Hukum Mentalqin Mayit, Duduk Diatas Kuburan, Ziarah Kubur dan Memotong Tumbuhan Diatas Kuburan

0 380

Mentalqin Mayit

Disunnahkan mentalqin mayit setelah dikuburkan. Hal ini didasarkan hadits riwayat Thabrani (Al-Iqna, hal. 303).

Hadist ini juga diperkuat riwayat lain, sebagaimana disebutkan Ibnu Hajar, “diriwayatkan dari Dlamrah bin Habib, salah seorang Tabi’in berkata, “Mereka (Sahabat dan Tabi’in) tatkala tanah kubur mayit telah diratakan dan sebelum orang-orang meninggalkannya, gemar mengucapkan di dekat kuburnya: “Wahai fulan, katakan Tiada Tuhan Selain Allah 3 kali, wahai Fulan katakan, Allah Tuhanku, Islam Agamaku, dan Muhammad Nabiku (HR Said bin Manshur)

Bolehkah berjalan di atas kubur?

Madzhab Syafii dan Hambali sepakat bahwa berjalan, duduk dan tidur di atas kubur hukumnya makruh. Sedangkan Hanafi sedikit merinci bahwa duduk di atas kubur hukumnya makruh tanzih, sedangkan tidur di atasnya adalah makruh tahrim. Sedangkan bagi madzhab Maliki tidur dan duduk di atas kubur dibolehkan.

Berbeda dengan kencing dan BAB di atasnya, maka seluruh ulama sepakat bahwa hukumnya haram. (AL-Fiqh ‘ala Madzahib Al-Arba’ah, juz 1, hal 410)

Ziarah Kubur

Ziarah kubur sangat dianjurkan sebagai sarana mengambil pelajaran. Sebagaimana dalam sabda Nabi, “Dulu aku melarang ziarah kubur, (sekarang) maka berziarahlah.” Bahkan untuk hari Jum’at lebih dianjurkan lagi. Demikian pula sehari sebelumnya, yaitu hari Kamis. Atau sehari setelahnya, yaitu Sabtu.

Bagi peziarah dianjurkan untuk banyak membaca Al-Qur’an, berdoa, dan mengambil pelajaran dari yang sudah mati. Saat memasuki kuburan uluk salam, dengan mengucapkan, ‘Assalamu ‘alaikum dara qaumi mu’minin. Wa innaa insyaallahu bikum laahiqun”. (Al-Fiqh ‘ala al –Madzahib Al-Arba’ah, juz 1, hal. 418)

Kesunnahan ini bukan hanya berlaku bagi lak-laki, bagi perempuan pun sama. Selama tidak menimbulkan fitnah. Meskipun madzhab Syafii dan Hambali menghukuminya sebagai makruh.

Di antara semua qubur, maka yang paling utama diziarahi adalah makam Rasulullah SAW.

Dan ingat, dalam qubur jangan melakukan tindakan-tindakan yang di luar ketentuan syariat. Minta kepada mayit di kubur, berputar-putar mengelilinginya dengan maksud tertentu dan lain sebagainya

Memotong tumbuhan diatas kubur

Ulama menghukumi memotong tumbuhan yang basah dan rumput di atas kubur sebagai makruh, bukan yang kering. Alasannya adalah tumbuhan yang basah itu akan bertasbih kepada Allah, maka akan membuat senang si mayit dan menyebabkan turunnya rahmat Allah. Hal ini ittiba’ dengan apa yang dilakukan Rasulullah saat menanam pelepah kurma di sebuah kuburan yang mayitnya sedang disiksa. (Radd Al-Mukhtar, juz 6, hal. 412)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...