KH. A. Nafi' Abdullah: Guru Sufi Yang Memancarkan Cahaya Islam Di Tengah Keragaman Budaya

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, relasi Islam dan kearifan lokal dikejutkan oleh sikap sebagian orang yang mempermasalahkannya. Mereka ini beranggapan, Islam tidak bisa bersinergis dengan kearifan lokal dalam kebudayaan masyarakat. Anggapan ini berimplikasi pada sikap dan perilaku yang membenturkan umat Islam dengan tradisi budaya. Hal ini berpengaruh pada konflik antar sebagian umat Islam dengan kelompok masyarakat yang masih kuat dengan tradisi dan budaya lingkungannya.

KH. A. Nafi' Abdullah: Guru Sufi Yang Memancarkan Cahaya Islam Di Tengah Keragaman Budaya

Oleh: Ubaidillah Achmad

ARRAHMAH.CO.ID - Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, relasi Islam dan kearifan lokal dikejutkan oleh sikap sebagian orang yang mempermasalahkannya. Mereka ini beranggapan, Islam tidak bisa bersinergis dengan kearifan lokal dalam kebudayaan masyarakat. Anggapan ini berimplikasi pada sikap dan perilaku yang membenturkan umat Islam dengan tradisi budaya. Hal ini berpengaruh pada konflik antar sebagian umat Islam dengan kelompok masyarakat yang masih kuat dengan tradisi dan budaya lingkungannya.

Pengaruh ideologi kaum yang anti terhadap sinergisitas antara Islam dan budaya, telah dikenal sebagai pengikut ideologi transnasional, yaitu ideologi yang bersumber dari luar kultur masarakat lokal. Meskipun demikian, kemunculan kaum ideologi transnasional tidak sendiri versus Islam nusantara, karena masih ada beberapa pengikut fanatik dari umat Islam, yang belum menerima pribumisasi islam. Karenanya, perlu memahami makna pribumisasi Islam, yaitu sebagai konsep dasar menjalankan keberagamaan yang ramah terhadap kearifan lokal, baik dari aspek ritual maupun kebudayaan. Konsep pribumisasi Islam ini, yang menjadi dasar bangunan keberlangsungan Islam Nusantara di Indonesia.

Inti ajaran dari Islam nusantara, adalah proses pelaksanaan ajaran Islam secara total dan tidak menjadikannya sebagai paradigma dan sumber konflik dengan unsur kearifan lokal. Sedangkan, kearifan lokal, adalah sebuah pandangan, sikap dan perilaku yang mengajarkan keutamaan dan kemuliaan dari unsur budaya yang terdapat dalam kehidupan masyarakat lokal.

Sehubungan dengan adanya ideologi transnasional di satu sisi, dan keutamaan pandangan Islam nusantara di sisi yang lain, telah memunculkan keberagamaan masyarakat sesuai dengan visi Islam nusantara, namun juga telah menimbulkan konflik keberagamaan yang tidak kunjung selesai. Karenanya, penulis menganggap perlu untuk memaparkan sisi kebudayaan relevansinya dengan nilai ajaran Islam. Dari sisi kebudayaan, akan penulis sampaikan cakupan makna kebudayaan bagi kehidupan umat manusia. Cakupan makna kebudayaan ini, akan penulis pahami dari nilai ajaran agama Islam yang penulis petik dari hikmah pesan KH. A. Nafi' Abdillah Kajen Pati.

Guru Sufi Memancarkan Cahaya Islam

Yang penulis maksudkan dengan guru sufi di sini, adalah KH. A. Nafi' Abdillah. Beliau adalah seorang Ulama, dari Putra KH. Abdullah Salam, yang memiliki jalur kenasapan hingga Syekh Achmad Al Mutamakkin Kajen Pati. Kiai Nafi' memiliki akhlak yang mulia yang dapat memberikan contoh kepada para santri dan masyarakat. Banyak dari generasi dzuriyah Syekh Achmad Al Mutamakkin yang merasakan dampingan dan bimbingan beliau. Beliau memiliki kesabaran yang tinggi untuk mengarahkan putra para Kiai Kajen.

Dalam subbab ini, penulis akan mengkaji pesan Kiai Nafi yang mengantarkan penulis untuk bisa memahami relasi antar Islam dan Budaya. Dalam sebuah kesempatan, pernah Kiai Nafi' berpesan kepada Penulis, yang hingga kini terasa masih mewarnai cara pandang penulis tentang sebuah kebudayaan dan kearifan lokal.

