Islam Nusantara Meretas Pemahaman Yang Demokratis

Oleh : Ubaidillah Achmad KOLOM , ARREHMAH.CO.ID - Paradigma Islam Nusantara bersumber dari teks abad pertengahan dan kearifan lokal. Isla...

Oleh: Ubaidillah Achmad

KOLOM, ARREHMAH.CO.ID - Paradigma Islam Nusantara bersumber dari teks abad pertengahan dan kearifan lokal. Islam Nusantara merupakan hasil pribumisasi Walisongo yang dilanjutkan para Kiai NU. Tujuan dari paradigma Islam Nusantara, untuk membangun keberagamaan yang remah terhadap lingkungan dan kemanusiaan, baik secara vertikal maupun horizontal.

Islam Nusantara tidak hanya berada pada garis lurus secara vertikal, namun juga menekankan arti penting berjalan pada garis lurus secara horizontal. Pada garis horizontal Islam Nusantara dapat berfungsi: pertama, menjadi paradigma gerakan pencerahan dan pembebasan kepada umat manusia. Kedua, menjadi penanda para pemeluk agama, Islam menerima kearifan lokal, menerima perbedaan pandangan dan keyakinan terhadap agama yang diikutinya. Ketiga, menjadi benteng pribumisasi Islam melawan kelompok kepentingan yang akan memanfaatkan konflik agama sebagai instrumen merebut kehendak kuasa.

Sehubungan dengan fungsi yang ketiga di atas, menunjukkan arti penting Islam Nusantara bagi bangsa Indonesia. Hal ini terbukti tidak ada konflik keberagamaan yang bersifat masif, yang terjadi di Indonesia. Di Indonesia adanya perbedaan paham keberagamaan belum sampai pada konflik berdarah atas nama agama. Tentu saja, berbeda dengan konflik agama yang mengisi sejarah kawasan Arab pasca wafat Rasulullah, Nabi Muhammad.

Dalam sejarah agama agama, di luar teks Islam Nusantara, agama dan permodalan sudah menjadi media perebutan mereka yang ingin menguasai sistem kekuasaan. Karenanya, banyak para pemangku kepentingan yang selalu mendekatkan diri kepada umat beragama dan para tokohnya serta mereka yang menguasai permodalan. Dalam situasi seperti ini, juga akan muncul di tengah keberagamaan umat beragama, seorang agamawan yang mendekatkan diri kepada para penguasa dan kepada para pemilik modal.

Sehubungan dengan kondisi real keberagamaan di atas, maka sering muncul agama dan umat beragama menjadi korban kelompok kepentingan. Karenanya, di tengah aktivitas keberagamaan dan konflik agama di tengah relasi kuasa  kekuasaan, diperlukan pandangan yang sehat dalam beragama dan bermasyarakat. Artinya, sebagai umat beragama perlu memahami ajaran agama untuk kebutuhan ritual umat beragama dan memahami ajaran agama untuk kebutuhan sosial umat agama.

Dengan adanya kondisi real perkembangan sejarah agama dan manusia ini, maka paradigma Islam Nusantara dapat menjadi konsep keberagamaan yang dapat ditawarkan kepada umat Islam dan negara negara yang berpenduduk mayoritas Islam. Secara mendasar, konsep Islam Nusantara menegaskan, bahwa agama tidak hanya dapat dipahami dari aspek normatif untuk kebahagiaan hidup dan ketenangan bathin, namun juga dapat dipahami dari aspek kesejarahan (historis), antara umat Islam relasinya dengan harmoni masyarakat sosial.

Jadi, Islam Nusantara tidak hanya mencatat, bahwa Islam merupakan agama wahyu yang langsung bersumber dari Allah. Namun Islam, juga harus dipahami sebagai agama yang sudah berlangsung mengiringi sejarah manusia. Karenanya, model perkembangan keberagamaan umat Islam memiliki konsekuensi makna kesejarahan dalam perkembangan peradaban dunia.

