Beranda Fikih Tata Cara Shalat Khauf (Dalam Kondisi Tidak Aman)

Tata Cara Shalat Khauf (Dalam Kondisi Tidak Aman)

269
0

ARRAHMAH.CO.ID – Shalat khauf adalah shalat dalam kondisi tidak aman, karena berhadapan dengan musuh, terutama dalam kondisi perang. (Hasyiah Al-Bajuri, juz 1, hal. 236)

Shalat khauf ini menjadi kekhususan yang disyariatkan kepada umat Nabi Muhammad SAW pada tahun 6 hijriyah.

Dikatakan bahwa saat itu Rasulullah bersama sahabat sedang menuju ke Makkah, tetapi ada 200 pasukan kaum musyrik dipimpin Khalid bin Walid yang menghadang.

Kebetulan waktu shalat Dzuhur telah tiba, maka kemudian mereka mengatakan, “Sekarang telah tiba saatnya bagi mereka untuk shalat, yang lebih mereka sukai daripada anak-anak dan diri mereka sendiri.

” Kaum musyrik berpikir inilah saat yang tepat.Pada saat itulah malaikat Jibril turun untuk menyampaikan ayat 102 surat An-nisa, yang terkait perintah shalat khauf. (Tafsir Ibnu Katsir, juz 1, hal. 834)

loading...

Sesungguhnya di dalam shalat ini ada banyak keringanan. Di mana dibolehkan sambil memukul, menebas, menendang, atau gerakan lain bersamaan dalam kondisi shalat.

Gerakan yang sekiranya dibutuhkan untuk menyelamatkan diri atau menghalau musuh dibolehkan

Meski demikian, ulama memilahnya menjadi tiga cara di dalam melakukannya.

Pertama, jika musuh tidak berada di arah qiblat (di belakang). Dalam kondisi begini maka jama’ah dibagi oleh imam menjadi dua bagian, satu bagian berdiri menghadap musuh (kelompok 1) dan satu bagian membelakangi musuh (kelompok 2). (At-Tadzhib, hal. 80)

Jika sudah dibagi, selanjutnya imam sholat bersama dengan bagian yang membelakangi musuh (kelompok 2) satu raka’at, selanjutnya mereka (kelompok 2) menyelesaikan sendiri, lalu menghadap ke arah musuh.

Lalu datang kelompok 1 sholat bersama imam satu roka’at, lalu menyelesaikan sendiri, imam menunggu sehingga salam bersama kelompok 1.

Cara shalat yang pertama ini didasarkan pada hadits riwayat Bukhari (3900) dan Muslim (842) dan lainnya, dari Sholih bin Khowwat, dari orang yang menyaksikan Rasulullah saw. sholat  khauf pada hari Dzatir Ruqo’, bahwa sebagian membentuk shof untuk sholat bersama beliau, sedang sebagian menghadap ke arah musuh.

Maka Nabi sholat bersama sebagian yang pertama satu roka’at, lalu Nabi tetap dalam keadaan berdiri, sementara makmum menyelesaikan sendiri-sendiri sholat mereka, lalu bubar dan membentuk barisan menghadap musuh.

Lalu datang sebagian lain, maka Nabi sholat bersama mereka satu roka’at sisa dari sholat Nabi. Lalu Nabi tetap dalam duduk, sedangkan makmum menyelesaikan sholat mereka, lalu Nabi salam bersama mereka.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.