Gül bahçesi alias taman mawar di daerah kültür park, Konya
Gül bahçesi alias taman mawar di daerah kültür park, Konya

ARRAHMAH.CO.ID – Turki, negara transcontinental ini mungkin menjadi salah satu tempat impian banyak orang untuk tinggal atau sekedar singgah. Terletak di dua benua – Asia dan Eropa, Turki memiliki daya tariknya tersendiri. Banyaknya peninggalan-peninggalan masa kejayaan Kerajaan Islam Ottoman serta percampuran budaya antara Asia dan Eropa membuat Turki menjadi salah satu negara tujuan pariwisata yang menggiurkan.

Dengan Ankara sebagai ibu kotanya, wilayah Turki terbagi kedalam 81 provinsi dan memiliki populasi sebanyak 76.214.398 jiwa[1].  Kekayaan warisan sejarah yang masih terjaga, kualitas pendidikan yang cukup baik, serta lebih banyaknya kesempatan untuk mengembangkan sayap ke wilayah Eropa, menjadikan banyak orang ingin melanjutkan pendidikan di Turki. Terlebih, negara ini juga memiliki empat musim, daya tarik yang luar biasa bagi sebagian besar penduduk dunia yang belum pernah merasakan salju dan dedaunan warna-warni.

Indonesia Tanah Surga

Tetapi, ungkapan “rumahku surgaku” ada bukannya tanpa alasan.  Indonesia, rumah kita, meskipun tidak terletak di dua benua, meskipun tidak memiliki empat musim; dengan segala kekurangan dan kelebihannya juga memiliki keindahan dan potensi yang sangat luar biasa.

[bs-quote quote=”Bukan lautan hanya kolam susu. Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui. Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga. Tongkah kayu dan batu jadi tanaman
” style=”style-17″ align=”center” color=”#27a7f7″ author_name=”Koes Plus” author_job=”Group Band”][/bs-quote]

Indonesia memang tanah surga, bukan hanya orang bilang. Potongan kayu dan biji-bijian bisa dengan mudah tumbuh di tanah surga ini. Berbagai jenis flora tumbuh subur bahkan tanpa pupuk sekalipun. Jauh di bawah tanah, terdapat banyak sekali sumber daya alam yang sangat berharga: minyak bumi, tembaga, emas, batu bara, nikel dan lain-lain.

Selain kekayaan alamnya yang berlimpah, sebagai negara kepulauan yang memiliki 17.508 pulau[2] dan dikelilingi lautan, Indonesia juga memiliki limpahan kekayaan bahari yang sudah dikenal dunia. Memiliki 34 provinsi dan lebih dari 200 bahasa daerah. Indonesia memang tanah surga, bukan hanya katanya.

Sayangnya, banyak orang Indonesia yang tidak bisa menyadari dan mensyukuri betapa beruntungnya terlahir dan hidup di tanah surga ini. Keindahan dan kelebihan negara lain membuat tidak sedikit orang rela meninggalkan negaranya sendiri, bahkan melupakannya. Beruntung, tidak semua orang Indonesia berfikiran seperti itu, bahkan tidak sedikit dari kita yang memang pergi untuk kembali. Kami, para pelajar Indonesia di Turki, akan kembali, kembali untuk berbagi. Doakan kami.

Banyak pelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari negara Turki ini. Masyarakat Turki memiliki semangat nasionalisme dan rasa persaudaraan yang sangat tinggi, tidak mudah terpengaruh oleh peradaban luar, tapi juga tidak menutup diri  terhadap perubahan yang bernilai positif. Mereka juga memiliki identitas diri yang kuat di dunia luar.

Fasilitas publik di Turki sangat baik. Pejalan kaki memiliki tempat istimewa di sini. Masjid-masjid berdiri indah dan terjaga kebersihannya. Transportasi umum di negara ini juga sangat terawat dan terstruktur, karenanya tidak banyak warga yang memiliki kendaraan pribadi, mereka lebih memilih berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum yang mudah dan murah meriah. Bahkan, sepeda motor sangat jarang terlihat di sini, mengurangi tingkat polusi. Proses pembangunan sarana umum pun sangat cepat dan tepat.

Pemerintah Turki sangat peduli dengan kebersihan dan keindahan negaranya. Tempat sampah luar biasa yang terlihat kecil di luar tapi ternyata super besar di dalam pun juga petugas kebersihan berseragam hijau oranye siap siaga dan ada dimana-mana. Namun sayang, tidak jarang masih bisa dijumpai orang-orang yang dengan seenaknya membuang sampah sembarangan (yang kebanyakan adalah biji kuwaci dan puntung rokok) padahal di dekat mereka ada tempat sampah. Semua tetap saja tergantung kepada individu masing-masing.

Selain itu, taman-taman di negara ini juga tertata rapih dan indah dengan berbagai macam bunga dan pepohonan warna-warni, deretan bangku taman, gazebo, sarana bermain anak serta fasilitas gym umum. Padahal, ketika musim dingin dan salju tiba, warna-warni pepohonan dan bunga-bunga itu pun akan tertutup putihnya salju, tapi mereka akan menanamnya kembali di musim selanjutnya.

Bagi saya pribadi, hidup di negara lain membuat saya, dan semoga kita semua bisa lebih menghargai dan mensyukuri negara sendiri. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Turki berhasil menginspirasi untuk bisa lebih melihat keunikan Indonesia, dengan segala kekurangan dan kelebihannya juga tentunya.

Bersyukur Indonesia tidak memiliki empat musim. Masyarakat Indonesia tidak perlu mengalami inkonsistensi waktu dimana malam bisa lebih panjang daripada siang ataupun sebaliknya. Masyarakat Indonesia bisa menanam apa saja dan kapan saja tanpa harus khawatir salju turun dan menutup segalanya.

Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa, jika dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik, tentunya akan membawa kebaikan bagi masyarakatnya. Namun, sumber daya alam yang berlimpah saja tidaklah cukup, Indonesia juga membutuhkan banyak sumber daya manusia bijaksana yang berkualitas dan juga mampu mengelola sumber daya alamnya dengan baik dan bijaksana. Tentunya ini bukan hal mudah, membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Dan saat ini, kita sedang berada di tengah-tengah proses tersebut. Belajar.

Bagaimanapun juga, kita hanyalah manusia biasa. Terkadang, menginginkan apa yang tidak kita miliki. Selalu melihat ke kanan dan ke kiri. Melihat rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau dibandingkan rumput di halaman rumah sendiri. Padahal, jika kita mau melihat dengan lebih dekat dan lebih bijaksana, ada rahasia yang mungkin akan membuat kita lebih bersyukur memiliki rumput yang tidak hijau.

Lihatlah lebih dekat, kau akan melihat betapa banyaknya bunga-bunga kecil yang tumbuh diantara rerumputanmu, itu membuat rumputmu terlihat tidak sehijau rumput orang lain, tapi justru membuat halamanmu lebih berwarna dan lebih indah.

[1] http://www.worldometers.info/world-population/turkey-population/

[2] Berdasarkan data Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2004, jumlah pulau di Indonesia tercatat sebanyak 17.504 buah. 7.870 di antaranya telah mempunyai nama dan 9.634 lainnya belum mempunyai nama. https://ariesaksono.wordpress.com/2008/05/21/jumlah-pulau-di-indonesia-%E2%80%93-indonesia-islands/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.