Sehubungan dengan perkembangan Islam Nusantara ini, secara spesifik dapat dikaji melalui dua pertanyaan berikut: Apa saja unsur relasi yang mendasari bangunan Islam Nusantara? Bagaimana konsep Islam Nusantara membangun pandangan dan sikap demokratis umat Islam?

Islam Nusantara: Wahyu, Kiai, Dan Masyarakat NU

Islam Nusantara mencatat teks yang memuat: rahasia syahadah, normatifitas dan historisitas kewahyuan Al Qur'an dan Hadis. Kedua teks ini dapat mencerahkan individu, namun juga dapat didistorsi pihak yang berkepentingan untuk menjadi sumber konflik agama dan kemanusiaan. Yang menjadi persoalan, adalah bahaya dari model membaca para pembaca pemula, yang belum banyak mendapatkan pemahaman tentang cakupan makna teks kewahyuan sudah terdoktrin oleh kelompok radikal dan intoleran.

Karenanya, dalam studi agama tidak bisa hanya menerima makna teks agama yang menafsirkan terhadap wahyu dari satu sumber, karena jika hanya membaca dari satu sumber besar kemungkinan akan terjadi pembelokan makna untuk kehendak kuasa. Pembaca yang baik harus memahami latar belakang penafsir teks agama yang berbeda beda. Jika pembaca tidak memahami penafsir dan tidak memahami latar belakangnya, maka akan mudah terjangkit virus klaimisme dan fanatisme terhadap keterbatasan pengetahuannya. Hal ini berdampak pada sikap radikal yang bersumber dari pemahaman dangkal dan tidak demokratis. Selain itu, akan dapat mempengaruhi konflik keberagamaan dan kearifan lokal.

Fenomena konflik ini, telah dilansir pada hasil penelitian (2016) Yuliyatun, Dosen STAIN Kudus, bersumber dari laporan yang dilansir pada Desember 2013, Robert Fisk, jurnalis dari The Guardian melaporkan bahwa Al Qaida Suriah (Jabhah Al Nusra) telah menghancurkan situs-situs bersejarah. Patung penyair Abu Tammam Habib ibn Aws di Daraa diledakkan, patung penyair al-Ma’arri, dipenggal kepalanya. Patung Harun Al Rasyid di Raqqa pun tak luput dari ‘pembantaian’ mereka. Makam Hujr ibn Adi (salah satu sahabat Rasulullah SAW) di pinggiran Damaskus dibongkar. Sebatang pohon tua berusia 150 tahun di kota Atmeh pun menjadi korban: ditebang habis. Alasan penebangan pohon ini, karena sudah jadi sesembahan warga.

Dari penelitian ini, telah disimpulkan, bahwa sikap radikal  karena kedangkalan berfikir, seperti kemunculan sikap Taliban menghancurkan patung Buddha di Bamiyan, rezim Saud membongkar bangunan kuno di Mekah, para ‘Islamis’ menghancurkan makam di Pakistan dan naskah kuno di Timbuktu’, yang berada di Mali, Afrika utara. Pada awal tahun  2013, Al Qaida membakar jutaan naskah kuno di perpustakaan di Timbuktu.

Pada bulan Januari 2014, ada oknum umat Islam yang menghancurkan perpustakaan kuno di Lebanon. Februari 2015, ISIS membakar 8000 manuskrip kuno di perpustakaan Mosul. Selain itu, masih banyak gerakan serupa yang bersumber dari radikalisme kedangkalan berfikir, seperti gerakan Al Qaida Suriah, gerakan Taliban, Islamis di Timur Tengah dan di Pakistan, HTI, FPI, FUI di Indonesia.

Bagaimana dengan perkembangan sunni nahdliyyin? sunni nahdliyin, adalah gerakan Kiai dan masyarakat NU yang merujuk pemikiran Ulama abad pertengahan yang masyhur yang mengakui keabsahan para sahabat dan para tabi'in yang masyhur, mereka ini dapat mempertanggungjawabkan secara ilmiah, bagaimana proses penarikan sebuah hukum secara kontekstual atau hukum yang tidak  hanya dipahami secara hitam dan putih. Penarikan hukum secara kontekstual ini disesuaikan dengan kondisi dan realitas perkembangan masyarakat nusantara.

