Jejak Sejarah Islam di Toraja

ISLAMRAMAH.CO - Saat ini, Islam Nusantara menjadi salah satu wacana yang gencar dibicarakan. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di luar n...

ISLAMRAMAH.CO - Saat ini, Islam Nusantara menjadi salah satu wacana yang gencar dibicarakan. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di luar negeri. Tahun lalu, Perwakilan Cabang Istimewa Nahdhlatul Ulama (PCINU) Belanda menyelenggarakan seminar internasional mengenai Islam Nusantara di Amsterdam dan Den Haag. Pembicaranya berasal dari para akademisi internasional. Hal ini membuktikan bahwa wacana ini bukan sekadar paradigma yang hanya ramai di tanah asalnya, melainkan sudah menarik perhatian mancanegara

Sebelumnya, dengung Islam Nusantara lebih ramai dibicarakan oleh komunitas Nahdhatul Ulama (NU). Dalam kongres terakhirnya di Jombang, beberapa intelektual NU mulai aktif berbicara mengenai konsep Islam Nusantara yang berwawasan keislaman plus keindonesiaan. Nuansa lokalitas begitu kentara dalam metanarasi ini. Tak ayal, sebagian kalangan NU optimis, gagasan besar ini dapat menjadi solusi terdepan dalam menghadapi krisis kebangsaan yang dewasa ini hinggap di ruang publik Tanah Air seperti ekstrimisme, kebencian atas nama agama dan ancaman bagi elan kebhinekaan.

NU merupakan organisasi massa yang kental dengan nuansa Islam Jawa. Hal ini dikarenakan mayoritas basis warga NU merupakan kaum santri yang pernah bersinggungan dengan pesantren. Umumnya, kantong-kantong komunitas NU berada di pulau Jawa, sehingga semakin memperteguh anggapan bahwa dalam ruang pikiran dan budaya masyarakat NU didominasi oleh anasir kejawaan. Celakanya, nuansa lokalitas ini merembes hingga ke tataran nasional. Guyonan kiai yang beraroma Jawa menjadi sesuatu yang ditunggu hampir di setiap kesempatan, baik formal maupun informal.

Matra kejawaan yang terbangun dalam kultur NU, pelan namun pasti, mengudara pula dalam gagasan Islam Nusantara. Memang, penilaian ini terlalu dini, namun menurut penulis hal tersebut yang pertama kali ditangkap tatkala menghadiri ruang diskusi atau berbudaya di komunitas NU. Jika keadaan ini terus didiamkan, maka bukan tidak mungkin Islam Nusantara akan terpenjara dalam kebesarannya sendiri. Merasa diri sudah menusantara, namun abai untuk menengok dan membicarakan realita sejarah dan kebudayaan bangsa atau suku lainnya. Perlu diingat, mereka juga memiliki kebudayaan yang juga tidak kalah semarak dengan yang dimiliki etnis Jawa.

Kali ini, penulis tertarik untuk mengangkat Tana Toraja sebagai salah satu khazanah Islam Nusantara yang layak didiskusikan lebih lanjut dalam ruang yang segar dan terbuka.

Anomali Sejarah

Hampir setiap waktu, ruang dengar dan ruang pandang kita disesaki oleh jargon “Islam Rahmat lil Alamin”, Islam yang menebar kebaikan bagi alam dan manusianya. Jika diperhatikan, seruan ini cukup menimbulkan kesan mendalam di benak umat Muslim dan cukup menjawab pertanyaan tentang urgensi hadirnya Islam bagi umat manusia. Namun itu hanya sebatas cukup, tidak lebih.

