Kehadiran Mbah KH. Syahid Mewarisi Jejak Kenabian

Oleh : Ubaidillah Achmad Tulisan ini dibuat untuk menyambut haul Mbah KH. A, Syahid Kemadu, pada tanggal 18 Rajab. Tulisan ini dilatarbel...


Oleh: Ubaidillah Achmad

Tulisan ini dibuat untuk menyambut haul Mbah KH. A, Syahid Kemadu, pada tanggal 18 Rajab. Tulisan ini dilatarbelakangi, adanya kondisi bangsa Indonesia, yang telah menghadapi berbagai ujian, yang salah satunya adalah menghadapi sikap intoleran dan radikalisme yang mengatasnamakan agama. Adanya gerakan intoleran dan radikalis ini, seperti memperjuangkan prinsip kebenaran. Pada awal kemunculan gerakan ini, terbaca sebagai salah satu gerakan agama yang "lurus", namun karena ada dukungan dari bebagai pihak, akhirnya kelompok intoleran dan radikal, telah berani menunjukkan sikap mengaku paling benar.

Jika diamati dalam kontek kesejarahan, gerakan intoleran dan radikal sering memanfaatkan konflik keberagamaan dan kekuasaan. Gerakan ini tidak murni kehendak pribadi atau ketidaktahuan pelakunya terhadap keutamaan hidup. Misalnya, keutamaan ajaran wahyu yang suci yang mengajarkan kasih sayang dan keutamaan keragaman.

Kaum intoleran dan radikal, telah banyak menciptakan konflik keberagamaan untuk membangun kepentingan, kecemburuan, dan persaingan memperebutkan pengaruh terdepan mengawal agama masyarakat. Demikian juga, dalam konteks kekuasaan, kaum intoleran lebih banyak terfokus pada bagaimana upaya memperebutkan kursi panas yang harus mempertaruhkan darah dan kemanusiaan. Kawasan rawan konflik ini akan menghalalkan transaksi jual beli agama yang dibungkus dengan dalil dalil kewahyuan dan akan melakukan transaksi jual beli pengaruh hasil jarahan dari konflik keberagamaan dan kekuasaan.

Sehubungan dengan kemunculan fenomena intoleransi dan radikalisme, maka seperti telah membuang prinsip kewahyuan dan kebenaran di tempat sampah konflik yang diciptakan kaum intoleran dan radikal. Fenomena ini telah mencekam nilai nilai universalitas kebenaran di tengah arus utama kekuasaan dan kepentingan yang menyusup pada imajinasi kehendak kuasa seseorang di tengah keberagamaan. Tidak sedikit kejadian aneh dihadapan mata kita, yaitu yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan.

Karenanya, pada tema kajian ini, penulis menganggap perlu menghadirkan kembali karamah Mbah KH. A. Syahid Kemadu untuk menyinari suasana gelap model keberagamaan yang diselimuti gelap malam gulita intoleransi dan radikalisme atas nama agama.

Penulis mengenal Mbah Syahid kali pertama dikenalkan ayahanda, KH. A. Tamamuddin Munji sejak usia belasan tahun. Tidak lama kemudian, setelah mengalami berpindah pindah, keluar masuk sekolah MTs sampai lima kali, penulis seperti nomaden dalam menuntut ilmu, akhirnya penulis dimasukkan oleh ayahanda di Pesantren Mbah Syahid, dengan harapan dapat memetik hikmah bersama beliau dan tidak lagi menjadi nomaden dalam menuntut ilmu.

Dalam kesempatan setiap pertemu Mbah Syahid, penulis selalu mendengarkan kalam tahmid beliau dan sering nderek beliau menghadiri undangan ta'ziyah. Bermula dari pendampingan Mbah Syahid, penulis melanjutkan di pesantren Futuhiyyah Mranggen hingga kuliah di UIN Walisongo Semarang. Di Futuhiyyah, penulis menuntut Ilmu kepada Mbah KH. MSL. Hakim Muslih dan Mbah KH. Muthahhar Abdurrahman.

Kehadiran Mbah KH. Syahid Kemadu dan Mbah KH. MSL. hakim Muslih membuat penulis lebih fokus pada pembelajaran di lingkungan pesantren NU. Hal ini menjadi titik awal untuk menekuni khazanah klasik tradisi pesantren dan budaya serta  keragaman masyarakat nusantara. Bagaimana petikan kisah Mbah KH. Syahid menempuh perjalanan mengikuti jejak kenabian? Jawaban ini akan dapat dijadikan modeling keberagamaan bagi santri dan masyarakat.

