Teroris Perempuan di Indonesia

0 466

ARRAHMAH.CO.ID – Tertangkapnya terduga teroris Dita Millenia (18 thn) dan Siska Nur Azizah (21 thn) karena hendak menusuk polisi di MakoBrimob dan keterkaitan mereka dengan ISIS makin menegaskan keterlibatan perempuan dalam terorisme di Indonesia.

Sebelumnya kita ingat kasus Noviyana dari Cirebon/Indramayu yg mmbantu teroris laki-laki dari kejaran polisi untuk mnyimpan bahan bikin bom.

Terungkap juga rencana mejadikan Novi sebagai eksekutor bom nantinya.

Novi sendiri teradikalisasi selama menjadi TKW di luar negeri.

Riset IPAC menyatakan women migrant-workers di luar negeri (khususnya di Hongkong) banyak yang terpapar terorisme.

Keterlibatan (baca: pemanfaatan) perempuan di kelompok teroris di Indonesia memang patut mendapat perhatian.

Perempuan memegang peran penting dalam mata rantai terorisme. Mereka membantu aliansi teroris misal dengan mencarikan jodoh untuk teroris laki-laki yang masih jomblo ato yang sudah merid tapi pingin poligami.

Perempuan juga membantu keuangan karena mereka bisa bebas berbisnis ketika teroris laki-laki banyak yang dikejar-kejar polisi.

Perempuan terbuktu efektif menjadi kurir terutama utk membantu teroris yang di penjara. Sebagai eksekutor serangan, perempuan juga efektif karena maaf selain pakai cadar, juga kadang-kadang mereka tidak terlalu dicurigai sebagaimana teroris laki-laki.

Astaghfirullah mau dibawa kemana bangsa ini kalau kaum perempuannya banyak terpapar terorisme. Padahal al-umm madrosatul ula. Kaum ibu/perempuan adalah “sekolah” pertama untuk anak-anak kita calon generasi pemimpin masa depan..

Selamatkan generasi kita dari bahaya terorisme, termasuk keterlibatan/pemanfaatan kaum perempuan dalam kelompok teroris

Danke und met wiken

 

Oleh: Dr. Suratno, M.Pd.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...