Billboard Ads

ARRAHMAH.CO.ID - Ramai dikabarkan surat edaran yang dibuat Fatayat NU Kabupaten Bandung Barat. Surat ini menyebar melalui media sosial dan group-group Whatsapp.

Diantaranya yang diunggah netizen di Twitter. Pada foto surat edaran yang diunggah oleh akun @RestyCayah, tertulis permohonan bantuan beras untuk 250 orang yang ditujukan kepada Gereja Kristen Indonesia.

Surat Edaran dan Klarifikasi Soal Permohonan Bantuan Beras dari Fatayat NU Ke GKI
Surat Edaran dan Klarifikasi Soal Permohonan Bantuan Beras dari Fatayat NU Ke GKI
Tahu surat edaran itu ramai diperbincangkan, Fatayat NU memberikan klarifikasinya melalui surat terbuka terkait edaran surat yang ramai di media sosial.

Surat terbuka diunggah oleh akun @ivanazhar1.

Dituliskan bahwa surat yang sebenarnya dikirim melalui pesan singkat WhatsApp bukan dalam bentuk print out.

Berdasarkan surat terbuka No. 08/C/PCF.NU/XI/2017, PC Fatayat NU sebetulnya hanya mengusulkan kerjasama dengan GKI dalam Bakti Sosial dalam acaranya Pelantikan PAC dan Sosialisasi Anti Narkoba yang akan digelar pada 10 Desember 2017.

Dalam acara tersebut, disebutkan bahwa nantinya ada pembagian beras bagi orang-orang yang membutuhkan, sebagaimana sering dilakukan GKI dengan organisasi selain Fatayat NU.

Adapun terkait redaksi "permohonan bantuan beras" sebagaimana yang tersebar, pihak PC Fatayat KBB menyatakan maksudnya adalah permohonan kerjasama dalam bakti sosial.

"Jika redaksi dalam surat tersebut ada kata permohonan bantuan beras, itu kesalahan redaksi saja, maksudnya permohonan kerjasama dalam bakti sosial. Dan ini menurut hemat kami adalah kegiatan yang lumrah dilakukan oleh organisasi," tulisnya dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua PC Fatayat KBB Iis Masruroh dan Sekretaris Heni Husaeniyah, dilansir DutaIslam, Sabtu, (02/12/2017).

Menurutnya, kegiatan tersebut sebetulnya tidak ada hubungannya dengan keyakinan, melainkan kegiatan murni kemanusiaan tanpa melihat SARA. Oleh sebab itu, menurutnya hal ini seharusnya tidak dipersoalkan.

Meski demikian, karena dinilai menimbulkan polemik pihak Fatayat KBB sudah membatalkan program tersebut. Dengan begitu, pihaknya menilai ternyata masih ada orang-orang yang mempersoalkan kegiatan berbagi sesama.

"Kami punya catatan ternyata masih ada sebagian saudara-saudara kita yang mempersoalkan kegiatan ini yang ingin berbagi kepada sesama, atau mungkin ada muatan politis dibelakangnya," lanjutnya.