Billboard Ads

Ilustrasi Shalat Laki-laki dan Perempuan
Ilustrasi Shalat Laki-laki dan Perempuan
FIQH, ARRAHMAH.CO.ID - Ada lima hal yang berbeda antara laki-laki dan perempuan dalam shalat. 

Bagi laki-laki, pertama, ia mengangkat dan memisahkan siku-sikunya dari dua sisi pinggangnya. Hal ini didasarkan pada Hadits riwayat Bukhari (383) dan Muslim (495), dari Abdulah bin Malik bin Buhainah ra. bahwasanya Nabi saw. apabila sholat merenggangkan di antara dua tangan beliau sehingga terlihat putihnya kedua ketiak beliau.

Menurut riwayat Abu dawud (734) dan at Tirmidzy (270), dari Abi Hamid ra. : Beliau menjauhkan kedua tangan beliau dari sisi kiri dan kanan pinggang beliau, dan meletakkan dua telapak belia sejajar dengan bahu.(At-Tadzhib, h. 60).

Posisi meregangkan siku dengan pinggang ini dilakukan saat ruku’ dan sujud. Hal ini dipraktekkan Rasulullah hingga tampak putih-putih kedua ketiak beliau. Sehingga andaikata ada seekor anak kambing yang ingin melewati di bawahnya, maka sungguh kambing itu akan dapat melaluinya dengan leluasa.(Fatawa An-Nabi Fish Shalati, h. 57).

Kedua, mengempiskan atau menarik perutnya terpisah dari kedua pahanya ketika ruku’ dan sujud.

Hal ini jelas dikatakan dalam hadits riwayat Abu dawud (735) dari Abi Hamid ra. tentang tatacara sholat Rasululah saw. ia berkata: Apabila beliau bersujud memisahkan antara kedua paha beliau, dan pahanya tidak menopang perutnya.

Artinya, bahwa antara perut dengan paha tidak saling menempel. Karena dengan demikian maka akan memantapkan sujud yang dilakukan, di mana jidad akan menempel dengan kuat ke tempat sujud (Al-Iqna, juz 1, h. 325)

Ketiga, mengeraskan suara pada tempat yang seharusnya dibaca jahar (keras), apabila mengingatkan di dalam sholat bertasbih,

Bagian ini menjelaskan bahwa apabila mendapati imam terlupa atau terlewat bacaan wajib atau gerakan wajib, maka hendaknya diingatkan dengan mengucapkan:  "سبحان الله"

Hal ini berdasarkan hadits riwayat Bukhari (652) dan Muslim (421), dari Sahal bin Sa’ad ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa yang merasa ragu di dalam sholatnya, maka bertasbihlah, sesungguhnya apabila bertasbih, maka memperhatikan kepadanya, sesungguhnya tashfiq (tepukan dua tangan) bagi wanita.


Tetapi di sini harus ingat bahwa, niat mengucapkan tasbihnya adalah niat dzikir. Atau niat dzikir dan mengingatkan. Kalau Cuma niat mengingatkan saja, maka shalatnya menjadi batal. (Al-Iqna, juz 1, h. 325)

Oleh: Ustadz Fathuri Ahza Mumtaza