ARRAHMAH.CO.ID – Apabila kamu akan melihat orang lain, hendaklah oleskan terlebih dahulu minyak wangi di hidungmu, sehingga siapa pun orang yang di hadapanmu, ia akan tetap tercium wangi.

Sebaliknya, bila di hidungmu terdapat bau kotoran, maka secantik dan sewangi apa pun perkara yang ada di hadapanmu, ia akan tercium busuk.

Bila kita selalu menganggap buruk orang lain, lihatlah!. Mungkin di dalam hidungmu ada kotorannya.

Ini adalah ajaran dari sesepuh-sesepuh kita.

Air sungai dengan segala macam isinya akan mengalir ke lautan. Akan tetapi hal itu tidak mampu mengotori lautan. Sampah-sampah yang ikut terbawa gelombang akan berada di pinggiran pantai, sehingga sangat jarang ada pantai yang bersih. Hal itu karena laut tidak mau menerima kotor, sehingga apa yang ada di dalam laut mesti sehat.

Air sungai maupun air bah saat musim penghujan yang masuk ke dalam laut, tidak mampu merubah air laut menjadi air tawar.

Itulah laut, ia memiliki jati diri sehingga tidak mudah digoyahkan dan tidak mudah dibenturkan.

Saya menjadi malu terhadap laut. Sebenarnya siapakah yang mempunyai jati diri yang kuat?. Aku atau kamu?

Entahlah…. Secara logika, ikan-ikan laut yang sebelumnya hidup di kedalaman laut yang asin, bila akan dijadikan ikan asin mestinya cukup dijemur tanpa diberi garam lagi. Akan tetapi kenyataannya tidaklah seperti itu.

Sebenarnya akal sehatku menolak dan berkata: “Berasal dari air asin kok digarami lagi. Ternyata rasanya tawar”. Ikan di lautan ternyata tetap tawar walaupun berada di lautan yang tentu asin.

Inilah jati diri.

Artikel ini Dimuat di IG Majalah Santri Nusantara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.