Menjaga Sikap Adil Meskipun Pada Orang Kafir

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

ARRAHMAH.CO.ID – KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menekankan sikap adil bagi kehidupan bermasyarakat. Gus Mus mengupasnya dalam perspektif agama Islam dengan memaparkan esensi tentang adil.

“Untuk bisa melakukan apa yang diajarkan Rasulullah menyempurnakan akhlak ini ada satu yang sangat penting karena itu diulang-ulang dalam Al-Quran, yaitu sikap adil dalam bahasa jawa disebut jejeg,” jelas Gus Mus.

Sikap adil, lanjut Gus Mus, tercermin dalam surat Al-maidah ayat 8 dan surat Annisa ayat 135.

“Seolah ini memberikan pengertian kepada kita bahwa jika kita tidak adil, itu berarti tidak lillah, begitu juga sebaliknya kalau lillah berarti harus adil,” ujarnya.

Gus Mus kemudian mengatakan bahwa adil ini sulit karena manusia memiliki rasa emosi yang memungkin diri mereka untuk condong ke kanan ataupun ke kiri.

“Karena itu Rasulullah selalu mengajarkan sikap tengah-tengah, adil tidak bisa dilakukan oleh mereka yang ekstrim ke kanan atau ekstrim ke kiri,” paparnya.

Itu sebabnya, lanjut Gus Mus, orang yang terlalu benci dan terlalu cinta tidak akan bisa adil, karena adil itu ditengah.

Menurut Gus Mus, ada yang menarik dari Surat Al Maidah ayat 8 ini, karena menggambarkan penegak-penegak kebenaran yang harus memiliki sikap adil karena Allah SWT, bukan karena nafsu bukan karena apapun.

“Sekarang ini kan banyak orang yang ingin menegakan kebenaran, cuma itu tadi kalau kita terlalu semangat kita jadi lupa kita harus adil dalam menegakan kebenaran,” tuturnya.

Kemudian masih dalam surat Al-Maidah ayat 8 juga diterangkan bahwa jangan sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, menyeretmu, mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berbuat adil-lah.

“Anda kalau baca kitab-kitab tafsir banyak disitu yang menerangkan bahwa kaum (dalam surat Al Maidah) ini orang kafir, kalau kepada orang kafir saja kita harus adil, apalagi terhadap sesama,” tandasnya.

Loading...