Billboard Ads

Brokington Sianturi Ditangkap Paspamres
Brokington Sianturi Ditangkap Paspamres. Photo: RMOL
ARRAHMAH.CO.ID - Pria tanpa busana yang sempat membuat karena mencoba masuk ke Istana Negara dipastikan tidak gila, melainkan pengguna narkoba. Fakta ini justru membuat netizen semakin curiga, jangan-jangan pria tersebut jaringan teroris yang sengaja me­nyamar.

Kepastian bahwa pria yang bernama lengkap Brokington Sianturi mengkonsumsi narkoba setelah polisi melakukan tes urin. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono men­jelaskan, hasil tes urine Brokington mengandung methamphetamine atau sabu-sabu.

"Kemarin kami lakukan tes urine, hasilnya positif (mengandung) sabu-sabu," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Untuk diketahui, aksi nekat Brokington terjadi pada Senin (28/8) pagi sekitar pukul 07.30. Pria yang diketahui berasal dari Cengkareng, Jakarta Barat itu, tiba-tiba coba menerobos gerbang istana di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat tanpa menggunakan sehelai benang pun.

Beberapa anggota Paspampres langsung mengamankan pemuda berusia 34 tahun itu ke dalam pos. Usai diinterogasi, pria yang kerap berteriak "ingin nikah" ini kemu­dian diserahkan ke Polsek Gambir, Jakarta Pusat.

Netizen langsung berkomentar soal fakta bahwa pria bugil itu adalah peng­guna narkoba. Di jagat twitter, akun @ ubegebe1 malah curiga BS melakukan ritual mistis ke Istana. Namun gagal. "Gue menduga si telanjang ini udah lepas pakaian dari rumahnya. Dan baru terlihat di istana. Istana masih sakti. Pagar bathin bekerja," cuitnya.

"Orang telanjang nerobos istana itu orang stress karena bangkrut. Indikator #JokowiBekerja bener," timpal @fadreee.

Lebih lanjut, akun @Cupi70 menyayangkan aksi petani tebu demo di depan istana menjadi kalah pamor dengan aksi telanjang BS. "Yang rame malah brita orang telanjang didepan istana. Padahal ada petani tebu demo didepan istana. Media pada kemana ? Mungkin #DemoTidakSeksi," sesalnya.

"Guys. Apa benar si telanjang ini sebelum menerobos pagar istana, sempat mengelilingi istana dulu 7 kali?," curiga akun @ubegebe1.

"Pria bugil ini ingin mewarning istana bahwa sudah darurat narko­ba," sindir akun @MoesaJP.

"Efek pakai sabu nggak bakal segitunya deh. Mungkin dia mengkon­sumsi yang lain atau mungkin ada ri­wayat sakit apa gitu. Perlu diselidik lebih dalam lagi," ujar akun @h3ll_4ngel.

"Sabu atau flakka ini?" tanya akun @jindanjune.

Khalayak kaskus mengaku miris melihat kejadian langka itu. Menurut kaskuser dengan nama akun hantupuskom, itu terjadi karena efek ekonomi meroket. "Gagal nikah, bangkrut, pake narkoba, akhirnya jadi gila. Efek ekonomi meroket," trit dia.

"Kalo nggak nyabu mana punya keberanian buat nerobos kek gitu," timpal akun clu5t3r. "Walah pante­san udah putus cinta... Putus urat kemaluan... Putus ekonomi dsb. Ternyata nyabu juga," selldomba

Namun akun @sinchan85 tidak yakin BSmengalami sakit jiwa. Dia curiga ada upaya misi uji coba menerobos pengamanan istana negara. "Beneran gila ato pura-pura gila? Moga-moga bukan orang sesat-menyesatkan yang testcase pengaman­an istana negara," komentarny.

Namun akun @GaUsahMunafik meminta pihak keamanan istana untuk waspada atas kejadian terse­but. "Bisa saja teroris buat ngukur keamanan istana. Biasanya memang mereka pakai orang pura-pura gila karena disugesti, anak di bawah um­ur supaya lepas hukum," tulisnya.

"Wah.. ini pura-pura gila. Mana ada orang gila mau milih tempat karena hilang ingatan," kicau akun @Anggrainicuet.

"Orang itu ingin nikah di istana. Masa nyari pasangan aja masih minta tolong presiden sih," cuit akun DenaNuryasha. "Memang sejak kapan di istana ada KUA," timpal akun @anonymous_1506.

"Saat ditangkap, orang ini berani lawan paspampres. Kalau normal nggak mungkin sampai begitu," protes akun @ketek_copet.

Usai dinyatakan positif menggunakan sabu, pengusutan yang dilakukan pihak kepolisian makin melebar. Terbukti, Kepolisian Resor Jakarta Pusat menangkap empat kawan Brokington karena diduga ikut meng­konsumsi sabu-sabu. Empat orang itu berinisial D, AM, V, dan M ditangkap pada Selasa, 29 Agustus 2017, di sekitar Pasar Baru, Jakarta Pusat. M adalah satu-satunya perempuan di antara lima sekawan itu. "Mereka adalah teman-teman indekos BS," kata Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Suyudi Aryo Seto.

Mereka ditangkap karena diduga juga mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu bersama dengan Brokington, sebelum aksi meny­usup ke istana. Menurut Suyudi, kepada polisi Brokington mengaku pernah punya riwayat menggunakan narkoba. Namun, dua tahun tera­khir, dia mengaku sudah berhenti mengkonsumsi narkoba. "Karena dia dekat dengan wanita itu (M), akhirnya dia pakai lagi."

Sabu-sabu itu didapat dari D dan AM. Mereka mendapatkan pasokan narkoba dari BM, yang kini masih buron. Akibat sabu-sabu yang dikon­sumsi, BS mengalami halusinasi dan berjalan ke arah Istana.

Baca juga: Ngerinya Jenis Narkoba Baru Flakka, Pecandunya Mejadi 'Zombie', BNN Peringatkan Sudah Masuk Indonesia

Sebelumnya, Kepala Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Brigjen Suhartono menegaskan, orang tersebut bukan berupaya untuk menyusup ke da­lam Istana Merdeka. "Bukan peny­usup," tegasnya. (RMOL/Arrahmah.co.id)