Type something and hit enter

 Kreatif Food

author photo
By On


Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi (kiri) dan Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Khoirudin, mengapit Irfan bin Ahmad Timat, peserta asal Indonesia di MTQ Internasional ke-18 Moskow. DOKUMENTASI KBRI MOSKOW
Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi (kiri) dan Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Khoirudin, mengapit Irfan bin Ahmad Timat, peserta asal Indonesia di MTQ Internasional ke-18 Moskow. DOKUMENTASI KBRI MOSKOW
INTERNASIONAL, ARRAHMAH.CO.ID - Indonesia menjadi peserta Musabaqah Tilawatil Quran Internasional ke-18 di Moskow kategori tilawah dari 6 sampai 8 Oktober 2017.

MTQ Internasional yang berlangsung di Crocus City Hall, Moskow, kali ini memberikan pengalaman yang sangat berharga kendati peserta dari Indonesia berlum berhasil mendapat prestasi terbaik.

“Kita sambut baik MTQ ini dan kehadiran Indonesia tidak hanya untuk mempererat ukhuwah islamiyah, tetapi juga hubungan antar bangsa,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Kamis (12/10/17).

Menurut Dubes Wahid, mayoritas penduduk Rusia memeluk Kristen Orthodox, namun Islam agama terbesar kedua atau 14 persen dari sekitar 147 juta penduduknya.

MTQ tingkat internasional Moskow diselenggarakan sejak 2000. Indonesia dan Rusia dapat bekerjasama dan berbagi pengalaman untuk penyelenggaraan MTQ seperti ini, karena Indonesia sering menjadi host MTQ tingkat nasional dan internasional.

MTQ Internasional ke-18 yang diselenggarakan Dewan Mufti Rusia ini dikuti 32 peserta dari 32 negara di Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Asia.

Indonesia diwakili oleh Irfan bin Ahmad Timat asal Kepulauan Riau yang sebelumnya meraih juara kedua kategori tilawah tingkat remaja pada MTQ Nasional ke-26 di Lombok pada 2016.

Irfan bin Ahmad Timat u (berpeci) asal Kepulauan Riau mewakili Indonesia pada MTQ Internasional ke-18 di Moskow, Rusia. DOKUMENTASI KBRI MOSKOW
Irfan bin Ahmad Timat u (berpeci) asal Kepulauan Riau mewakili Indonesia pada MTQ Internasional ke-18 di Moskow, Rusia. DOKUMENTASI KBRI MOSKOW
Peserta MTQ lainnya antara lain berasal dari Arab Saudi, Bahrain, Mesir, Iran, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, Palestina, Suriah, Rusia, Spanyol, Estonia, Turki, Kazakhstan, Tajikistan, Uzbekistan, Tiongkok, Malaysia, dan Tanzania. Babak penyisihan MTQ dilangsungkan di Masjid Agung Moskow yang merupakan Masjid terbesar di Eropa.

Juara pertama MTQ ini diraih Amir al Awal dari Iran, peringkat kedua Mohamed Sameer dari Bahrain dan peringkat ketiga Ahmad Safi dari Suriah. Para peserta lainnya memperoleh piagam penghargaan.

“Meskipun belum mendapat juara, ini pengalaman yang tidak dapat dilupakan. Mohon maaf belum bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia,” ujar Irfan.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Khoirudin, yang mendampingi Irfan mengatakan Indonesia selalu mengikuti MTQ  tingkat international di mancanegara, terutama Timur Tengah dan Eropa.

Dikatakan dia MTQ Internasional setiap negara berbeda-beda gaya dan sistem penilaian. Biasanya Indonesia meraih peringkat terbaik atau masuk dalam tiga besar.

“Di Rusia lebih pada penilaian tajwid, bukan lagu. Sedangkan di Indonesia ditekankan pada tajwid, variasi nada dan lagu. Mungkin ini salah satu kendala meraih juara, termasuk juga cuaca yang sudah dingin di Moskow mempengaruhi suara peserta kita,” kata Khoirudin.

Menarik dari MTQ ini adalah antusiasme besar dari masyarakat muslim Rusia yang memadati Crocus City Hall Moscow. Lebih dari seribu orang menyaksikan acara penutupan dan pengumuman pemenang yang berlangsung meriah dan khidmat.

Mereka rela mengeluarkan biaya antara 15 dolar AS hingga 70 dolar AS untuk membeli tiket masuk agar dapat menyaksikan dan mendengarkan langsung lantunan ayat-ayat Suci Alquran dari para qori terbaik.

Pendapatan dari penjualan tiket itu sendiri akan diberikan oleh panitia penyelengara untuk bantuan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Di sela acara diisi bazar produk-produk halal dan busana Muslim dari beragai daerah di Rusia, umumnya dari propinsi mayoritas beragama Islam seperti Chechnya, Tatarstan, Bashkortostan dan Dagestan.

Sumber: Tribunnews.com


Click to comment