Mengenang KH. A. Tamamuddin Munji: Kewajiban Menjaga Kemuliaan Hak Asasi Manusia

Hak Asasi Manusia (HAM) memiliki ruang penting dalam ajaran Islam. Kajian HAM mulai menguat sejak dikampanyekan dunia Barat melalui gerakan HAM. Bersamaan dengan fenomena menguatnya respon masyarakat terhadap HAM, penulis menemukan dua model respon, yang pertama, timbul dari umat beragama yang beranggapan, bahwa HAM merupakan produk Barat dan merusak prinsip ajaran agama. Kedua, adanya sikap sebagian masyarakat yang mengabaikan ajaran agama dan bersama aktivis gerakan menjadikan HAM sebagai agama baru.

Mengenang KH. A. Tamamuddin Munji: Kewajiban Menjaga Kemuliaan Hak Asasi Manusia

Oleh: Ubaidillah Achmad

ARRAHMAH.CO.ID - Hak Asasi Manusia (HAM) memiliki ruang penting dalam ajaran Islam. Kajian HAM mulai menguat sejak dikampanyekan dunia Barat melalui gerakan HAM. Bersamaan dengan fenomena menguatnya respon masyarakat terhadap HAM, penulis menemukan dua model respon, yang pertama, timbul dari umat beragama yang beranggapan, bahwa HAM merupakan produk Barat dan merusak prinsip ajaran agama. Kedua, adanya sikap sebagian masyarakat yang mengabaikan ajaran agama dan bersama aktivis gerakan menjadikan HAM sebagai agama baru.

Kedua kelompok responden ini, justru telah menjadikan gerakannya sebagai penyokong ekstrimesme sistem kapitalis. Karenanya, jika tidak ada perbaikan bukan tidak mungkin akan membuka peluang masuknya ekstrimis dari kaum kapitalis yang menggunakan simbol agama (dari agama mana pun) dan memanfaatkan isu HAM. Dalam tulisan ini, penulis akan memaparkan beberapa catatan dari PP. Bait As Syuffah An Nahdliyah, menyambut haul yang pertama, KH. A. Tamamuddin Munji, tanggal 29 Maret 2018. Catatan ini dari lingkar pengajian dan diskusi PP. Bait As Syuffah An Nahdliyyah, yang beralamat di Njumput-Sidorejo Pamotan Rembang.

Sebelum membahas sub pembahasan berikut, perlu penulis sampaikan dari catatan pertama, yaitu arti penting hak asasi manusia secara universal tidak berbeda dengan apa yang ditemukan dalam ajaran agama, seperti Islam. Adapun perbedaannya, hanya terletak pada tindakan pembelaannya. Tindakan aktivis kemanusiaan, telah semangat membela HAM, namun lemah mencegah terjadinya pelanggaran terhadap HAM, baik yang merugikan diri sendiri maupun yang merugikan pihak lain.

Sebaliknya, ada oknum agamawan yang selalu melakukan pendampingan dan perbaikan atas kesalahan orang, namun mengabaikan sikap kritis kepada mereka yang memberikan pembenaran dan bermain dibalik isu HAM. Harusnya, para tokoh agama, misalnya, dari kalangan umat Islam juga berbicara mengkritisi adanya oknum aktivis HAM yang sebenarnya hanya bekerja untuk kaum kapitalisme global.

Tentu saja, penulis tidak akan membahas keseluruhan problem yang mengungkap pembahasan tentang relasi Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kewajiban Asasi Manausia (KAM). Dalam tulisan ini, penulis hanya akan membahas catatan yang relevan dengan arti penting bagaimana memahami Kewajiban dan Hak untuk kelangsungan hidup umat manusia. Pembahasan ini, dapat dijadikan bagian dari khazanah dari perspektif agama untuk pelaksanaan Hak Asasi manusia (HAM).
HAM Dan Masalah Keberagamaan NU

Jika pembelaan terhadap HAM berhenti pada kata pembelaan dan tidak dilihat dari aspek pencegahan tehadap hal yang dilarang dalam ajaran Islam, maka pelaksanaan gerakan HAM tidak akan efektif. Sebaliknya, akan terjadi paradok pembelaan HAM yang memberikan pembenaran terhadap sikap yang merugikan diri sendiri dan pihak yang lain.