Kenyataannya, dalam sejarah islam Nusantara sendiri, kehadiran Islam dinilai oleh sebagian suku bangsa justru sebagai perusak bagi suatu lingkungan budaya. Label “kafir”, menggerayangi cerita-cerita perjumpaan Islam di tataran lokal. Kehadiran Islam, jika dibicarakan dalam konteks kesejarahan, tidak melulu berkisar pada hadirnya kebaikan di atas keburukan. Di beberapa wilayah di Indonesia, hadirnya Islam dihubungkan dengan munculnya suatu momok menakutkan yang menggilas habis tatanan aturan baku yang digariskan ajaran leluhur. Umat Islam benar-benar datang dengan pedang dan panah beracun. Islam dimaknai secara politis, tidak dengan kacamata budaya, sebagaimana yang diutarakan penggiat wacana Islam Nusantara.

Beberapa tahun belakangan, penulis melakukan dua kali lawatan ke Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Lokus yang menjadi destinasi teramai kedua yang dikunjungi wisatawan asing setelah Pulau Bali. Toraja mempunyai kekhasan budaya yang original. Meskipun mayoritas penduduk Toraja menganut Protestan, tidak lantas membuat mereka abai akan penjagaan warisan leluhur pra-Protestan. Pernak pernik peradaban masa lalu masih ditemukan di tempat-tempat keramaian. Misalnya, patung Lakipadada, seorang yang dikuduskan sebagai leluhur raja-raja Sulawesi Selatan bersanding akrab dengan Gereja Bukit Zion dan Patung Yesus (mirip patung Jesus the Redeemer di Rio de Janiero Brazil) di tempat yang agak tinggi, yakni di puncak bukit Burake.

Makale dan Rantepao menjadi dua pusat keramaian Toraja yang menawarkan aroma keragaman. Para pedagang di pasar keduanya, banyak yang berlatar belakang etnis Bugis dan Tionghoa. Warga Toraja masih memegang profesi sebagai pemilik lahan yang digarap menjadi kebun kopi, persawahan padi atau dibiarkan begitu saja dengan pohon-pohon yang bisa dimanfaatkan di kemudian hari, seperti aneka ragam buah, bambu dan lain-lain. Bambu di Toraja memiliki bentuk yang cukup besar dibading bambu di tempat-tempat lain yang penulis kunjungi. Bambu besar Toraja ini mirip dengan yang ditemukan di Kebun Raya Bogor. Bedanya, jika di Toraja diperuntukkan bagi keperluan rumah tangga atau upacara, di Bogor hanya untuk memanjakan mata saja, yakni sekedar kepentingan wisata.

Dalam dua kesempatan ke Toraja, penulis memantapkan niat sebagai sejarawan. Jadi ketika ditanya tempat wisata mana saja yang instagramable, maka jawaban yang diberikan mungkin tidak memuaskan. Namun ketika pertanyaan mejurus pada ihwal sejarah, tentu ada beberapa yang bisa diperhatikan. Misalnya saja mengenai tongkonan tertua di Tana Toraja, Perang Kopi, Pong Tiku pahlawan sebagai pahlawan nasional dari Toraja, dan hubungan para penguasa Toraja dengan daerah-daerah jiran, seperti Enrekang, Luwu, Basse Sang Tempe dan lain-lain, mungkin bisa terjawab.

Terus terang, wacana kesejarahan Islam di Toraja cukup membuat sirkuit nalar sejarah penulis kacau balau. Kegelisahan itu berpangkal pada temuan bahwa sejarah Islam ternyata belum terpetakan di sana. Berbeda dengan beberapa wilayah lain seperti Makassar dan Bone, di mana kekuatan Islam telah tumbuh sejak awal abad XVII, Toraja kala itu masih menyatu dalam harmoni adat istiadat lokal. Keadaan ini kerap diasosiasikan sebagai preseden Tana Toraja yang tertutup oleh peradaban, jika yang dijadikan tolok ukur adalah agama. Makassar dan Bone dapat mencapai peradaban yang tinggi karena diuntungkan oleh posisi geografis yakni terletak di pesisir, sedangkan Toraja di pedalaman. Wajar, jika bandul peradaban maju lebih tepat disematkan pada dua wilayah pesisir tersebut.

Tapi, apakah ranah yang tidak tersentuh oleh Islam maupun pergaulan internasional bisa dikategorikan sebagai “yang belum berperadaban”, ini adalah pandangan yang perlu ditinjau ulang.

