Billboard Ads

Pada Ngambek? Dunia Tolak Penetapan Yerusalem Sebagai Ibukota, Amerika dan Israel Kompakan Keluar dari UNESCO

ARRAHMAH.CO.ID - Buntut pernyataan sepihak Presiden Amerika, Donald Trup terkait Yerusalem menjadi masalah panjang.

Pasalnya, selain mendapat kecaman banyak negara hingga organisasi internasional sekelas PBB, Amerika enggan menarik pernyataannya tersebut malah justru semakin menjadi-jadi.

Setelah mengancam negara-negara yang menggugatnya dalam sidang PBB kala itu, kini Amerika membuat gebrakan baru.

Dikabarkan dari Indozone.id Minggu (31/12/2017), Amerika dan Israel sama-sama menyatakan keluar dari UNESCO.

Kepastian Israel disampaikan sekitar dua bulan setelah pihaknya mengumumkan keputusan untuk mengikuti langkah Amerika Serikat yang terlebih dahulu keluar dari UNESCO.

Direktur Jenderal (Dirjen) UNESCO, Audrey Azoulay, menyatakan dirinya telah diberitahu secara resmi oleh Israel pada Jumat (29/12) waktu setempat.

Dalam pemberitahuan itu, Israel menyatakan resmi keluar dari UNESCO pada 31 Desember 2018.

Azoulay menyesalkan keputusan Israel keluar dari UNESCO yang merupakan Organisasi Kebudayaan, Keilmuan dan Pendidikan PBB ini.

"Saya sungguh menyesalkan hal ini, karena menurut saya, hanya di dalam UNECSO dan bukan di luarnya, negara-negara bisa mengatasi perbedaan dalam bidang-bidang yang menjadi kompetensi organisasi ini," ucapnya.

AS mengumumkan keputusan keluar dari UNESCO pada 12 Oktober lalu, setelah menuding badan PBB itu memiliki kecenderungan anti-Israel.

Saat itu, AS menilai berbagai resolusi yang diterbitkan UNESCO lebih memihak Palestina.

Salah satunya soal sengketa tempat warisan budaya di Yerusalem dan wilayah Palestina.

AS dan Israel tidak sepakat dengan keputusan UNESCO menetapkan Hebron dan dua kuil di jantung wilayah itu (makam Para Patriark Yahudi (Jewish Tomb of the Patriarch) dan Masjid Ibrahim) sebagai situs warisan dunia yang berada dalam bahaya atau 'Palestinian World Heritage Site in Danger'.

Tidak hanya itu, tahun lalu, UNESCO merilis resolusi yang didukung negara-negara Arab yang isinya kecaman terhadap kebijakan Israel di tempat-tempat religius di Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

Jauh sebelum itu, ketegangan antara Israel dan AS dengan UNESCO mulai mencuat sejak Badan PBB itu secara kontroversial mengakui Palestina sebagai 'negara anggota' pada tahun 2011 lalu.

Langkah itu terang-terangan ditentang Israel dan AS yang menegaskan bahwa pengakuan apapun terhadap Palestina harus menunggu kesepakatan damai Timur Tengah.

UNESCO yang beranggotakan 195 anggota ini dikenal menghasilkan daftar 'World Heritage Sites' yang banyak menjadi pilihan para wisatawan.

Israel yang telah bergabung UNESCO sejak tahun 1949 ini, memiliki 9 tempat yang masuk daftar itu, termasuk benteng kuno Masad di dekat Laut Mati.

UNESCO juga mengelola banyak program ilmiah, pendidikan dan budaya lainnya termasuk program-program untuk mendidik orang-orang soal Holocaust dan mempromosikan dialog antarbudaya. (tribunnews.com)