Jadi, adanya sikap pencegahan terhadap perbuatan yang mengingkari kemanusiaan ini, relevan dengan teks "haram". Mengapa perlu ada pencegahan terhadap perbuatan yang tidak manusiawi dan merugikan (diri dan orang lain) ? karena jika perbuatan yang keji dan mungkar itu tidak dicegah akan merusak atau berakibat buruk pada diri sendiri maupun kepada orang lain. Sebaliknya, adanya perintah Allah kepada manusia, agar manusia melaksanakan tugas yang mulia dan yang utama. Setiap perintah, bertujuan untuk mendorong manusia agar mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dalam lingkungan masyarakat Nahdliyyin (masyarakat yang berbasis pada nilai keislaman yang menjadi prinsip Nahdlatul Ulama), terdapat tradisi keilmuan yang masih dipertahankan hingga sekarang. Salah satu tradisi itu, adalah kajian tentang masalah masalah keagamaan yang merujuk pada khazanah klasik Ulama abad pertengahan (masail diniyah). Tradisi ini didasarkan pada pemahaman mendalam para Ulama NU. Alasan mempertahankan tradisi ini, karena tidak mudah memahami secara langsung  terhadap teks kewahyuan dan kenabian tanpa merujuk kepada para Ulama yang memiliki sandaran keilmuan secara mutawatir hingga Nabi Muhammad.

Sehubungan dengan persoalan HAM dan tradisi keberagamaan NU, penulis kembali diingatkan kesibukan Kiai Tamam yang sejak kecil tumbuh di lingkungan pesantren Abahnya, KH. Abdullah Munji dari Kajen Pati, telah aktif mengikuti rangkaian masail diniyah di tingkat kabupaten Rembang. Di rembang, Kiai Tamam selalu aktif dalam pembahasan masail tingkat kabupaten yang akan di bahas lebih lanjut pada forum Ulama seluruh Indonesia. Hal ini, sebagai konsekuensi komitmen beliau menjaga marwah tradisi keilmuan NU dan amanah yang di embannya sebagai Rais Syuriyah NU Cabang Kab. Rembang. periode 1998 - 2003 dan 2003 - 2008.

Saya teringat, pernah diskusi sama Kiai Tamam seputar Hak Asasi Manusia (HAM). Kesempatan mendiskusikan tema ini, setelah pergantian dari rezim Orde Baru ke era baru pemerintahan Orde Reformasi, yang marak diperbincangkan di lingkungan Masyarakat NU tentang HAM. Dua hal berikut ini, yang pernah beliau sampaikan kepada penulis:

Pertama, masyarakat dan negara sama sama memiliki kewajiban menjaga HAM. Kewajiban menjaga HAM, justru bertujuan untuk menghindari pembelokan terhadap isu hak asasi sebagai alat yang digunakan untuk merusak hakikat kemanusiaan untuk semua. HAM bukan hanya milik segelinter orang atau mereka yang punya kepentingan kekuasaan dan sistem permodalan. HAM bukan hanya milik satu orang yang direbut dari kelemahan seseorang atau kekuatan seseorang.

Kedua, pelaksanaan HAM harus dimulai dari kewajiban asasi setiap orang menjaga lima keutamaan hukum Islam, supaya tidak banyak memakan korban. Hal ini dapat dibaca dari pengalaman menegakkan HAM. Dari catatan kedua ini, penulis diingatkan tentang arti penting membela kasus masyarakat Tegaldowo, yaitu masyarakat yang berbicara tentang hak atas tanah dan kekhawatiran akan kehilangan lingkungan yang lestari karena industri ekstraktif.

Dari kedua catatan ini dapat disimpulkan, bahwa Kewajiban asasi merupakan perintah yang harus dilaksanakan seseoang terkait dengan perintah yang sangat mendasar dari Allah yang disampaikan melalui utusan-Nya. Kewajiban ini untuk mencapai tujuan sesuai dengan proses pelaksanaan yang menjadi kewajiban seseorang. Adanya kewajiban ini untuk membangun kesadaran umat manusia, bahwa setiap manusia memiliki hak yang wajib dijaga bersama, jangan saling merugikan antara sesama umat manusia.

