Thursday, 11 January 2018


Benarkah Kapal Nabi Nuh Terbuat dari Baja dan Bertenaga Nuklir? Peneliti Turki Ini Ungkap....
Ilustrasi Kapal Nabi Nuh.
ARRAHMAH.CO.ID - Statemen seorang akademisi menghebohkan Turki baru-baru ini. Bagaimana tidak, peneliti ini mengungkapkan bahwa kapal Nabi terbuat dari baja dan bertenaga nuklir.

Yavuz Ornek juga mengklaim bahwa Nabi Nuh menghubungi anaknya melalui telepon genggam seluler sesaat sebelum banjir bandang, Sabtu (6/1/2017).

Pernyataan peneliti ini tentu membuat publik terhenyak.

Pasalnya, apa yang ia sampaikan berbeda jauh dengan yang dikisahkan di dalam Al Quran dan Perjanjian Lama.

Ornek menyampaikan pendapatnya tersebut di saluran TRT 1, stasiun televisi nasional Turki.

Yavuz Ornek merupakan seorang dosen di Fakultas Ilmu Pengetahuan Kelautan Universitas Istanbul, mengatakan bahwa Nuh berkomunikasi dengan anaknya melalui telepon seluler karena jarak mereka sangat jauh satu sama lain.

Baca juga: Bolehkan Meminum Air Kencing Unta Untuk Obat? Para Ulama....

"Ada gelombang setinggi 300 sampai 400 meter dan anak laki-laki Nabi Nuh berada beberapa kilometer jauhnya," ujar Ornek sebagaimana dikutip dari Hurriyet Daily News.

"Al Quran mengatakan bahwa Nuh berbicara dengan anaknya. Tapi bagaimana mereka bisa berkomunikasi? Apakah itu sebuah mukjizat? Bisa jadi. Tapi kami yakin dia berkomunikasi dengan anaknya melalui telepon seluler," imbuhnya.

Dia juga mengklaim bahwa Nabi Nuh membangun kapal yang terbuat dari baja.

Sedangkan tenaga penggerak kapal tersebut dikatakannya menggunakan energi nuklir.

Populer: Wanita Ini Dihukum Karena Terbukti Menghina Nabi Muhammad

Ornek mengaku berpijak pada sains atau ilmu pengetahuan ketika menyampaikan pendapatnya tersebut.

"Saya seorang ilmuwan, saya berbicara atas nama sains," Ornek menambahkan.

Dalam Kitab Kejadian, dikisahkan Nabi Nuh membangun bahtera yang menyelamatkan keluarganya dan banyak pasang hewan dari banjir besar.

Kisahnya dipercaya oleh tiga agama semit, yakni Yahudi, Kristen dan Islam.

Dalam Al Quran, kisah Nabi Nuh juga diungkapkan secara khusus.

Sementara itu, para ilmuwan dan petualang gencar mencari-cari bahtera Nuh yang hilang selama berabad-abad.

Baca juga: Gurun Sahara Mendadak Tertutup Salju Tebal 40 cm, Fenomena Alam Apa Ini?

Sebuah tim pengamat Kristen Evangelis mengklaim bahwa mereka telah menemukan sisa-sisa bahtera Nuh di bawah salju dan puing-puing vulkanik di Gunung Agri Turki di Provinsi Timur Agri, sebagaimana diberitakan oleh National Geographic pada 30 April 2010. (Tribunnews.com)

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post