Billboard Ads

Bolehkah Musafir Menjadi Imam Shalat Jum'at?

ARRAHMAH.CO.ID - Pertanyaan ini penting diajukan, karena kadang sebuah masjid mengundang khotib dan imam dari luar daerah. Dan seringkali dari wilayah yang jauh, sehingga masuk kategori musafir.

Sahkah mereka menjadi imam shalat Jum’at?

Dalam hal ini, pahamilah bahwa meski seorang musafir tidak wajib shalat, sehingga tidak berdosa mengganti shalat Jum’at dengan shalat Dzuhur. 

Tetapi kepesertaan musafir di dalam shalat Jum’at tetap sah. 

Karena itu, Imam Syafii menegaskan, sudah cukup dan dianggap sah shalat Jum’at di belakang musafir, pun demikian di belakang seorang budak (Al-Umm, juz 2, hal. 10)

Yang dianggap tidak sah adalah jika imamnya adalah seorang anak yang belum baligh atau seorang perempuan.

Apa saja yang Perlu Dihindari seorang khotib

Pertama, khotib dimakruhkan untuk menoleh kanan kiri pada saat khutbah kedua

Kedua, khotib dimakruhkan menunjuk-nunjuk jarinya saat khutbah

Ketiga, khotib memukul-mukul mimbar

Keempat, khotib membelakangi jama’ah

Kelima, khotib mengangkat tangan saat berdoa

Inilah hal-hal yang dimakruhkan bagi khotib. (Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu, juz 2, hal. 299-300)


Oleh: Ustadz Fathuri Ahza Mumtaza