Berbeda dengan kewajiban asasi, hak asasi bersifat personal belum terikat dengan relasi antar hak hak yang lain, yang bersifat umum. Karenanya, ada hak asasi seseorang yang justru jika dilakukan akan merugikan diri sendiri dan merugikan yang lain. Dalam konteks ini, kewajiban asasi menjadi sangat penting untuk menjaga hak yang bersifat subjektif menjadi ramah terhadap hak hak yang lain.

Sehubungan dengan arti penting bagi setiap individu untuk  menjaga Hak Dan Kewajiban Asasi Manusia (HKAM), maka perlu dipahami bagaimana jika harus memilih di antara keduanya? Tentu saja, saat seseorang menuntut hak yang asasi, dia secara langsung harus menjalankan kewajiban asasi manusia. Karenanya, dalam ajaran agama Islam, bagi seseorang yang sudah terbebani pelaksanaan ajaran Islam, maka wajib melakasanakannya.

Karenanya, ancaman terhadap hak kemanusiaan harus segera dibendung dan dicegah secara bersama sama sebagai bentuk menjalankan kewajiban asasi manusia. Dengan pelaksanaan kewajiban asasi manusia diharapkan tidak memakan korban yang lebih besar lagi. Berikut ini, beberapa contoh kewajiban asasi manusia: mewujudkan hak atas kesehatan universal (Universal Health Coverage), menyediakan ruang dan sumber daya manusua dan Alam, mengakui dan melindungi hak-hak masyarakat adat dan untuk memberikan perlindungan yang diperlukan oleh para korban kekerasan seksual dan kekerasan berbasis gender.

Yang termasuk kewajiban asasi manusia, yaitu memberikan akses untuk barang dan jasa fundamental yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas, memastikan agar kegiatan bisnis tidak dilakukan dengan melanggar hak-hak masyarakat, memastikan perlindungan bagi para pejuang HAM, menjaga ekstremis yang dimainkan di arena politik yang mengkhawatirkan pihak yang terdiskriminasi di berbagai wilayah di Indonesia.

Sumber Hukum Kewajiban Asasi

Yang perlu dipahami, adanya perintah wajib dan keharusan melakukan pencegahan terhadap perbuatan yang dilarang, adalah bukan sebagai penanda ketidaktegasan ajaran Islam  terhadap HAM. Islam menjaga dan melindungi HAM, namun bukan berarti boleh melakukan secara bebas tanpa kendali sikap, yang akan merugikan diri sendiri dan pihak yang lain.

Konsep HAM sama dengan pandangan, yang selama ini merujuk pada kaidah pemahaman terhadap teks kewahyuan. Adanya penekanan pandangan dan gerakan tentang HAM, seperti pada catatan diskusi ini, adalah bentuk dari dominasi perspektif lima prinsip tujuan hukum Islam. Kelima prinsip ini, bertujuan untuk menandai kemuliaan anak cucu Adam. Kemuliaan anak cucu Adam ini, sudah di nash dalam Al Quran, yang dikutip dari penegasan teks wahyu, berbunyi "walaqad karramna bani adama".

Sehubungan adanya lima prinsip ajaran Islam ini, bersumber dari konsep Imam Al Juweni dalam kitab Al-Burhan dan Al-Waraqat dan prinsip Imam Al-Ghazali dalam kitab Al-Mustashfa fi Ilmi al-Ushul. Konsep ini dikenal dengan lima prinsip jalan yang lurus sesuai dengan pedoman tujuan pokok pembuat syariah Islam: memelihara agama (حفظ الدين), menjaga individu (حفظ النفس), memelihara akal (حفظ العقل), memelihara keturunan (حفظ النسل) dan menjaga harta (حفظ المال). Selain tujuan ini, yang perlu diperhatikan dalam implementasi pelaksanaan HAM, adalah menarik manfaat untuk menolak keburukan yang akan terjadi bagi kelangsungan hidup manusia.

Konsep Imam Al Juweni dan Imam Al Ghazzali ini, telah masyhur di kalangan pesantren dan sudah melahirkan banyak karya tentang pelaksanaan ajaran Islam relevansinya dengan kehidupan sosial, politik, budaya dan perkembangan modernitas. Selain itu, konsep Imam Juweni dan Imam Al Ghazzali ini, juga melahirkan banyak analisis tentang pelaksanaan HAM yang merujuk pada konsep ini.