Meskipun Toraja belum menganut agama samawi hingga menyentuh abad XVIII, namun wibawa para pemuka masyarakatnya begitu dimulyakan oleh raja-raja Muslim mulai dari Enrekang sampai Makassar. Bahkan, menurut Tarra Sampetoding, salah satu puang (tokoh adat) yang menemani perjalanan penulis di Toraja dan beberapa diskusi di Jakarta, mengungkapkan bahwa gelar “Ayam Jantan dari Timur” yang disematkan pada Sultan Hasanuddin dari Makassar, bukan tanpa alasan. Sang Sultan masih mengingat bahwa leluhurnya dahulu juga orang Toraja. Hal ini bisa ditelusuri mulai dari Tomanurung Tamborolangi (orang yang datang dari langit), yang menurut Puang Tarra, membangun peradaban awal Sulawesi Selatan di Tana Toraja. Anak keturunannya kemudian menjadi raja-raja di Makassar, Bone, Soppeng, Wajo dan Luwu.

Jika disandingkan dengan sejarah Makassar atau Bone, wacana Sejarah Toraja seperti orang yang tertinggal kereta. Hal ini dikarenakan nuansa kesejarahan Toraja lekang dari pembicaraan karena tertutupi oleh ketegangan yang menyelimuti kelompok Protestan dan kaum adat lama yang beragama Aluk Todolo. Keduanya memiliki versi sejarah, yang meskipun secara kronologis sama, namun pilihan akan peristiwa-peristiwa penting yang ditempatkan dalam peta panjang sejarah masih diperdebatkan. Kaum Gereja menginginkan beberapa even yang berhubungan dengan perkembangan Gereja, diberi garis tebal, seperti masuknya Kristen di dataran tinggi Sa’dan pada 1906, kedatangan Van de Loosderecht pada 1913, dilanjutkan dengan kuatnya pengaruh kolonial. Di sisi lain, kaum adat memberi perhatian lebih terhadap perkembangan masa awal Toraja seperti kedatangan Tomanurung Tamborolangi, Perang orang Toraja melawan Luwu, Perang melawan Arung Palakka dan lain-lain.

Sejauh pengamatan penulis, persentuhan awal orang Islam dan penduduk lokal Toraja dimulai sekitar abad XVII. Tampilnya Makassar sebagai pusat perkulakan dan perdagangan penting di Nusantara Timur saat itu menjadi pemantiknya. Dari sini, para pedagang Bugis dan Makassar menjajakan dagangannya ke pedalaman, termasuk ke Toraja. Kontak ini menjadi pintu gerbang masuknya Islam ke dataran tinggi itu. Perkawinan antarsuku dan antaragama menjadi pemandangan yang umum. Dari sini, proses Torajanisasi orang Bugis atau orang dari suku lain ke suku Toraja terjadi, begitu pula sebaliknya.

Konversi Islam di Tana Toraja tidak berjalan dengan massif. Salah satu faktor kuat yang melatarbelakanginya adalah kepercayaan lokal yang terus diperlihara oleh masyarakatnya. Di samping itu, perang antarsuku yang pecah sewaktu-waktu menyebabkan kondisi pedalaman Toraja tidak kondusif untuk ditempati secara permanen. Selain itu, berbeda dengan Makassar dan Bone yang secara politik tergabung dalam satu dinasti kuat yang memerintah suatu kerajaan, di Toraja tidak berlaku kekuasaan yang bersifat sentralistik. Pola pemerintahan yang berlaku adalah federasi raja-raja kecil. Salah satu federasi yang kuat bernama Basse Tallu Lembangna yang terdiri dari Makale, Sangalla’ dan Mengkendek. Perjalanan penulis banyak dihabiskan di tiga daerah tersebut. Banyaknya pusat kekuatan politik ini sejalan dengan penghayatan yang teguh pada ikatan tradisi dan kepercayaan lokal.

