PKL dan Susbalan PW GP Ansor Kalbar, KH. Dr. Abdul Muqsith Ghazali: Pancasila Adalah Syariat Itu Sendiri

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

PKL dan Susbalan PW GP Ansor Kalbar, KH. Dr. Abdul Muqsith Ghazali: Pancasila Adalah  Syariat Itu Sendiri

ARRAHMAH.CO.ID – KH. Dr. Abdul Muqsith Ghazali menjelaskan bahwa Pancasila  adalah konsep yang disarikan dari ajaran Islam. Hal ini disampaikan di depan ratusan Kader Ansor dan Banser dalam Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) yang dilaksanakan di Yayasan Ar-Rosyid, Desa Antibar Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawa, Kamis (14/12).
Alumnus S3 UIN Jakarta ini bercerita bahwa sejak Munas NU 1983 di Situbondo bahwa bagi NU, NKRI sudah final.
Lebih lanjut, tokoh muda NU yang saat ini dipercaya sebagai Wakil LBM NU ini menjelaskan bahwa posisi NU tidak dalam menolak atau menerima Pancasila, karena justru NU termasuk bagian dari perancang Pancasila.
“Ada tiga kelompok dalam menyikapi Pancasila sebagai ideologi bangsa. Pertama, mereka yang mengatakan Pancasila Tukhalifus Syari`ah (Menyalahi Syariah). Kedua, mereka yang berpendapat Pancasila Tuwafiqus Syari`ah (Bersesuaian dengan Syari’ah). Ketiga, yang berpendapat Pancasila As-Syari`atu biainiha (Pancasila adalah Syariah itu sendiri)”, papar intlek yang juga merupakan peneliti di Wahid Foundation ini. Ia menjelaskan, Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan Keadilan yang ada dalam Pancasila adalah saripati ajaran Islam.
Beliau menyampaikan bahwa NU identik dengan Indonesia. “PBNU, P=Pancasila, B=Bhinneka Tunggal Ika, N=NKRI, U=UUD ’45”, dengan guyon, tapi mengena.
Hadir dalam acara tersebut, Hj. Erlina Ria Norsan yang mewakili Bupati Mempawah, yang mana beliau juga merupakan Pembina Muslimat NU Mempawah.
Hadir juga sahabat Rajuini, Ketua PC GP Ansor Mempawah yang mengobarkan semangat peserta PKL dan Susbalan dengan yel-yel di awal sambutannya.
Sementara itu, M. Nurdin, Ketua PW GP Ansor Kalbar dalam sambutannya mengatakan, materi yang disampaikan Yai Muqsith setara dengan kuliah 10 SKS.
“Jadi, yang tidak kuliah karena ikut acara hari ini, tidak rugi. Karena pematerinya seorang doktor. Sama dengan 10 SKS. Skripsi saja hanya 6 SKS”, ia meyakinkan dengan disambut riuh aplaus peserta PKL dan Susbalan.
(Faisol)
Loading...