Ilustrasi Cara Memandikan Jenazah yang Jumlahnya Banyak
Ilustrasi Cara Memandikan Jenazah yang Jumlahnya Banyak
Loading...

Jika mayitnya banyak, bagaimana memandikannya?

Seandainya terjadi wabah atau bencana yang mengakibatkan banyak orang meninggal, maka dibolehkan di dalam memandikan dengan dijadikan satu. Yaitu dengan cara disiram secara bersama-sama, dibersihkan bersama. Dan dianggap cukup sekali saja. (Al-Mausuah Al-Fiqhiyyah Juz 13, hal. 55)

Jika mayit dewasa, apakah boleh mengkhitannya?

Khitan dihukumi wajib bagi seorang muslim (laki-laki). Seandainya ada mayit laki-laki dewasa yang ternyata belum dikhitan, menurut jumhur ulama maka kita tidak diperkenankan untuk mengkhitannya, karena hal itu masuk kategori memotong bagian tubuh mayit, yang dianggap menyakitkannya.

Meski demikian ada sedikit ulama yang menganjurkan untuk tetap dikhitan. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah juz 13, hal. 55)

Urutan yang berhak memandikan

1. Jika yang meninggal adalah laki-laki, maka yang utama memandikan adalah keluarganya. Kemudian lelaki lain (bukan kerabat), lalu istri, terakhir perempuan mahram. Dalam pendapat lain diizinkan juga istri di urutan pertama, baru kerabat, laki-laki lain, dan perempuan mahram

Loading...

2. Jika yang meninggal perempuan, maka diutamakan yang memandikan adalah perempuan-perempuan kerabat, lalu perempuan lain, baru suami, dan terakhir laki-laki mahram

Bolehkah Memandikan orang kafir, atau sebaliknya kafir memandikan muslim?

Jumhur ulama sepakat bahwa tidak ada kewajiban seorang muslim memandikan mayit kafir. Karena memandikan itu adalah bentuk kemulyaan dan keagungan.

Meski demikian, madzhab Hanafi menegaskan bahwa jika orang kafir yang meninggal itu masih mahram dari seorang muslim, maka muslim itu diizinkan untuk memandikannya. Hal ini didasarkan pada riwayat, “Ketika Abu Thalib meninggal, Ali menghadap kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulallah, pamanda engkau meninggal’. Maka Rasulullah bersabda, “Pergilah, mandikan ia dan kafanilah”. (Al-Mausuah Al-Fiqhiyyah juz 13, hal. 59)

Sedangkan seorang kafir memandikan mayit muslim, maka memandikannya dianggap tidak sah. Sebab memandikan mayit adalah bagian dari ibadah. Karena itu jika yang melakukan adalah orang kafir, dipastikan tidak sah.

Oleh: Ustadz Fathuri Ahza Mumtaza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.