Tanggal 28 Juli Akan Terjadi Gerhana Bulan Terlama Sepanjang Sejarah, Ini Cara Shalatnya

0 502

ARRAHMAH.CO.ID – Gerhana bulan, 28 Juli 2018 akan menjadi peristiwa spesial sepanjang abad ini.  Fenomena itu secara utuh dan sebagian bisa disaksikan dari seluruh penjuru Indonesia.

Gerhana bulan terlama ini termasuk fenomena langit langka. Gerhana berikutnya baru akan terulang lagi tahun 2123.

“Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit,” kata Marufin Sudibyo, serorang astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (06/07/2018).

Gerhana ini menjadi yang terlama karena posisi bulan. Pada 28 Juli 2018 mendatang, bulan akan berada di titik apogee atau titik terjauh dari Bumi.

“Pada saat puncak gerhana, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan sebesar 406.100 kilometer,” kata Marufin.

“(Hal ini membuat) gerak relatif Bulan terhadap Bumi adalah yang terpelan dibandingkan purnama-purnama sebelumnya,” jelas Marufin.

Warna Biru

Selain punya durasi yang lama, gerhana kali ini menjadi istimewa karena sapuan warna biru di paras bulan.

“Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh molekul-molekul Ozon,” ujar Marufin.

“(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan baik,” sambungnya.

Didampingi Mars

Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan dengan planet Mars di langit Indonesia.

” Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat Mars berada pada posisi terdekat dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir,” kata Marufin.

“Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya -0,5) sehingga jauh lebih mudah diamati,” pungkasnya.

Tata Cara Shalat Gerhana

Secara historis, salat gerhana matahari disyariatkan untuk pertama kalinya pada tahun kedua hijriyah. Sedangkan salat gerhana bulan disyariatkan pertama kalinya pada tahun kelima hijriyah.

Hukum salat gerhana “Sunnah Muakkad”, berdasarkan dalil hadis Nabi saw:

 
إن الشمس والقمر من آيات الله لا ينكسفان لموت أحد ولا لحياته، فإذا رأيتم ذلك فصلوا وادعوا حتى ينكشف ما بكم 

Artinya, “Matahari dan bulan merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana bukan karena sebagai pertanda kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihatnya, salatlah dan berdoalah hingga gerhana usai.”

Selengkapnya Baca: Tata Cara Shalat Gerhana

Baca Juga:

  1. Shalat Gerhana Menurut KH. Sholeh Darat Assamarani
  2. Gerhana Pada Zaman Nabi
  3. Besok Ada Kejadian Langka “Super Blue Blood Moon”, Bagaimana Tata Cara Shalat Gerhana Bulannya?
80%
Awesome
  • Artikel Ini Menarik? Beri Rating

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...