Kehadiran Mbah KH. A. Syahid

Pada zamannya, Mbah KH. A. Syahid tercatat sebagai sufi besar dalam sejarah gerakan sufistik. Kesufian beliau berhasil mempengaruhi model keberagamaan para santri dan masyarakat pada zamannya. Berbagai kalangan dan profesi, telah merasakan kehadiran beliau, adalah kehadiran yang membentuk kesadaran kehambaan di hadapan Allah dan kesadaran keummatan pada jejak kenabian, Nabi Muhammad.

Mbah KH. A. Syahid memiliki jalur kenasaban dengan Mbah Syambu, seorang yang dikenal walibesar pantura yang dimakamkan di samping Masjid Jami Lasem. Mbah Syahid muda seperti layaknya santri yang lain, menuntut ilmu dari para Kiai di tengah lingkungan pesantren NU di Rembang. Beliau sangat mendalam dan memberikan pemahaman kepada para santri tentang ilmu kalam, ilmu fiqh dan ilmu tasawuf.

Kekhasan beliau selama memberikan pembelajaran, lebih menekankan kepada para santri untuk mendalami kitab kuning yang dasar. Alasannya, untuk menguasai kitab besar, harus menguasai dan memahami hingga mendasar yang bersumber dari kitab yang dasar. Kitab dasar ini, yang telah meringkas pembahasan: pertama, kajian khazanah klasik atau kajian abad pertengahan. Kedua, kajian karya dari para Ulama Nusantara.

Dalam suasana pembacaan kitab Minhajul Abidin, penulis yang saat itu duduk di depan, Mbah KH. A. Syahid bertanya kepada para santri yang sedang memaknai atau mengabsahi kitab Minhajul Abidin: bagaimana pemahaman kalian terhadap makna zuhud? mendengarkan pertanyaan ini, para santri belum ada yang menjawab, beliau melanjutkan penjelasannya, bahwa zuhud itu bersihnya hati diri dari selain Allah, termasuk bersihnya hati dari semua bentuk sikap dan perbuatan yang mengandung dosa. Beliau menambahkan, model zuhud yang seperti ini sulit dipahami dan dilakukan seseorang. Karenanya, beliau memberikan langkah praktis mempraktekkan makna zuhud, yaitu menjadikan pandangan dan sikap kita supaya tidak terikat pada harta, tahta, wanita, dan pemenuhan kebutuhan biologis yang tidak sesuai dengan prinsip kewahyuan.

Maqam zuhud harus dimulai dari proses perbersihan hati (tazkiyah an nafsi), seperti mengkosongkan hati dari sikap dan perbuatan tercela, lalu menghiasi hati dengan sifat sifat yang terpuji (mahmudah) dan masuk pada kesadaran relasi suci yang terintegrasi antara Allah dan Nabi Muhammad. Sikap dan perbuatan zuhud ini, harus dikuatkan pula dengan jalan selalu mengharapkan RidlauNya, merasakan cemas dan kekhawatiran berada pada jarak yang kian menjauh dari Allah.

Bersamaan dengan kedua prinsip ini, perlu dikuatkan dengan sikap selalu menjaga cinta kepada Allah. Sikap Mencintai Allah, bermakna tidak menduakan Allah dengan yang lain. Hati hanya tertuju kepada Allah. Menjaga hati, agar tidak tercerabut dari hakikat cinta kepada Allah. Hal yang mencerabut cinta hakiki, seperti cinta kepada makhluk, karena cinta kepada makhluk tidak dapat dipersatukan dengan cinta kepada Allah.

Zuhud perspektif Mbah Syahid ini, dalam pandangan penulis sangat menarik. Karenanya, di beberapa kesempatan penulis selalu mengutip perspektif beliau. Zuhud perspektif Mbah KH. A. Syahid: pertama, menyimpan pengalaman yang menandai cakupan makna zuhud yang terefleksikan dari perjalanan sufistik beliau (suluk). Kedua, tentang cinta kepada Allah harus fokus ke Allah tanpa tergantung pada hal hal yang lain yang akan menjadi pembatas (hijab) manusia dan Allah.

Jadi, model pembelajaran Mbah KH. A. Syahid benar benar bersifat terbuka dan menunjukkan sikap serta perilaku Sang Salik yang ramah dan santun dalam meretas pemahaman yang demokratis. Sikap ramah ini terbaca dari model pembelajaran Mbah KH, A. Syahid, yang dalam konteks tertentu bersikap serius dan konsisten bagaimana mempotensikan para Santri. Misalnya, ketika mengkaji teks klasik sering memulai dengan memancing pertanyaan kepada para santri.