Kontekstualisasi hukum Islam di tengah perkembangan Islam nusantara ini, telah memastikan Islam bukan milik masyarakat Arab. Namun demikian, Nabi Muhammad, telah menunjukkan fungsi risalah kenabian terhadap kearifan lokal dan Islam yang ramah terhadap lingkungan lestari. Dasar dari risalah kenabian ini lebih menekankan arti penting akhlak. Akhlak Al Karimah, adalah konsep berpandangan dan berperilaku yang baik dan santun yang didasarkan pada prinsip etik universal dihadapan Allah dan lingkungan hidup, termasuk antar sesama umat manusia. Akhlakul karimah Nabi dapat diterapkan pada semua situasi dan kondisi agama dan budaya masyarakat.

Dalam teks wahyu, Al Qur'an, tidak ditemukan penjelasan tata cara dan model pergaulan dengan lingkungan pada suku, kelompok yang berbeda agama dan budaya. Meskipun demikian, akhlak al karimah Nabi Muhammad berlaku secara universal dan dapat diterapkan pada semua kondisi lingkungan masyarakat. Dasar universalitasnya, bahwa keutamaan, kebaikan, keperpihakan kepada yang lemah (siapa pun dan dari latar belakang apa pun), adalah sikap yang mulia dan luhur.

Sehubungan dengan prinsip akhlak al karimah di atas, telah membuat walisongo dan Kiai NU lebih leluasa melakukan kontekstualisasi atau pribumisasi Islam nusantara. Gerakan pribumisasi walisongo ini diabadikan dalam tradisi pesantren, sehingga pola interaksi para Kiai lebih mengedepankan sikap yang santun antar sesama umat manusia. Para Kiai lebih mengedepankan sikap harmoni dalam bingkai kebhinekaan atau keragaman.

Berikut ini, hasil dari penelitian Yuliyatun, dosen STAIN Kudus tentang beberapa keutamaan Kiai NU: pertama, melakukan pelayanan kepada umat. Kedua, membangun sikap saling mencintai dan menyayangi sesama umat manusia, baik sesama warga nahdliyyin, umat Islam dan sesama umat yang berbeda agama. Prinsip sikap yang seperti ini telah tertanam melalui pengembangan prinsip ukhuwah (persaudaraan): sesama umat Islam, sesama warga negara, sesama umat manusia. Ketiga, meneguhkan prinsip kebenaran dengan sistem memberikan tauladan yang baik (modeling).

Sehubungan dengan pandangan dan perilaku masyarakat NU dipengaruhi adanya filosofi bermadzhab para Kiai NU. Filosofi bermadzhab dapat dibaca pada bermadzhab Karya KH. Hasyim Asy’ari (1287H-1366H): pertama, menjadikan ulama salaf sebagai pedoman dalam mengetahui, memahami, dan mengamalkan syariat Islam secara benar. Mereka ini, adalah para sahabat, Ahl As Syuffah, Ahl Badr, Al Ulama Al Amilin yang memiliki karya besar yang bermanfaat bagi pembaca, serta mengamalkan ilmu yang diketahuinya.

Dalam penelitian Yuliyatun, juga dijelaskan, bahwa metode KH. Hasyim Asy'ari menjadikan madzhab sebagai pedoman dengan cara menjelaskan pendapat yang unggul dari pendapat lain yang serupa, menyendirikan persoalan yang khusus (takhshish) dari yang umum, membatasi yang muthlaq dalam konteks tertentu, menghimpun dan menjabarkan pendapat yang berbeda dalam persoalan yang masih diperselisihkan serta menjelaskan alasan timbulnya hukum yang demikian.

Selain itu, KH. Hasyim Asy'ari, juga memilih madzhab golongan terbesar (as-Sawad al-A'zham), yang memiliki integritas, loyalitas agama dan amanah moral, baik secara eksplisit maupun secara implisit, serta memelihara pendapat secara bertanggung jawab. Para Ulama madzhab di atas, adalah para ulama ahli tahqiq (penelitian) yang menekuni kajian terhadap pemikiran para ulama salaf, yang gigih melakukan ijtihad secara ilmiah.