Dalam hal ini, Kiai Tamam pernah menyampaikan pembelajaran kepada penulis, agar melakukan kajian dan aktif terlibat dalam gerakan HAM, namun jangan melupakan kewajiban asasi manusia, sebagaimana dijelaskan dalam konsep Imam Al Juweni dan Imam Al Ghazzali. Konsep ini, telah memudahkan para pengkaji hukum Islam terhadap teks kewahyuan tentang pelaksanaan ajaran Islam. Misalnya, QS Al Baqarah 2:185, QS Al-Hadid :23, QS An Nisa 4:160, QS An Nisa 4:105,

Selain itu, dalam pandangan penulis, arti penting penggunaan lima tujuan pembentukan tata aturan dalam ajaran Islam ini, dapat menjadi dasar pemahamam terhadap isu HAM yang menguat di tengah gerakan aktivis HAM. Misalnya, terkait dengan kerangka “Faith for Rights” atau "Iman untuk Hak Asasi Manusia " untuk menetapkan peran "Agama dan Keyakinan" dalam membela "Hak". Isu ini, sekarang ini telah menjadi komitmen bersama dalam semua agama dan kepercayaan untuk "menegakkan martabat dan nilai yang setara untuk semua manusia".

Hal ini, juga sesuai dengan Pasal 1 dalam Deklarasi Universal untuk Hak Asasi Manusia, yang menetapkan tanggung jawab bagi komunitas keagamaan, pemimpin dan pengikut mereka untuk memastikan bahwa tidak ada yang mengalami diskriminasi dalam keberagamaan. Dengan kata lain, semua orang berhak mendapatkan proses peradilan yang adil.

Sebagai catatan akhir, sudah menjadi kewajiban sebagai umat Islam melindungi Hak Asasi Manusia, namun bukan berarti memberikan pembenaran terhadap sikap dan perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam. Jika melakukan pendekatan kepada mereka yang berbuat salah supaya kembali kepada ajaran, maka boleh dilakukan. Semua pendekatan, harus berupaya untuk perbaikan dan pendampingan dengan tujuan supaya menjadi sikap dan perbuatan yang sesuai prinsip ajaran Islam.

Sebaliknya, jika ada perbuatan seseorang yang berbahaya dan mengancam kelangsungan lima kinsep di atas, maka negara berhak mengambil tindakan sesuai dengan UU yang berlaku dalam sistem pemerintahan NKRI.

Ubaidillah Achmad, Penulis Islam Geger Kendeng dan Suluk Kiai Cebolek, Khadim PP. Bait As Syuffah An Nahdliyah Sidorejo Pamotan Rembang.

Editor: Ibn Yaqzan

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Mengenang KH. A. Tamamuddin Munji: Kewajiban Menjaga Kemuliaan Hak Asasi Manusia
Mengenang KH. A. Tamamuddin Munji: Kewajiban Menjaga Kemuliaan Hak Asasi Manusia
Hak Asasi Manusia (HAM) memiliki ruang penting dalam ajaran Islam. Kajian HAM mulai menguat sejak dikampanyekan dunia Barat melalui gerakan HAM. Bersamaan dengan fenomena menguatnya respon masyarakat terhadap HAM, penulis menemukan dua model respon, yang pertama, timbul dari umat beragama yang beranggapan, bahwa HAM merupakan produk Barat dan merusak prinsip ajaran agama. Kedua, adanya sikap sebagian masyarakat yang mengabaikan ajaran agama dan bersama aktivis gerakan menjadikan HAM sebagai agama baru.
https://4.bp.blogspot.com/-3FieNWZQKmM/Wp5gMYNwZgI/AAAAAAAARsY/_tjl9Piipi4eBO1Pmq-hSy8qC6qnUpX6wCLcBGAs/s640/KH.%2BTamamudin%2BMunji.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-3FieNWZQKmM/Wp5gMYNwZgI/AAAAAAAARsY/_tjl9Piipi4eBO1Pmq-hSy8qC6qnUpX6wCLcBGAs/s72-c/KH.%2BTamamudin%2BMunji.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2018/03/mengenang-kh-tamamuddin-munji-kewajiban.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2018/03/mengenang-kh-tamamuddin-munji-kewajiban.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content