Kesemua model pendampingan Mbah KH. A. Syahid ini, telah menandai perkembangan sejarah tasawuf seorang salik mengelola batinnya dan bathin para santri untuk menyuburkan aspek spiritual ajaran Islam. Dengan kata lain, apa yang dilakukan Mbah KH. A. Syahid, adalah bagian dari ajaran tasawuf. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan para santri dan masyarakat dari bahaya nestapa manusia modern. Misalnya, kerusakan keseimbangan psikis dan keretakan eksistensial manusia. Fenomena yang lebih buruk dari keretakan eksistensi manusia pada aspek kecerdasan spiritual, emosional, intelektual, dan sikap.

Kisah Mbah KH. A. Syahid memberikan pembelajaran kepada zamannya dan zaman sesudahnya, bagaimana menghidupkan potensi empat unsur kecerdasan manusia: spiritual, emosional, intelektual, dan sikap. Perjuangan Mbah KH. A. Sahid, adalah
sisi lain dari perjuangan Ulama Nusantara untuk menerangi gelapnya dunia kemanusiaan pada zamannya hingga hari ini: bagaimana mewujudkan kerukunan dan keseimbangan hidup manusia secara lebih sempurna? Upaya Mbah KH. A. Syahid ini bukan hanya pada tataran permukaan tapi telah sampai ke akar-akarnya.

Jadi, kehadiran Mbah Syahid menunjukkan bukti, bahwa dalam perkembangan sejarah tasawuf mengalami perjumpaan dengan kehidupan nyata yang rasionalis, empiris, saling terkait dan dinamis. Hal yang dapat dirasakan dari ilmu tasawuf, adalah memberikan jawaban bagi permasalahan kemanusiaan secara umum, tidak sebatas hanya problem keumatan (Islam). Doktrin yang dikembangkan para sufi memiliki derajat universalitas yang memadai bagi upaya mengatasi problem kemanusiaan.

Sikap dan perilaku sufistik Mbah Syahid memiliki kekhasan di antara para sufi yang lainnya. Ciri umum yang penulis temukan, adalah sikap dan perilaku Mbak Syahid yang terlibat dalam gerakan pembebasan dan pencerahan kepada masyarakat: menjawab persoalan masyarakat dan menata tata kehidupan serta budaya masyarakat, sehingga menjadi masyarakat yang memiliki kasih sayang dan saling menghormati antar sesama manusia. Hal ini selalu didasarkan pada prinsip Mbah KH. A. Syahid yang selalu menegaskan kemuliaan anak cucu Adam.

Mbah KH. A. Syahid, selalu mengingatkan kepada para santri untuk terlibat membangun tatanan masyarakat yang berbudaya sesuai tuntutan risalah kenabian Nabi Muhammad dan jejak para Ulama. Penulis teringat pada saat beliau mengupas makna zuhud, beliau mengutip kisah Syekh Ibrahim Bin Adham yang akhirnya harus kembali ke tengah hiruk pikuk masyarakat mengajarkan keutamaan dan kebaikan kepada Masyarakat. Jadi, dari sini makna zuhud dapat dipahami, adalah bukan sikap dan perbuatan yang “menarik-diri” dari banjir kehidupan duniawi yang alienatif dan manipulatif.

Dengan kata lain, fenomena pembelajaran Mbah KH. A. Syahid dapat dipahami, bahwa mendekati Yang-Hakiki dapat dilakukan dengan cara menjaga relasi suci manusia dengan Allah dan menjaga relasi suci antar manusia dengan sesama makhluk Allah.  Jadi, manusia atau mereka yang telah menjadi salik, adalah mereka yang bukan mengedepankan sikap individualis dan sarat kepentingan pribadi. Sang Salik, adalah sosok yang tak mudah silau dengan gemerlap dan gebyar arus keduniawian yang dangkal dan dipenuhi fatamorgana.

Mewarisi Jejak Kenabian

Belajar dari petikan hikmah dari kisah perjalanan Mbah KH. A. Syahid menegaskan pemahaman kepada santri, pembaca, dan masyarakat yang sezaman dan sesudah zamannya, yaitu jalan sufi adalah jalan membangun kemerdekaan hidup di tengah bentangan kesemestaan, namun jalan kemerdekaan ini harus dibangun berdasar fundasi ketauhidan.

Fundasi ketauhidan bersumber dari dua bahan: syahadah tauhid dan syahadah Rasul. Syahadah Tauhid adalah syahadah yang menegaskan wujud muthlaq Allah yang meliputi semua makhluknya. Sedangkan, Syahadah Rasul adalah syahadah yang menegaskan wujud muthlaq sifat terpuji yang bersumber dari Allah, yang tercermin pada sifat terpuji Nabi Muhammad. Fundasi ketauhidan ini yang menjadi warisan yang tetap menjadi pegangan teguh Mbah KH. A. Syahid Kemadu.