Meretas Pemahaman Yang Demokratis

Dalam lingkungan masyarakat, pandangan dan perilaku individu dapat dipengaruhi oleh sosok yang menjadi model. Sosok yang menjadi model (modeling) ini sering disebut dengan sebutan Kiai, yaitu sosok yang mempengaruhi adanya prinsip, pandangan dan perilaku hidup. Dalam tradisi NU, Kiai memiliki peran berikut: pertama, menjadi sistem modeling prinsip aswaja an nahdliyyah. Kedua, menguatkan eksistensi keberadaan umat Islam dan warga NU untuk menjaga ahlakulkarimah.

Karenanya, tidak ditemukan di lingkungan warga NU yang memberikan kesepakatan keberagamaan berupa sikap intoleran. Misalnya, sikap menghujat, menganggap sesat, mengafirkan terhadap komunitas Muslim Indonesia di pelbagai media, baik buku, majalah, mailing list, dan weblogs. Sebenarnya, Kiai NU dan warga NU masih banyak mengalami perbedaan, karena adanya beragam pandangan tentang penarikan hukum Islam yang relevan dengan tradisi, adat, dan kearifan lokal. Namun karena perbedaan ini didasarkan pada dalil dan teks yang sama sama dianggap kuat, maka di antara Kiai NU sendiri bisa saling menghargai dan menghormati. Ada istilah yang sering muncul di tengah perbedaan para Kiai, yaitu adanya perbedaan  umat itu, adalah (bagaikan kehadiran) sebuah rahmat (yang agung dari Allah).

Selain itu, perbedaan yang dialami oleh para Kiai, adalah perbedaan yang didasarkan pada teks hukum hasil ijtihad ilmiah para Ulama, sehingga akan mempengaruhi para pembaca yang cerdas dan memiliki perspektif yang dipengaruhi oleh teks yang menjadi bacaannya. Misalnya, perspektif demokratis Kiai dan warga NU, telah terbuka terhadap pemahaman dan penafsiran yang didasarkan pada latar belakang mufassir.

Hal ini menjadi budaya para kiai, tidak mudah menuduh kafir, dlalalah, musyrik, dan kurafat terhadap sesama umat Islam. Sikap terbuka para Kiai didasarkan pada pemahaman, bahwa manusia akan mengalami proses pemahaman dan tindakan yang ”menyejarah”, yang selalu terkait ruang dan waktu. Karenanya, pemahaman dan cara berfikir para mujtahid dapat disampaikan dan direinterpretasikan dalam konteks kekinian. Hal ini bertujuan untuk menjawab problem masa lalu dan masa kini. Sukses dan selamat untuk gerakan masyarakat NU yang terus menyejarah untuk mengawal nusantara, Indonesia rumah bersama.

Ubaidillah Achmad, penulis Islam Geger Kendeng, Suluk Kiai Cebolek, Khadim Majlis Kongkow PP. Bait As Syuffah An Nahdliyah Sidorejo Pamotan Rembang.

Editor: Khayun Ahmad Noer

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Islam Nusantara Meretas Pemahaman Yang Demokratis
Islam Nusantara Meretas Pemahaman Yang Demokratis
https://lh3.googleusercontent.com/-kgLOml5AMxM/WbVOnXsCvGI/AAAAAAAACBI/f-lKcmhsXhMWrCVoice83QF4eEwpGRH7QCHMYCw/s640/1486444238589956ce515ba.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-kgLOml5AMxM/WbVOnXsCvGI/AAAAAAAACBI/f-lKcmhsXhMWrCVoice83QF4eEwpGRH7QCHMYCw/s72-c/1486444238589956ce515ba.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2017/09/islam-nusantara-meretas-pemahaman-yang.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2017/09/islam-nusantara-meretas-pemahaman-yang.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content