Berikut pesan dimaksud,"awak-e dewi kue kudu ngerti lan nyesuwekke, ana ing empan papan lan kahanan, ara perlu gampang nyalahke liyan lan gawe permusuhan. yen lagi ora cocok karo liyan aja gampang geting lan musuhi, sebabe sewaktu waktu sedulur lan kadang sing ora cocok kue, iso dadi seduluran lan kanggo pitulungan. Kabeh peristiwa kue ana hikmah sing iso dipetik kanggo lelakon sing luwih tatrap lan pantes, lan kabih hikmah kue iso dadi ilmu kanggone wong kang ngerti lan jeru nalari. Iki, sing dadi suratane wahyu, supaya manusa kuwi pada saling serawung lang pada saling ngenal kauripan lan ngenal siji lan sijine sing beda beda."

Pesan ini merupakan ringkasan dari yang penulis terima, karena penulis tidak dapat merekap semuanya, sehingga penulis hanya membatasi ungkapan beliau pada batasan pesan di atas. Dalam pandangan penulis, pesan di atas merupakan pesan yang memiliki daya energi cahaya yang dapat memahamkan pembaca tentang arti hidup dalam sebuah lingkungan yang berkebudayaan. Karenanya, pesan di atas cocok untuk membangun perspektif relasi antara Islam dan Budaya.

Adapun cakupan makna dari pesan di atas, dapat penulis pahami, sebagaimana berikut: pertama, awak-e dewi kue kudu ngerti lan nyesuwekke, ana ing empan papan lan kahanan. Pesan ini memiliki maksud: kita itu harus mengerti dan menyadari serta menyesuaikan hubungan relasi antar manusia dan lingkungannya serta kebudayaan masyarakat. Kita harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap kondisi keberadaan kita, kapan dan di mana kita berada serta dalam suasana kondisi yang seperti apa? hal ini harus benar benar kita pahami supaya dapat menambah pengetahuan dan kematangan pikiran memahami konsep hidup secara lebih bersahaja dan menguatkan sistem bersaudara dengan sesama umat manusia.

Kedua, ora perlu gampang nyalahke liyan lan gawe permusuhan. yen lagi ora cocok karo liyan aja gampang geting lan musuhi, sebabe sewaktu waktu, manungsa kue iso dadi seduluran lan. Artinya, seseorang itu tidak perlu mudah menyalahkan orang lain (pihak lain). Juga, jangan sampai membuat permusuhan dan kebencian antar sesama umat manusia. 

Karenanya, jika seseorang sedang tidak cocok dengan seaamanya, maka tidak perlu benci dan memusuhinya. Keberadaan manusia itu, sewaktu waktu bisa menjadi jalinan persaudaraan yang kokoh yang bisa saling menguatkan.

Ketiga, kabeh peristiwa kue ana hikmah sing iso dipetik kanggo lelakon sing luwih tatrap lan pantes, lan kabih hikmah kue iso dadi ilmu kanggone wong kang ngerti lan jeru nalari. Artinya, Semua peristiwa itu memiliki hikmah yang tersembunyi. Hikmah ini dapat dipetik dan dapat digunakan untuk membentuk pandangan, sikap dan perilaku keseharian yang lebih berkepribadian yang memiliki visi ke depan di tengah kehidupan sosial, politik dan kebudayaan. Karenanya, setiap hikmah itu dapat menjadi ilmu hakikat yang dapat dimiliki seseorang untuk lebih mengerti makna hidup dan untuk mempertajam nalar membaca kehidupan.

Keempat, iki, sing dadi suratane wahyu, supaya manusa kuwi pada saling serawung lang pada saling ngenal kauripan lan ngenal siji lan sijine sing beda beda. Artinya, Hal ini yang bisa dipetik dari pesan wahyu, yaitu supaya sessorang itu bisa saling: membangun relasi persaudaraan dalam keragaman, mengenal relasi kehidupan dengan lingkungannya, dan mengenal yang lain dalam keragaman kebudayaan dan keberagamaan.

Guru Sufi Dan Sistem Kebudayaan Masyarakat

Keberadaan Kiai Nafi' merupakan keberadaan yang sudah menandai sejarah keberagamaan dan keragaman Islam Nusantara. Ada banyak prinsip ajaran Islam yang diajarkan beliau dengan sangat ketat dan disiplin, namun beliau juga mengajarkan keterbukaan sikap mu'amalah dengan budaya lokal. Pesan beliau di atas menegaskan arti penting relasi keragaman dalam sistem kehidupan sosial.

Sosok Kiai Nafi' ----yang memiliki akhlak mulia dan menjaga kesucian prinsip ajaran Islam di tengah hiruk pikuk kepentingan sosial politik, telah memancarkan cahaya iman dan dzikir kepada sesama umat manusia. Cahaya dzikir beliau telah banyak mengantarkan para santri dan para tamu dari berbagai elemen masyarakat yang silih berganti berdatangan memohon pencerahan dari beliau. Beliau memiliki kasih sayang yang tinggi kepada santri dan berbagai elemen masyarakat yang berbeda suku, agama, dan kebudayaan. Lalu, bagaimana keberadaan Kiai Nafi' di tengah sistem budaya masyarakat?

