Beranda News Nasional Betapa Harmonisnya Muslim Malaysia dan Etnis Tionghoa Saat Perayaan Imlek

Betapa Harmonisnya Muslim Malaysia dan Etnis Tionghoa Saat Perayaan Imlek

0
0
Betapa Harmonisnya Muslim Malaysia dan Etnis Tionghoa Saat Perayaan Imlek

ARRAHMAH.CO.ID – Masyarakat etnis Tionghoa di seluruh dunia merayakan Tahun Baru Imlek. Tahun ini, Imlek bertema Tahun Anjing Tanah.

Tetapi, insiden misterius terjadi di Malaysia. Simbol perayaan Imlek yang terpajang di ruang-ruang publik lenyap, berganti tanda-tanda berisi informasi mengenai tahun baru itu.

Kondisi ini muncul karena anjing dan babi dianggap najis. Sebagai penghormatan, etnis Tionghoa menyensor beredarnya simbol dua hewan itu agar tak menimbulkan reaksi dari masyarakat.

” Kami adalah orang bisnis yang sangat praktis,” kata Ketua Malaysian Shopping Malls Association, Eddy Chen, kepada Nikkei Asia.

Chen mengatakan, sensor itu bukan pertama kali dilakukan manajemen pusat perbelanjaan. Meski begitu, para pengunjung mal menganggap keputusan menghilangkan logo perayaan Imlek itu terlalu reaktif.

loading...

” Itu hanya sebuah simbol, saya tak mengerti mengapa mereka begitu takut,” kata Muslimah Zarinah Zainal.

Departemen Pengembangan Islam Malaysia telah mengeluarkan pernyataan mengenai penggunaan simbol perayaan Imlek itu pada Senin lalu. Mereka meminta masyarakat Malaysia untuk menghormati penggunaan simbol itu karena penggunaan hewan-hewan tersebut merupakan bagian dari perayaan Imlek.

Upaya moderasi itu menjadi kebijakan pemerintah untuk mempertahankan persatuan di Malaysia. Tapi bisnis tidak mungkin mengambil risiko. Chen memilih ” menahan” pertunjukkan Tahun Babi.

” Ada banyak cara untuk menghias mal,” kata Chen.

Malaysia cukup ketat memberlakukan sensor terhadap barang-barang yang dinilai bertentangan dengan syariat Islam. Bahkan meskipun hanya sebatas nama.

Seperti yang terjadi pada restoran cepat saji Auntie Anne. Dewan Mufti Malaysia sampai membuat maklumat agar retail asal Amerika Serikat ini mengganti nama menu Pretzel Dog dengan Pretzel Sausage untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat.

Editor: Muhammad Iqbal
Sumber: Dream.co.id

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.