Billboard Ads

Gagal Mewujudkan Mimpinya 'Jihad' Ke Suriah, Suliono Akhirnya Lakukan Amaliah Serangan di Gereja St. Lidwina

ARRAHMAH.CO.ID - Polda DIY masih mendalami keterangan Suliono (23), pelaku penyerangan di Gereja Lidwina, Sleman. Dari hasil profiling kepolisian, Suliono terindikasi memiliki paham radikal.

"Sementara yang bersangkutan berasal dari Banyuwangi, pernah di Sulawesi Tengah, pernah di Poso, Magelang, dan ada indikasi kuat yang bersangkutan ini ada paham radikal yang prokekerasan," ujar Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Tito menyebutkan tersangka juga pernah membuat paspor untuk berangkat ke Suriah. Tapi hal itu tidak berhasil dia lakukan.

"Akhirnya (tersangka) melakukan amaliyah untuk menyerang orang 'kafir' versi dia. Yang bersangkutan sangat mendekati bahwa yang bersangkutan adalah sosok yang radikal," lanjut Kapolri.

Pernyataan Kapolri juga dipertegas Kadiv Humas Mabes Polri.

“Dia transitnya pernah dia apply paspor yang informasinya dia akan ke Suriah,” kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto dikantornya, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

Setyo menjelaskan, upaya pelaku untuk pergi ke luar negeri sebetulnya sudah sempat beberapa kali dilakukan. Namun, otoritas Imigrasi sempat menolak. Pasalnya, beberapa administrasi pelaku dianggap kurang lengkap.

“Kalau tidak salah dia KTP-nya atau apa yang kurang bisa diterima oleh imigrasi. Sehingga paspornya ditolak Imigrasi Magelang dan Jogja,” tutur Setyo.

Kemudian, informasi itu mengenai besarnya niatan pelaku hendak jihad ke luar negeri diperkuat dengan hasil interogasi yang dilakukan kepolisian pasca-penyerangan Gereja Santa Lidwina.

Menurut Setyo, pelaku memang memiliki keinginan yang kuat untuk pergi ke negara konflik dengan dalih jihad. “Dua atau tiga kali. Saya dapat info dia memang berupaya melakukan jihad mau ke luar negeri,” ucap Setyo.

Dalam kasus penyerangan, S telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi setelah dilakukan interogasi di rumah sakit. S harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit lantaran saat ditangkap dihadiahi timah panas, lantaran menyerang petugas dan korban lainnya.

Suliono berhasil dilumpuhkan dengan ditembak di bagian kaki oleh polisi saat melakukan penyerangan. Kapolri mengapresiasi tindakan tersebut.

(detik.com/okezone)

Editor: Ibn Yaqzan