Tak Disangka! Cendekiawan Muslim Terkenal Harun Yahya Ditangkap Pemerintah Turki

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

ARRAHMAH.CO.ID – Cendekiawan Muslim Adnan Oktar atau yang lebih dikenal sebagai Harun Yahya ditangkap otoritas Turki. Harun Yahya dan anak buahnya ditangkap dengan tuduhan melakukan tindak kriminal seperti membentuk geng kriminal, melakukan penipuan, dan penganiayaan seksual.

Seperti dilansir Hurriyet Daily News, Rabu (11/7/2018), Kepolisian Istanbul dalam pernyataannya menyebut penangkapan Oktar dilakukan dalam penggerebekan yang digelar di lima provinsi. Penggerebekan dilakukan pada Rabu (11/7) waktu setempat.

Salah satu penggerebekan dilakukan di kediaman Oktar di kawasan Cengelkoy, sisi Asia kota Istanbul. Oktar bersama para pengawalnya ditangkap di kediamannya. Saat penangkapan dilakukan, pengawal Oktar sempat melakukan perlawanan terhadap polisi.

Dilaporkan koresponden Hurriyet, polisi menyita sebuah magasin senjata api, pelindung tubuh, dan kendaraan lapis baja dari rumah Oktar.

Sebelumnya, pada Februari lalu, program televisi yang dibawakan Oktar ditangguhkan otoritas pengawas pertelevisian Turki. Program itu mencampurkan pembahasan keagamaan dengan tarian. Otoritas pengawas pertelevisian menyebut program itu melanggar kesetaraan gender dan hak-hak wanita.

Oktar, yang biasa disebut sebagai televangelist, memiliki saluran televisi sendiri bernama A9.

Dalam program talk show yang dibawakannya, sering kali Oktar membahas nilai-nilai Islam dan terkadang menari dengan wanita-wanita muda yang disebutnya ‘kittens’ serta bernyanyi dengan pria-pria muda yang disebutnya ‘lions’.

Pada 2006, Oktar menulis buku berjudul ‘Atlas of Creation’ dengan nama samaran Harun Yahya. Isi buku itu berargumen menyebut teori evolusi Darwin sebagai akar terorisme global. Sejauh ini Oktar telah menulis lebih dari 300 buku, yang diterjemahkan ke dalam 37 bahasa.

Harun Yahya Sebut Penangkapan Dirinya Konspirasi Inggris

Saat ditangkap, Harun Yahya menuduh penangkapan ini merupakan persekongkolan pihak Inggris.

“Ini adalah konspirasi negara dalam negara Inggris,” kata Harun Yahya kepada reporter sebagaimana dilansir media Turki, Hurriyet Daily News, Rabu (11/7/2018).

Harun Yahya menggunakan istilah ‘deep state’ alias ‘negara dalam negara’ atau kekuatan yang mampu mengendalikan negara. Entah siapa yang dia tuduh itu.

Berdasarkan pernyataan Kepala Kantor Kejaksaan Istanbul, Oktar, “Telah ditangkap saat dia berusaha untuk kabur.”

Selanjutnya, dia dikawal polisi menuju Rumah Sakit Negara Haseki di Istanbul untuk pemeriksaan medis.

(Detik/Iqbal)

Loading...