Beranda Hikmah Islam Kehilangan yang Mengguncang

Kehilangan yang Mengguncang

46
0
Hosting Unlimited Indonesia

ARRAHMAH.CO.ID – Bapak senang sekali berangkat haji. “Jika tak ada umur dan meninggal di Mekkah, itu kebahagiaan tersendiri bagi yang berhaji,” kata Bapak. Saya dengar ini dari orang lain.

Bapak betul-betul tak kembali setelah musim haji tahun 1997. Emak yang pergi bersama hanya pulang seorang diri. Kami menangis.

Ini kehilangan pertama dalam hidup yang membuat saya goncang. Abang lelaki saya lebih tergoncang lagi. Kematian Bapak mengubah dirinya dalam banyak hal.

Dua belas tahun berikutnya, giliran dirinya yang pergi pada usia yang relatif muda, 37 tahun. Tubuhnya ditemukan dingin di lantai rumahnya akibat serangan jantung. Orang yang melihat pertama kali adalah anak lelaki pertamanya, kemenakan saya.

Ini goncangan kehilangan kedua bagi saya. Ia teman saya bertukar pikiran dan orang yang selalu ingin saya bantu semampu saya. Saya menangis.

Hosting Unlimited Indonesia

Emak beberapa kali roboh sebelum betul-betul menatap wajah Abang yang ditutup kain sebelum dikubur besok pagi. Emak juga beberapa kali bilang, Abang saya itu satu di antara anaknya yang selalu dipikirkannya.

Empat tahun berikutnya, saya kehilangan Emak setelah tunduk melawan sakit persis tujuh bulan setelah operasi usus. Inilah kehilangan besar ketiga dalam hidup.

Saya belajar dari pengalaman kehilangan ini. Datang dan pergi adalah rumus hidup.

Kehilangan bisa mengguncang kita, tapi rasanya tak boleh  membuat kita terpuruk dalam waktu lama. Diterima atau tidak, kehilangan semacam itu akan terjadi.

Jika tidak mereka lebih dulu, kitalah yang pergi. Kata orang bijak, kepergian semacam itu bukan awal, tapi permulaan hidup. Lewat cara itu kita bisa memiliki seutuh-utuhnya, sedalam-dalamnya, melaui kenangan dan ingatan.

Tiba Stasiun Depok Lama
Alamsyah M Djafar

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.