Wapres Jusuf Kalla Ungkap Betapa Repotnya Mengurus Napi Teroris, Digabung Salah, Dipecah-pecah Salah

1 51

ARRAHMAH.CO.ID – Kerusuhan terjadi di tahanan teroris Mako Brimob, Selasa (8/5). Ada ratusan narapidana kasus terorisme yang ditahan di sana dengan penjagaan ketat.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ikut angkat bicara. Tahanan kasus terorisme ibarat dua mata pisau.

“Begini memang kalau teroris gabung jadi satu dia bikin universitas. Kalau dipecah pecah bikin virus,” kata Wapres JK di kantornya, Jl Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (9/5).

“Jadi kita masih menunggu mereka dalam tahap pemeriksaan, sebagian belum ke pengadilan,” tambah JK.

Wapres yakin para aparat kepolisian bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan cepat. Apalagi peristiwa itu terjadi di markas pasukan khusus kepolisian.

“Ya pastilah. Dan di situ tempatnya pasukan khusus. Gegana Brimob kan pasukan khusus kan,” ungkap JK.

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Moh. Iqbal mengatakan hingga saat ini polisi masih terus bernegosiasi dengan narapidana terorisme di Mako Brimob.

Negosiasi dilakukan usai kerusuhan yang terjadi tadi malam.

“Karena sekarang masih dalam negosiasi. Doakan saja. Kita minta doa teman-teman semua, kepada masyarakat seluruhnya, bahwa kami dapat menuntaskan ini. Negosiasi ya komunikasi bahwa mereka (napi) dapat dengan tenang mengikuti aturan dengan tenang,” tutur Iqbal di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (9/5).

 

Artikel ini telah dimuat di Merdeka.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...