Keharmonisan antarpuak yang ada di Tana Toraja, sempat ternodai dengan rencana islamisasi yang dlakukan Arung Palakka sekitar pertengahan abad XVII. Dalam ingatan lokal, juga disinggung oleh Leonard Y. Andaya, saat laskar Arung Palakka yang perkasa di sejumlah medan perang Nusantara, seperti di Jawa, Dompu (Nusa Tenggara Barat), Bonjol (Sumatera Barat) datang ke Toraja, mereka menghadapi perlawanan yang hebat dari para jago Toraja pimpinan Puang Indo Garanta, seorang “Wanita Perkasa” di sana.

Sejarah islamisasi Toraja, diakui atau tidak, pernah ditulis dengan tinta berdarah. Ini menandaskan bahwa teori bahwa islamisasi Nusantara dilakukan secara damai, dengan hikmah serta penuh bahasa kasih, dalam beberapa segi, terbantahkan. Kenyataan ini mengingatkan pada islamisasi lain yang terjadi di Blambangan antara abad XVIII – XIX, yang juga dilakukan dengan tombak, senapan dan pedang oleh gabungan tentara Mataram dan Belanda. Catatan hitam ini harus dikemukakan ke khalayak luas, agar menjadi bahan renungan, tidak semua gerakan yang dilabeli agama membawa pada kemaslahatan. Dalam kasus tertentu, arogansi agama dapat menyebabkan pembunuhan massal.

Catatan hitam mengenai sejarah Islam di Tana Toraja belum jua terhapus hingga Era Paska Merdeka. Sejarah mencatat nama pemberontak (atau tokoh yang dituduh memberontak) Abdul Kahar Muzakkar. Seorang veteran perang Pra Kemerdekaan yang membentuk barisan penantang Jakarta. Barisan Kahar keluar masuk kampung, menerabas bukit dan hutan, untuk menghimpun kepercayaan publik Sulawesi padanya. Sayangnya, tidak semua elemen masyarakat Sulawesi menaruh perhatian pada gagasannya. Di beberapa tempat seperti Tana Toraja, aktivitas Kahar Muzakkar, oleh sebagian pihak, justru dianggap sebagai teror dan perusakan yang menorehkan luka menganga di sanubari penduduk setempat.

Di Tana Toraja, rombongan militer Kahar Muzakkar lebih sering disebut Gerombolan. Dalam ingatan seorang perempuan bernama Miyoku Tandirerung, masa Gerombolan adalah saat yang menyeramkan. Penduduk Toraja berada dalam ketakutan karena kabar pemaksaan, perampokan hingga pembunuhan tersebar luas. Satu di antara peristiwa yang tidak hilang dari ingatannya adalah pembakaran tongkonan keluarganya di kampung Ulu Sallu. Bagi orang Toraja, tongkonan adalah lontara tak tertulis, suatu ingatan akan pohon keluarga. Jika tongkonan hilang atau roboh, maka musnah pula sejarah suatu keluarga besar. Dari kisah ini dapat diambil informasi bahwa kemiskinan dalam pemaknaan simbol sejarah dan budaya, menghantarkan pada pemusnahan ingatan kolektif yang skalanya lebih luas. pembakaran tongkonan adalah dosa besar yang dilakukan pasukan Kahar yang kebetulan bergama Islam. Torehan catatan bertinta merah pun tertulis kembali.

Tidak tersebarnya Islam di Toraja dengan menyeluruh dan adanya beberapa even sejarah yang memperburuk citra Islam membuat wacana sejarah Islam di sana tidak berkembang. Ini adalah anomali sejarah, bagi mereka yang gandrung bahwa Islam harus berpadu dengan sejarah suatu umat manusia. Namun, bagi seseorang yang tidak mengedepankan aspek agama, ini adalah keniscayaan yang kerap ditemukan ketika memperhatikan suatu peristiwa masa lampau di berbagai belahan dunia manapun. Akan selalu ada bercak hitam dan putih dalam catatan manusia sepanjang zaman.

