Biang Kerok Terorisme di Indonesia

0 1.645

ARRAHMAH.CO.ID – Teroris adalah kelompok yang sangat minoritas di Indonesia yang memiliki penduduk sekitar 260 juta jiwa ini. Akan tetapi mereka masih tetap hidup dan eksis karena:

1. Ada dukungan dana baik langsung maupun tidak langsung;
2. Ada (persepsi) dukungan politik;
3. Ada sikap permisif dari sebagian masyarakat; dan
4. Ada keengganan dari masyarakat mayorits untuk bertindak.

Dukungan dana kelompok teroris bisa didapat dari hasil perampasan/perampokan, tetapi lebih banyak bisa didapat dengan memakai proxi, seperti ‘menjual’ tragedi dan memanfaatkan issue yang berhubungan dengan kemiripan ideologi yang dianut mereka.

Gonjang-ganjing politik di tanah air yang sangat vulgar juga menciptakan persepsi bahwa ada musuh bersama, yaitu pemerintah saat ini. Kelompok teroris ini mendapat dan/atau membaca hal ini sebagai ‘signal’ dukungan terhadap mereka.

Berjamurnya kelompok-kelompok intoleran baik secara massal maupun perorangan dan diberi panggung oleh media massa turut menciptakan iklim yang permisif terhadap kelompok teroris di Indonesia. Masyarakat yang mulai intoleran akan menjadi bibit bagi rekrutan kelompok teroris dimaksud.

Yang terakhir adalah adanya keengganan dari masyarakat mayoritas untuk melawan kelompok teroris ini dalam bentuk memutuskan rantai dukungan mereka dari fase intoleran dan radikal.

Jadi bagaimana kita sebagai masyarakat sipil dan mayoritas di Indonesia ini melawan kelompok teroris yang minoritas?

1. Disenggage (putuskan) rantai ideologi anda dengan mereka. Kalau anda merasa bahwa teroris itu tidak mewakili ideologi anda, maka nyatakan itu. Ingat, kesamaan label dan simbol yang dipakai teroris bukan otomatis berarti teroris itu mewakili anda. Dengan berani mengatakan bahwa anda dan teroris itu berbeda, maka anda sudah menutup kerentanan anda yang bisa dieksploitasi oleh kelompok teroris yang minoritas tersebut;

2. Lawan dengan tidak berpihak kepada politisi dan/atau organisasi politik yang menciptakan persepsi ‘musuh bersama’ sehingga memberi angin kepada kelompok teroris. Di negara dengan sistem demokrasi ini, pakailah mekanisme demokrasi untuk menunjukkan identitas nasional yang plural dan menghargai perbedaan dengan tidak memilih mereka.
Show them that we have class!

3. Lawanlah ide dan tindakan intoleransi yang merupakan bibit dari radikalisme dan terorisme. Jangan ragu dan dilematis apabila diperhadapkan dengan simbol dan label yang dipakai oleh kelompok-kelompok intoleran dan radikal. Ingat, mereka tidak mewakili anda dan anda bukan mereka!

4. Pelajari ancamannya, waspadai gerakannya dan laporkan ke aparat penegar hukum. Jadilah mata dan telinga bagi aparat keamanan. Ingat, kita adalah mayoritas dan mereka minoritas. Jangan takut untuk memakai kekuatan mayoritas kita!

Karena terorisme ini bukan hanya masalah pertahanan dan keamanan, tetapi juga masalah politik, maka waspadai periode May – Agustus 2018. Politisi-politisi oportunis tidak akan segan-segan mengorbankan anda demi mendapatkan kedudukan pada posisi tertinggi di negara ini.

Jangan TAKUT dan tetap WASPADA!

Salam dari Iraq

#IndonesiaTanahAirBeta

Oleh: Umelto Labetubun (Alto Luger)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...