Membaca Yasin pada Malam Jum’at

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

ARRAHMAH.CO.ID – Keterangan mengenai membaca Yasin pada malam Jum’at ini diambil dari Ar-Ruh karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.

Pertama, dasar membaca AL-Qur’an bagi mayit. Ibnu Qayyim menyebutkan beberapa dasar:

1. Merujuk keterangan dalam kitab Al-Jami’, bab Membaca Al-Qur’an di samping kuburan, diriwayatkan dari Al-‘Ala bin Al-Jalaj dari bapaknya berkata, “Ayah saya berwasiat, ‘Jika saya mati maka letakkan saya di liang lahat sambil mengatakan, ‘Bismillah wa ‘ala Sunnati Rasulillah.’ Kemudian kuburlah aku dengan tanah, lalu bacalah di atas kepalaku awal surat Al-Baqarah karena saya mendengar Ibnu Umar berkata demikian’.

2. Al-Khalal juga meriwayatkan dari Asy-Sya’bi bahwa ia berkata, “Dahulu ketika ada salah seorang sahabat Anshar meninggal, maka orang-orang akan bolak-balik ke kuburannya membacakan Al-Qur’an”.

3. Imam An-Nasai meriwayatkan dari Ma’kul bin Yasar dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda, “Bacakanlah surat Yasin kepada orang-orang mati di antara kalian.

4. Al-Hasan bin Shabbah Az-Za’farani berkata, “Saya bertanya kepada Imam Syafi’i tentenag membaca AL-Qur’an di atas kuburan, maka beliau menjawab, “Tidak apa-apa”.

Inilah beberapa dasar tentang kebolehan membaca Al-Qur’an untuk mayit. Di sini sesungguhnya tidak membatasi Yasin, tetapi boleh surat lain, di antaranya Al-Mulk, Al-Ikhlas, Al-Mu’awidzatain, atau awal dan akhir Al-Baqarah dst. Inilah yang prakteknya bisa dengan Yasinan atau Tahlilan, yang sudah dicontohkan oleh ulama

Mengapa malam Jum’at?

Yang pasti Jum’at itu sayyidul ayyam, panglima hari-hari, dan di dalamnya banyak keistimewaan. Di antaranya adalah:

– Diriwayatkan dari Adh-Dhahak, ia berkata: “Barangsiapa menziarahi kubur pada hari Sabtu sebelum matahari terbit, maka mayit mengetahui kunjungan mereka.” Lantas ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi?” Ad-Dhahak menjawab, “Karena keagungan hari Jum’at”.

– Diriwayatkan dari Hasan Al-Qashab, ia berkata, “Setiap hari Sabtu (waktu pagi) saya pergi bersama Muhmmad bin Wasi’ menuju pemakaman, lalu kami berdiri di sisi kuburan dan mengucapkan salam serta mendoakan mereka, setelah itu kami pulang. Suatu ketika saya bertanya, “Bagaimana kalau kebiasaan seperti ini kita ubah hari Senin saja?” Muhammad bin Wasi’ lantas menjawab, “Telah sampai kabar kepadaku bahwa mayit mengetahui ziarah orang-orang hidup pada hari Jum’at, begitu juga satu hari sebelumnya dan satu hari setelahnya.”

Meski demikian, ini sekedar menyampaikan keistimewaan hari Jum’at. Artinya, untuk membaca Al-Qur’an bagi mayit bisa di hari kapan saja dan tidak harus hari Jum’at. Di sisi lain, tidak ada keterangan yang sahih terkait mayit datang tiap malam Jum’at ke rumah keluarga yang hidup untuk didoakan.

Ruh mayit berkunjung kepada keluarga atau teman yang masih hidup, biasanya adalah melalui mimpi. Karena saat tidur ruh (ruhul yaqdhah) seseorang sesungguhnya lepas dari jasadnya, sehingga dimungkinkan bertemu dengan ruh mayit yang mendapat kenikmatan Allah untuk bisa silaturahim.

Perlu dipahami bahwa ruh mayit ada dua, yaitu ruh yang mendapat siksa. Ini dia tidak bisa ke mana-mana. Sedangkan ruh orang yang mendapatkan nikmat Allah, dia diberi keleluasaan untuk silaturahim dengan ruh mayit yang lain, atau ruh orang yang masih hidup melalui mimpinya.

Bimbingan Fikih Bersama Ustadz Fathuri Ahza Mumtaza

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...