini adalah mempromosikan Islam Santun dan Toleran dengan cara membekali siswa madrasah dengan kemampuan menulis. Setelah acara ini, diharapkan para siswa menjadi siswa yang mengkampanyekan Islam santun di madrasah masing-masing dengan menyebarluaskan Islam santun melalui tulisan.

Acara ini dilaksanakan selama dua hari dan mengambil tema, “Siswa Santun, Madrasah Hebat.” Menurut Nur Kafid, Dosen dan Wakil Direktur PKPPN IAIN Surakarta, acara ini menekankan agar siswa madrasah memiliki keterampilan menulis esai dan artikel seperti menggali ide dalam menulis esai, menemukan fokus dalam tulisan, memproduksi tulisan untuk melawan gerakan intoleran dan tema lainnya. “Pada akhir acara, semua tulisan ini kami rencanakan menjadi buku,” ujarnya.

Workshop ini menghadirkan tim ahli di bidang literasi, salah satunya adalah Khairul Anam, praktisi media asal Jakarta. Dihadirkan pula dalam workshop ini tim ahli dari ‘Bilik Literasi’—penggiat literasi di Solo—yang secara intensif mendampingi peserta workshop ini selama dua hari.

Dr. H. A. Umar menyatakan bahwa kegiatan semacam ini harus terus dilanjutkan untuk menciptakan suasana belajar yang kreatif serta membekali siswa-siswi madrasah dengan keterampilan literasi khususnya di media sosial dan media massa.

Di akhir sesi, Dr. H. A. Umar membacakan deklarasi ‘Siswa Madrasah sebagai Duta Islam Santun’ yang dikuti oleh semua peserta workshop. Berikut lima poin deklarasi yang dibacakan: 1) menolak penggunaan agama sebagai sumber ujaran kebencian, 2) menebarkan Islam santun di masyarakat dan media sosial, 3) merawat perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, 4) memupuk kerukunan demi terwujudnya persaudaraan antar sesama, 5) menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...