Billboard Ads

ARRAHMAH.CO.ID - Bertempat di lapangan PP Darussalam Blokagung, desa karangdoro kecamatan Tegalsari kab. Banyuwangi

Meski kondisi lapangan cukup becek, namun antusias peserta  ngaji bareng tidak surut .

Mereka serius  penuh keakraban menyimak paparan dari Cak Nun. Selain itu, peserta juga  diajak menikamti sajian musik khas dari Kanjeng.

Kesempatan malam ini terasa lebih istimewa karena  pengasuh PP Darussalam, KH. Hisyam Syafaat, dan juga putra beliau, Riza Aziziy Hisyam, dan Gus Munif Syafaat juga langsung berada di pentas menyertai semua hadirin.

Yang menarik, Cak Nun mengajak peserta Indonesian Youth Forum dari sejumlah negara untuk maju ke pentas.

Satu persatu mahasiswa dari China, Korea Selatan, Sudan, India, Madinah yang dipanggil Cak Nun tersebut merupakan mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Bahkan, suasana menjadi meriah saat peserta dari India mengenalkan diri dan dilanjutkan menyanyikan lagu kuch kuch Hota hai.

Kepada peserta dan hadirin yang memiliki beragam latar belakang, Cak Nun menyebutkan mengenai pluralisme.

Bagi cak Nun, pluralisme bukanlah persoalan benar salah, melainkan bagaimana mengikhlaskan.

Dan dalam hal ini masyarakat Indonesia merupakan salah satu wujud Pelaku pluralisme. " Pluralisme sejati pelukannya rakyat Indonesia," ucap CakNun.

Lebih jauh cak nun menegaskan, bangsa Indonesia merupakan  bangsa yang memegang tinggi pluralisme. " Indonesia adalah pemimpin pluralisme Dunia," ungkapnya.