Langkanya Sumber Sejarah


Berburu sumber merupakan aktivitas yang menyenangkan. Riset sejarah yang baik, tentu  membutuhkan kelengkapan data, baik lisan maupun tulisan, yang ditunjang dengan analisa kritis. Renungan di ujung malam, ada kalanya menjadi penghubung antara alam literal dan alam perenial dan ini menyemburatkan sejuta kemungkinan yang digunakan untuk menulis laporan penelitian. Bagi penulis ini adalah saat terbaik untuk melebur data ke dalam tenunan kata-kata yang bermakna. Aktivitas inilah yang penulis kerap lakukan untuk memecah kebuntuan bernalar, khususnya dalam kajian sejarah lokal, seperti sejarah Islam di Tana Toraja.

Salah satu buku yang membahasa secara komperhensif mengenai sejarah sosial di Toraja adalah tulisan Terance W. Bigalke berjudul “Sejarah Sosial Tana Toraja”. Buku ini baru bisa dinikmati pembaca di Indonesia pada 2017. Sebagai tamu baru dalam wacana sejarah Toraja, tentu saja penulis membutuhkan banyak bacaan awal untuk memahami rentang waktu, tokoh penting serta even-even penting dalam sejarah Toraja. Buku ini cukup memberi gambaran awal untuk itu. Ketika berkunjung ke narasumber dengan bahan relevan yang kurang, rasanya sangat menderita sekali. Itu seperti kita mendengar ocehan yang sama sekali tidak dapat dimengerti.

Di samping sumber lisan, arsip kolonial, saya bisa katakan, masih menjadi gunung emas yang harus perlu ditapaki. Sebagaimana diketahui, pemerintah kolonial Belanda memiliki tinggalan catatan yang melimpah ruah tentang masa lalu Nusantara. Proses pencarian ini tentu saja tidak sampai di ANRI namun juga harus mencapai Nationaal Archive di Den Haag. Informasi kaku sebagaimana yang ditemukan dalam nota-nota kedinasan kolonial, dengan tangan terampil dan sudut pandang indonesiasentris, akan menjadi pelengkap yang sempurna bagi sumber-sumber lisan. Hingga hari ini, penulis masih percaya dengan jargon “tidak ada sejarah tanpa data”, khususnya bagi kajian sejarah lokal. Dengan mengawinkan sumber lisan dan sumber arsip kolonial, maka kelangkaan sumber, sebagaimana yang dikeluhkan sejarawan, dapat teratasi.

Sumber sejarah Toraja, khususnya sejarah Islam di Toraja, masih mengendap dalam tataran lokal. Hal ini perlu ditanggulangi dengan rajin mencatat lantas menerbitkannya dalam sebuah buku yang utuh, atau di media jurnal. Penulis belum memiliki kesempatan ke arah itu, maka untuk menyegarkan pemikiran mengenai adanya wacana sejarah yang belum tergali, tulisan ini pun lahir.

Ada atau tidaknya sejarah islam di Toraja tentunya masih membutuhkan kajian lebih lanjut. Yang terpenting, orang Islam turut membangun peradaban Toraja, melalui koneksi perdagangan kopi dengan penduduk lokal. Harmonisasi antaragama telah teranyam dengan cukup kuat di negeri atas awan ini. penduduk Muslim, yang umumnya berlatar suku Bugis, Jawa, Madura dan Makassar banyak yang berprofesi di bidang perniagaan. Penduduk Toraja Protestan maupun Katolik mengisi ruang pemerintahan, perkebunan dan pertanian. Mereka semua hidup dalam kenyamanan dan kedamaian.

Sejarah gelap masa Arung Palakka hanya menjadi kenangan masa lalu yang diharapkan tidak terulang di masa kini.

 

COMMENTS

BLOGGER: 1
  1. Bagaimana caranya saya bisa menghubungi penulis ini

    BalasHapus

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Jejak Sejarah Islam di Toraja
Jejak Sejarah Islam di Toraja
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2018/05/jejak-sejarah-islam-di-toraja.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2018/05/jejak-sejarah-islam-di-toraja.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content