Sakaratul Maut - Ilustrasi
Sakaratul Maut - Ilustrasi
Loading...

Hal-Hal yang Dianjurkan Ketika Menghadapi Orang yang Sakaratul Maut

Ada beberapa hal yang dianjurkan ketika seseorang menghadapi orang lain yang sedang sakaratul maut:

Men-talqin Mayit

Dalam Al-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba’ah, Al-Jaziri menyebutkan anjuran untuk mentalqin orang yang sakaratul maut untuk membaca syahadat. Hal ini didasarkan pada hadist, “Talqinlah atau tuntunlah orang yang akan mati dengan laa ilaaha illallah. Karena sesungguhnya seorang muslim yang mengucapkannya akan diselamatkan dari neraka.” (HR Muslim & Abu Hafsh).

Dalam cara menuntunnya, jangan dengan mengucapkan, “qul” atau “ucapkan!”, “Katakan!”. Karena biasanya orang yang akan mati menjawab, “Tidak” atau “Tidak mau”.  (AL-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba’ah, juz 1, hal. 387)

Talqin ini juga dianjurkan bagi mayit yang habis dikubur. Hal ini didasarkan pada hadist riwayat Sa’id bin Manshur, Dhamrah bin Habib dan Hakim bin Umair, mereka mengatakan,: “Sahabat dan tabi’in mengatakan bahwa tatkala tanah mayit sudah diratakan dan sebelum orang-orang telah meninggalkannya, disunnahkan untuk mengucapkan bagi si mayyit, “Wahai fulan, katakanlah laa ilaha illallah, aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, tiga kali. Wahai fulan ucapkanlah, Allah Tuhanku, Islam agamaku, dan Muhammad Nabiku (AL-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba’ah, juz 1, hal. 288, Al-Jami’ Fil Fiqh AN-Nisa, hal. 234)

Loading...

Hal yang sama dicatat oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani (penulis Fathul Bari) bahwa Imam Ahmad bin Hambal (Hambali) menegaskan, “Saya tidak melihat seseorang melakukannya, kecuali penduduk Syam ketika Abu al-Mughirah meninggal. Hal ini diriwayatkan dari Abu Bakar bin Abi Maryam, dari guru-guru mereka bahwa mereka mengamalkannya. (Talkhish Al-Habir, juz 2, hal. 397)

Memastikan kematiannya

Sebelum melakukan berbagai hal, maka harus dipastikan dulu bahwa mayitnya telah meninggal. Ada banyak cara, mendengarkan detak jantung, memeriksa denyut nadi (AL-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba’ah, juz 1, hal. 289)

Menutup Mata Mayit

Diriwayatkan dari Ummi Salamah, ia menceritakan: “Rasulullah menemui Abu Salamah saat mencapai ajalnya, sedang matanya masih terbuka. Maka beliau pun memejamkannya seraya berdoa, ‘Allahummaghfir liabi salamata warfa’ darajatahu fil mahdiyyina wakhlufhu fi ‘aqibihi fil ghabirina waghfirlana wa lahu yaa rabbal ‘alamin, Allahummafsah fi qabrihi wa nawwir lahu fihi atau ada tambahan di awal, “Bismillahi, wa ‘ala millati rasulillah…. (HR Ahmad, AL-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba’ah, juz 1, hal. 288, Al-Jami’ Fil Fiqh AN-Nisa, hal. 218)

Merawat Mayit

Di antara bentuk perawatannya adalah *melemaskan sendi-sendi tulangnya dengan pelan dan lembut* sehingga dapat ditelentangkan dengan baik. *Tidak meletakkan di atas tanah, tapi diberi alas (kasur, ranjang, dll). Menutupinya dengan kain, setelah baju yang sebelumnya dipakai dilepas.

Menghadapkan ke Qiblat

Hal ini sesuai riwayat Imam Ahmad, bahwa ketika Fathimah binti Rasulillah wafat, maka wajahnya diarahkan ke qiblat, kemudian meletakkan bagian kanan tubuhnya di sebelah bawah. (Al-Jami’ Fil Fiqh AN-Nisa, hal. 217)

Membacakan Surat Yasin

Dari Ma’qil bin Yasar, ia berkata: bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Yaasin adalah jantungnya Al-Qur’an. Tidak dibaca oleh seseorang yang menghendaki Allah dan negeri akhirat, melainkan diberikan ampunan baginya. Untuk itu, bacalah ia atas orang-orang yang meninggalkan dunia di antara kalian. (HR Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i, Al-Hakim, dan Ibnu Hiban, Al-Jami’ Fil Fiqh AN-Nisa, hal. 217-218).

Lebih jauh dijelaskan bahwa anjuran ini juga berlaku bagi mayit setelah dikuburkan. Dan memang hakikatnya untuk orang yang sudah meninggal (Subul As-Salam Syarah Bulugh Al-Maram, juz 2, hal. 119)

Mengumumkan kematiannya

Disunnahkan untuk mengumumkan kematian seseorang, sehingga saudara atau tetangganya datang untuk takziyah. Hal ini dianjurkan, meski hanya diumumkan di pasar. (AL-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba’ah, juz 1, hal. 289)

Editor: Ibn Yaqzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.