Jadi, pengalaman sufistik Mbah KH. A. Syahid bersumber dari kebenaran wujud muthlaq Allah dan bersumber dari kebenaran wujud kebenaran hakiki yang tercermin dari tindakan dan perilaku Nabi Muhammad. Tindakan dan perilaku Nabi Muhammad ini mewarisi jejak kenabian sebelumnya. Karenanya, Nabi Muhammad sendiri menegaskan, bahwa para Ulama yang mewarisinya, adalah pewaris para Nabi sebelumnya. Ciri mereka yang mewarisi jejak kenabian, adalah mereka yang berpegang pada kedua syahadah dan menjalankan teks kewahyuan dan kerasulan. Selain itu, Ulama adalah mereka yang membenarkan ilmu Allah dan mewarisi pengalaman ruhaniyah para pewaris Nabi, yang bersumber dari ketentuan kebenaran yang bersumber dari Allah dan Wahyu.

Kehadiran Mbah KH. A. Syahid telah mampu meyakinkan kepada zamannya tentang keutamaan dan kebenaran jejak kenabian. Jejak kenabian, adalah jejak yang menjaga kearifan tradisi lokal dan menjaga prinsip kesucian hidup. Prinsip kesucian ini, sudah menjadi prinsip kesucian yang tidak boleh dinodai atau dikotori para khalifah Allah di bumi. Beberapa prinsip kesucian, berupa kebaikan, kemanfaatan, keutamaan, kemuliaan, kebenaran dan kasih sayang antar sesama makhluk Allah di muka bumi.

Jejak kenabian ini yang akan tercatat sebagai penanda kebaikan dan keutamaan, bertujuan untuk mengisi lembaran kisah perjalanan manusia. Jika manusia tidak sungguh sungguh berpegang pada janji suci bersama Allah di Lauhmahfudz, maka akan ada kemungkinan terjatuh pada kisah kisah yang menentang kenabian. Karenanya, sikap baik dan buruk manusia akan kembali kepada manusia: bagaimana manusia menandai kehidupan yang fana ini? Pertanyaan ini, adalah pertanyaan yang bukan mengada ada.

Hal ini seperti ditegaskan dalam pepatah, bahwa Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia wafat karena meninggalkan nama : seorang manusia terutama diingat jasa-jasanya atau kesalahan-kesalahannya. Perbuatannya ini, baik maupun buruk akan tetap dikenal meskipun seseorang sudah tiada lagi.

Sebagai pertanyaan penutup, bisakah manusia membawa diri hingg kematiannya bersikap konsisten prinsip kewahyuan yang suci dan mulia? Sehubungan pertanyaan yang terakhir ini, Mbah KH. A. Syahid menegaskan kepada zamannya melalui para santri beliau, betapa berat menjaga istiqamah, karenanya agar para santri istiqamah mengamalkan aurat dan shalawat dan selalu memohon kepada Allah. Misalnya, memohon agar kita memperoleh kemenangan melawan nafs al amarah bissu' dan melawan pengaruh dari luar diri kita, baik yang berasal dari manusia dan anak cucu syaithan.

Mbah Syahid, kami kangen, rindu kami tidak terbatas ruang dan waktu semua unsur kesemestaan. kami berdoa kelak bisa bersama Mbah, guru kami, untuk memunajatkan cinta kepada Allah dan kekasih-Nya, bernama Nabi Muhammad: Al Fatikhah.

Ubaidillah Achmad, Dosen UIN Walisongo Semarang Dan Pengasuh PP. Bait As Syuffah An Nahdliyyah Sidorejo Pamotan Rembang.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Kehadiran Mbah KH. Syahid Mewarisi Jejak Kenabian
Kehadiran Mbah KH. Syahid Mewarisi Jejak Kenabian
https://lh3.googleusercontent.com/-LqkMHoJUyVY/WhOgtj9euuI/AAAAAAAAM2w/OQLr3Nt61NMSk4WHKpLNENPwh0Sb1KmowCHMYCw/s640/KH.%2BSyahid%2BKemadu%2B.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-LqkMHoJUyVY/WhOgtj9euuI/AAAAAAAAM2w/OQLr3Nt61NMSk4WHKpLNENPwh0Sb1KmowCHMYCw/s72-c/KH.%2BSyahid%2BKemadu%2B.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2017/11/kehadiran-mbah-kh-syahid-mewarisi-jejak.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2017/11/kehadiran-mbah-kh-syahid-mewarisi-jejak.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content