Thursday, 11 January 2018


Bolehkah Shalat Jum'at Bagi Perempuan?


BAGAIMANA HUKUMNYA PEREMPUAN IKUT SHALAT JUM’AT?

ARRAHMAH.CO.ID - Benar bahwa shalat Jum’at diwajibkan bagi muslim laki-laki, tidak bagi perempuan. Namun, bagaimana jika mereka ikut shalat Jum’at?

Jika ada perempuan ikut shalat Jum’at, tidak ada yang membantah bahwa hukumnya sah, sebagai ganti shalat Dzuhur. Artinya, tidak perlu mengulang shalat Dzuhur, karena shalat Jum'atnya telah menggantikannya.

Hanya ulama kemudian berbeda tentang keutamaannya, apakah memang perempuan dianjurkan ikut shalat Jum’at, ataukah tidak?

Pertama, menurut madzhab Hanafi, ditegaskan bahwa yang lebih utama bagi perempuan, baik yang sudah renta maupun masih muda, untuk shalat Dzuhur di rumahnya. Sebab shalat jum’at tidak diwajibkan bagi mereka. (Al-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba’ah, juz 1, hal. 349)

Kedua, menurut madzhab Maliki, bagi perempuan yang sudah tua, maka dibolehkan shalat jum’at di masjid, karena ia sudah lepas dari pandangan negatif laki-laki. Sebaliknya, bagi perempuan yang muda dan menarik, yang ditakutkan menimbulkan fitnah, maka diharamkan untuk ikut shalat Jum’at.

Ketiga, menurut madzhab Syafi’i, dimakruhkan bagi perempuan secara mutlak untuk ikut shalat Jum’at. Tetapi ada pengecualian bagi perempuan tua yang memakai pakaian tertutup, tidak memakai wangi-wangian, dan berhias, maka dibolehkan. Nah, kebolehan ini disyaratkan dua hal: satu, mendapat izin walinya. Kedua, tidak menimbulkan fitnah bagi masyarakat.

Keempat, menurut madzhab Hambali, bahwa dibolehkan perempuan untuk ikut shalat Jum’at. Tetapi hal ini dimakruhkan bagi perempuan-perempuan yang tampak menawan dan menarik perhatian kaum laki-laki (Al-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba’ah, juz 1, hal. 349)

Demikian penjelasannya, wallahu a'lam bish-shawab

Oleh: Ustadz Fathuri Ahza Mumtaza

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post