Bacaan Shalat yang Diwajibkan dan Disunnahkan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

ARRAHMAH.CO.ID – Pertama, terkait bacaan shalat. Ini sudah dibahas detail sebelumnya, bahwa bacaan surat Al-Fatihah menjadi rukun setiap raka’at, sedangkan bacaan surat, selain Al-Fatihah, hanya disunnahkan pada rakaat pertama dan kedua. Ini berlaku untuk setiap shalat

Nah, pada shalat Dzuhur semua itu dibaca pelan, dan memang membaca pelan cenderung lebih cepat dibanding jika dibaca keras.

Jika ada imam yang dirasa cepat, bisa jadi memang hanya membaca Al-Fatihah saja, tanpa menambah surat lain. Apakah tetap sah? Tentu saja, hanya ia tidak melaksanakan kesunahan.

Bagaimana kalau imamnya terlalu cepat? Prinsipnya kita mengikuti imam. Jangan sampai melambat2 sehingga ketinggalan.

Kalau merasa tidak cocok, usai shalat bisa diajak bicara agar menyesuaikan ritme shalat biar tidak terlalu cepat.

Kedua, memperlama saat sujud terakhir dianjurkan? Itu benar, bahkan setiap sujud. Lebih dari itu, saat ruku’ juga dianjurkan, demikian pula saat berdiri.

Karena itu, perlu dipahami, bacaan tasbih disyaratkan minimal dibaca sekali, afdhalnya 3x. Tetapi jika ingin ditambah 7-11x silahkan. Apalagi jika shalat sendirian, semakin lama semakin baik.

Nah, cuma jika menjadi imam, harus dipertimbangkan lamanya. Jangan sampai membuat makmum malah tidak nyaman. Karena itu dibuat sedang2 saja. Bisa 3 atau 5 atau 7x, disesuaikan situasinya

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...