Beranda News Kuper Banget! Mahasiswa UIN Riau Demo Rektor Gara-gara Lagu Cinta Tanah Air...

Kuper Banget! Mahasiswa UIN Riau Demo Rektor Gara-gara Lagu Cinta Tanah Air ‘Ya Lal Wathon’ Diputar Di PBAK, Dibilang Itu Mars NU

37
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID – Pengenalan budaya akademik mahasiswa dan mahasiswi baru Universitas Islam Negeri (UIN), berakhir ricuh, Jum’at (27/7) pagi.

Sejumlah mahasiswa terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan yang ada di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Kampus Panam.

Kericuhan terjadi saat sejumlah mahasiswa ingin menerobos masuk ke dalam ruangan tempat berlangsungnya kegiatan PBAK.

Namun sekelompok mahasiswa ini dihalangi oleh petugas Menwa dan petugas keamanan Kampus.

Aksi saling dorong pun tak terhindarkan.

Hosting Unlimited Indonesia

Sejumlah mahasiswa meringsek masuk ke dalam ruangan.

Di saat bersamaan Rektor UIN Suska Riau sedang memberikan arahan kepada mahasiswa baru di dalam ruangan tersebut.

Pemandangan ini sontak membuat mahasiswa baru yang menenuhi ruang PKM terkejut.

Sebab baru pertama masuk kuliah mereka disuguhkan dengan pemandangan yang tidak pantas.

Namun para mahasiswa baru hanya bisa menyaksikan keributan ini dari tempat duduknya masing-masing.

Kemarahan sejumlah mahasiswa itu dipicu tindakan rektor UIN Suska Riau yang membawakan lagu ya Lal Wathon di hadapan mahasiswa baru. Lagu Ya Lal Wathon memang kerap dipakai oleh kaum Nahdliyin untuk menggelorakan Cinta Tanah Air dan bukan lagu resmi Nahdlatul Ulama (NU).

Oleh karena itu menurut Yudi Ketua BEM UIN Suska Riau, rektor yang baru dilantik beberapa minggu lalu itu terlihat semena-mena dan mengintervensi independen kampus.

“Yang kami sesalkan juga, kenapa Pak Rektor membawakan lagu ormas masuk kampus,” kata , Jumat (27/7/2018).

Selain itu mahasiswa juga menuding Rektor bersikap semena-mana.

Mahasiswa memberikan contoh tindakan semena-mena tersebut seperti membatalkan acara secara sepihak.

“Kalau Pak Rektor tidak ingin ada kegiatan yang dikelola mahasiswa, kita siap untuk menarik diri. Tapi kalau ada mahasiswa yang disenggol kita akan lakukan perlawanan,” katanya.

Sementara kericuhan di PKM terjadi saat sejumlah mahasiwa meminta pengurus BEM dikeluarkan dari dalam ruangan acara.

Namun saat tiba di depan pintu masuk PKM, sekelompok mahasiswa yang melakukan protes ini ditahan oleh pihak keamanan.

“Pak Rektor kami beri waktu sepuluh menit untuk mengeluarkan pengurus BEM dari salam ruangan. Tapi Pak Rektor tidak mau,” kata Yudi.

Tidakan tersebut ternyata membuat sejumlah mahasiswa tersulut emosinya dan menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung PKM dan berlanjut ke gedung Rektorat.

Menurut keterangan Yudi, tahun sebelumnya kegiatan PBAK lebih banyak melibatkan mahasiswa.

Namun tahun ini kegiatan lebih banyak diambial alih oleh pihak rektorat.

“Dulu kegiatan PBAK itu yang men-set kegiatan semua mahasiswa, tahun ini sangat berbeda, mahasiswa kurang dilibatkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi resmi dari pihak rektorat kampus.

Rektor UIN Suska Riau, Prof Mujahidin saat dikonfirmasi melalui sambungan nomor telepon genggamnya belum menjawab teleponya. (Tribunnews/Iqbal)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.