Billboard Ads

ARRAHMAH.CO.ID - Disamping mengemban tugas sebagai salah satu mahasiswa STAI Denpasar Bali, ustadz Mulhaq mendakwahkan Aswaja di negeri Thailand.

Bertempat di  286.M. 3. T.Balo, A. Raman, Kota Yala, Thailand,  dai muda aswaja tersebut menuturkan bahwa masyarakat di sana dapat menerima dan suka dengan ajaran yang beliau sampaikan. 

Tidak sulit untuk dapat berbaur dengan masyarakat disana. Masalah komunikasi mayoritas menggunakan bahasa Thai,  Melayu dan Arab.

Karena kebanyakan disana banyak blasteran orang mesir. Bagi dai muda tersebut tidaklah sulit juga menggunakan bahasa Arab. 

Ustadz Mulhaq memulai dakwahnya dengan mempromosikan bacaan sholawat dan dzikir istighosah ala NU Indonesia.

Meski sebenarnya disana amaliyah sudah aswaja namun masih minim dan perlu beberapa tambahan.

Misalnya saat selesai sholat disana sama dengan di Indonesia. Hanya saja bacaan sholawatnya agak kurang.

“Kalau di Indonesia bacaan sholawatnya banyak. Kalau di sini hanya dua bait saja. Kalam nastarnya dibaca separuh paling banyak tiga bait.” terang ustadz Mulhaq. 

Ustadz Mulhaq fokus ke sholawat dan ta’dimnya muta’allim kepada muallim. Beliau juga memberikan materi masalah amaliyah yaumiyah, silaturrahmi, Ziarah qubur, Yasiin tahlin dan ta’ziyah. 

Masyarakat disana sangat menerima mulai dari pengasuh dan guru-guru disana suka dengan isi materi yang di sampaikan. Bahkan langsung dipercaya memimpin kegiatan keagamaan disana.

“Malah saya langsung suruh mimpin acara kemasyarakatan. Serta khutbah dan imam sholat jumat disana. Insyaallah jumat setelah ini saya yg akan jadi imam.” Pungkas beliau. (PWNU Bali)