K A P O K Oleh KH. Yahya Cholil Staquf

0 116

ARRAHMAH.CO.ID – Sudah berapa lama dan berapa kali sampeyan mengalami terombang-ambing dan kecelak-kecelik oleh politik?

Kalau keadaan itu mau sampeyan terus-teruskan juga, kemungkinan besar sampeyan itu mengidap penyakit jiwa yang lazim disebut masochims: memperoleh kenikmatan saat disakiti sehingga tuman.

Sebenarnya sampeyan punya dua pilihan: kapok kepada politik atau kapok menjadi orang awam. Kapok kepada politik artinya nggak mikirin lagi. Pasrah saja. Jalani hidup sehari-hari apa pun jadinya.

Kalau pun langit runtuh gara-gara kelakuan politisi –seperti yang telah terjadi di Timur Tengah dan sedang menjelang di Eropa dan Amerika– ya terima saja dengan ikhlas sebagai nasib.

Kapok menjadi orang awam menuntut sampeyan untuk menambah ikhtiar demi memahami keadaan.

Memihak atau memusuhi secara buta pemain tertentu, bereaksi serta-merta berdasarkan emosi atau logika pendek terhadap suatu peristiwa atau pernyataan tertentu, menelan begitu saja apa yang didengung-dengungkan orang, semua itu adalah kesialan orang awam.

Sampeyan perlu tahu, siapa saja aktor yang sedang bermain, bagaimana latar belakang masing-masing, pihak-pihak mana saja yang terkait jejaring hubungan dengan setiap aktor, apa kepentingan-kepentingannya, peristiwa-peristiwa apa saja yang relevan dalam kurun waktu tertentu, bagaimana latar belakang sejarahnya, dan seterusnya dan seterusnya.

Jadi, ini bukan sekedar soal siapa pri siapa non-pri. Ini soal buto yang hendak menguntal-malang Indonesia, tak perduli sampeyan ada di dalamnya.

Kalau itu sampai terjadi, nasib terbaik sampeyan sebagai orang awam adalah menjadi slilit. Yang lebih sial ya jadi tai.

————–
Sumber: https://m.facebook.com/staquf/posts/10211078558222052

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...