Billboard Ads

ARRAHMAH.CO.ID - Sunnat haiat dalam shalat Jum’at disebut ada empat.

Hal ini didasarkan kepada hadist riwayat Bukhari (843) dan lainnya, dari Sulaiman al Farisie ra. ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Seseorang yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai dengan kemampuannya, memakai minyak wangi, atau mengusapkan sesuatu yang harum di rumahnya. Lalu dia keluar, tidak memisahkan antara dua orang, lalu dia sholat yang ditentukan baginya, dan dia diam ketika imam berbicara. Maka bagi orang itu akan diampuni dosanya antara sekarang dan Jumat yang akan datang” (At-Tadzhib, hal. 72)

Adapun detail sunnah-sunnah ini yaitu:

Pertama, mandi dan membersihkan badan.  Mandi ini rentang waktunya, yaitu saat fajar Shadiq keluar. Artinya saat waktu subuh, sampai mendekati waktu pelaksanaan shalat Jum’at.

Oleh karena itu, jika seseorang saat subuh mandi dan diniatkan untuk shalat Jumat, maka ia mendapatkan kesunahnnya. Meskipun yang utama, mandi Jum’at adalah saat dekat waktu shalat, agar hal-hal yang mengusik orang lain, dari bau badan, keringat, atau bau mulut telah dibersihkan.

Jika ternyata karena satu dan lain hal tidak bisa menggunakan air. Apakah itu karena ketiadaan air, atau karena adanya luka yang tidak boleh terkena air, maka dibolehkan untuk menggantinya dengan tayammum. (Al-Iqna, hal. 382)

Kedua, memakai baju putih.

Hal ini didasarkan pada keterangan riwayat Ahmad: “Dan memakai pakaian yang paling bagus di antara pakaiannya”. Dipilihnya pakaian serba putih, berdasarkan hadits at Tirmidzy ‎(994) dan lainnya: “Pakailah pakaianmu yang serba putih, sesungguhnya itu adalah yang terbaik dari pakaianmu, dan kafanilah dengan kain putih mayitmu”.(At-Tadzhib, hal. 72)

Di dalam kitab Syamail Muhammadiyah, warna selain putih yang disukai Rasulullah atau yang ada riwayat pernah dipakai oleh beliau adalah hijau, merah, dan hitam. Karena itu, warna-warna ini bisa menjadi pilihan lain, selain warna putih.

Ketiga, memotong kuku.

Diriwayatkan oleh al-Bazzar di dalam kitab Musnadnya: bahwasanya Nabi SAW memotong kuku beliau dan mencukur kumis beliau pada hari Jum’at.

Selain memotong kuku ini juga dianjurkan untuk memotong rambut kepala, rambut kemaluan, dan rambut-rambut yang lain.

Keempat, memakai wewangian. Memakai wewangian ini sebetulnya tidak hanya saat mau shalat, tetapi juga dianjurkan dalam kesempatan-kesempatan yang lain

Demikian, moga berkenan.


Oleh: Ustadz Fathuri Ahza Mumtaza