Sebelum membaca peran Kiai Nafi' dalam sistem kebudayaan, perlu memahami arti kebudayaan, yang berasal dari kata “budaya” yang diberi imbuhan “ke-an". Istilah budaya diambil dari bahasa Sansekerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Karenanya, kebudayaan sangat terkait dengan akal. Istilah kebudayaan, juga sering disebut culture, berasal dari kata Latin colere yang berarti “mengolah, mengerjakan,” terutama mengolah tanah atau bertani (Koentjaraningrat: 2000, p. 181-182).

Sehubungan dengan makna kebudayaan ini, telah muncul dari berbagai pandangan, berikut: pertama, keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain. Kedua, keseluruhan pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang dipahami seseorang. Ketiga, hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat, serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Ketiga pandangan ini dapat ditemukan pada generasi ke generasi dalam bentuk peninggalan yang masih bertahan hingga kini. Meskipun demikian, telah banyak yang musnah. Bentuk bentuk dari kebudayaan ini, dapat dibaca pada corak kepercayaan, pemikiran dan nilai hidup, adat istiadat, sistem sosial, wujud lukisan, tulisan, arsitektur rumah, asesoris rumah tangga, candi dan lainnya. Dari bentuk kebudayaan ini, telah berkembang sistem nilai budaya, yang berupa: hakikat hidup manusia, karya manusia, waktu manusia, dan hubungan manusia.

Jika penulis amati dari pesan Kiai Nafi' di atas, beliau memiliki konsistensi yang tinggi terhadap prinsip aqidah dan tasawuf, namun beliau sangat terbuka dalam konteks relasi antar sesama umat manusia. Tentu saja, sikap keterbukaan seseorang tidak boleh merusak prinsip yang sudah diterima dari jejak kenabian, Nabi Muhammad, Walisongo, Syekh Ahmad Al Mutamakkin.

Dalam pesan Kiai Nafi' dan sistem kebudayaan  di atas, memiliki kesamaan, yaitu mengajarkan dua prinsip keutamaan: pertama, memberikan rasa aman dan kenyamanan terhadap hak kemanusiaan pihak yang berbeda keyakinan. Kedua, memetik tata keutamaan yang sudah menjadi nilai kearifan lokal. Jadi, bagi santri dan masyarakat dampingan Kiai Nafi' ditekankan untuk bersikap lebih bersahaja dengan budaya lokal dan nilai nilai budaya yang mengajarkan keutamaan hidup. Kedua prinsip ini, dalam analisis penulis, merupakan bagian dari keutamaan yang sudah diajarkan leluhur Kiai Nafi', yaitu sejak Syekh Ahmad Al Mutamakkin.

Ubaidillah Achmad, Penulis Islam Geger Kendeng dan Suluk Kiai Cebolek, Khadim PP. Bait As Syuffah An Nahdliyah Sidorejo Pamotan Rembang.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: KH. A. Nafi' Abdullah: Guru Sufi Yang Memancarkan Cahaya Islam Di Tengah Keragaman Budaya
KH. A. Nafi' Abdullah: Guru Sufi Yang Memancarkan Cahaya Islam Di Tengah Keragaman Budaya
Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, relasi Islam dan kearifan lokal dikejutkan oleh sikap sebagian orang yang mempermasalahkannya. Mereka ini beranggapan, Islam tidak bisa bersinergis dengan kearifan lokal dalam kebudayaan masyarakat. Anggapan ini berimplikasi pada sikap dan perilaku yang membenturkan umat Islam dengan tradisi budaya. Hal ini berpengaruh pada konflik antar sebagian umat Islam dengan kelompok masyarakat yang masih kuat dengan tradisi dan budaya lingkungannya.
https://2.bp.blogspot.com/-5FdrgMRh3RY/WqI63NoXc1I/AAAAAAAAR2U/XA7HY-5UNTwQtECW58xBoN4DPSUb3LOAQCLcBGAs/s640/KH%2BNafi%2527%2BAbdillah%2BKajen%252C%2BMursyid%2BThoriqoh.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-5FdrgMRh3RY/WqI63NoXc1I/AAAAAAAAR2U/XA7HY-5UNTwQtECW58xBoN4DPSUb3LOAQCLcBGAs/s72-c/KH%2BNafi%2527%2BAbdillah%2BKajen%252C%2BMursyid%2BThoriqoh.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2018/03/kh-nafi-abdullah-guru-sufi-yang.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2018/03/kh-nafi-abdullah-guru-sufi-yang.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content