Fiksi Film G 30 S PKI Melupakan Visi Pengorbanan NU

Oleh : Ubaidillah Achmad ARRAHMAH.CO.ID - Perjuangan Kiai dan santri NU mengakhiri kekerasan PKI dan kehendak kuasa di balik kisah G 30 S...

Oleh: Ubaidillah Achmad

ARRAHMAH.CO.ID - Perjuangan Kiai dan santri NU mengakhiri kekerasan PKI dan kehendak kuasa di balik kisah G 30 S PKI, telah menjadi bahan kaum intoleran untuk menghidupkan kembali hantu konflik politik. Hal ini bertujuan untuk menjatuhkan lawan politik. Beberapa Oknum dari umat Islam, juga memilih menjatuhkan lawan politik dengan membuat isu, bahwa kekuatan lawan politik merupakan bagian dari konspirasi kebangkitan PKI.

Sehubungan dengan tema di atas, penulis akan mengkaji  persoalan berikut: Apakah masih relevan mengangkat isu kebangkitan PKI? Bagaimana NU menghargai keragaman bangsa Indonesia? Diskursus tentang isu PKI, sudah tidak relevan lagi, karena gerakan Komunis sudah tidak berdaya bersamaan dengan kematian ideologi ini. Gerakan komunis ini sekarang telah menjadi teori kritik atas hegemoni politik kekuasaan. Karenanya, yang terlihat kesurupan terhadap hantu PKI rata rata mereka yang berlebihan menunjukkan kehendak kuasanya atau sedang bermain dengan kelompok kepentingan politik.

Teori kritik atas kekuasaan ini, sebenarnya tidak sebanding dengan model ketajaman akar gerakan kritik yang sudah berlangsung sejak tradisi kenabian. Dalam sejarah para Nabi, mereka semua di utus ke permukaan bumi ini, karena ada latar belakang relasi kuasa yang tidak seimbang. Dari latar belakang ini, semua Nabi berjuang dengan sangat gigih memenuhi perintah Allah, bertujuan untuk menegakkan relasi kuasa yang seimbang dan harmoni dengan lingkungan hidup.

Para Nabi pembebas diutus bukan untuk menolak sistem permodalan dan menolak kemiskinan, namun untuk mengingatkan kaum kapitalis agar tergugah hatinya untuk turut membantu membebaskan mereka yang lemah dan memerlukan bantuan. Sebaliknya, yang mengalami kemiskinan tetap bersabar dan berusaha sebaik baiknya. Gerakan risalah kenabian, adalah gerakan yang didasarkan pada upaya menjaga keutamaan hidup dan harmoni dengan lingkungan hidup yang lestari.

Fiksi Film G 30 S PKI

Betapa rumit dan sulit membahas peristiwa G 30 S/PKI, namun akan menjadi mudah justru setelah kita mengkaji dari film yang disutradarai dan ditulis oleh Arifin C. Noer, diproduseri oleh G. Dwipayana. Tentu saja, film ini banyak melibatkan daya imajinasi yang tinggi terhadap peristiwa G 30 S/PKI. Meskipun dalam realitas di lapangan sudah jelas terjadi konflik antara elit politik yang melibatkan elit para jenderal TNI, namun tanpa imajinasi yang tinggi dari sutradara, maka tidak akan menjadi film yang seru dan menegangkan para penonton.

Dalam film ini, sutradara juga mampu membangkitkan sikap amarah dan kebencian penonton terhadap PKI. Kebencian dan amarah, seperti yang dirasakan para penonton ini sudah menjadi instrumen propaganda yang efektif untuk membuat lawan politik jatuh "telak" dan terkesan sebagai penghianat negara. Meskipun demikian, instrumen ini tidak selamanya efektif. Sebaliknya, mereka yang mengimajinasikan adanya kebangkitan hantu PKI di dunia, justru terlihat masih ketakutan terhadap PKI.

Bisa jadi, mereka yang ketakutan ini tidak memiliki hubungan dengan para orang tua yang memang menjadi korban dari kekerasan PKI. Meskipun film ini sudah memenuhi standar karya sastra yang bersifat fiksi dewasa, namun ada yang fundamental yang diabaikan dalam film ini, yang sebenarnya juga tercatat dalam sejarah di balik sukses para pemenang dalam percaturan politik bangsa Indonesia, tahun 1965, yaitu perlawanan gigih para aktivis GP Ansor NU melawan PKI. Terlepas dari sejarah real NU berhasil menghadang kekerasan PKI yang tidak masuk dalam konflik film, setidaknya film ini sudah mampu menggambarkan keganasan PKI versus atas nama pembela rakyat, yaitu TNI AD.

Dengan sikap tegas GP Ansor NU di balik film G 30 S PKI, yang menerjunkan pasukan Banser untuk menangkal serangan PKI, telah menjadi angin segar bagi para elit politik yang terlihat di film sedang mengalami "kewalahan" menghadapi elit partai komunis Indonesia. Fenomena ini mampu ditangkap secara dramatis oleh sutradara dalam Film, yang sebenarnya masih banyak mengabaikan kisah perjuangan para Kiai dan santri melawan PKI. Dalam film G 30 S/PKI ini, secara politis ada yang diuntungkan dan dapat mengambil keuntungan politis. Setiap penonton film ini pun akan memahami secara subjektif memiliki pandangan yang berbeda beda.

Sehubungan dengan subjektivitas ini, penulis mencatat tiga hal yang secara universal dapat dipahami di balik kuasa film ini:

Pertama, Para Kiai dan masyarakat NU menjadi korban kehendak kuasa para elit politik. Dari peristiwa ini, GP Ansor NU harus mengamankan para Kiai dan warga NU yang menjadi sasaran G 30 S PKI. Kedua, perebutan politik kekuasaan, yang terjadi pada masa kepemimpinan Ir. Soekarno, adalah benar benar merupakan konflik kehendak kuasa elit politik yang melibatkan TNI. Peristiwa ini memancing emosi warga masyarakat yang buta politik. Ketiga, adanya kepentingan politik Soeharto versus mereka yang menentangnya. Catatan yang ketiga ini, dapat dibaca dari sistem kekuasaan yang sentralistik sebagaimana yang diterapkan Soeharto. Politik berfikir dingin telah membuat lawan politik ketakutan bersikap mengkritisi semua kebijakan politiknya.

Keempat, terjadi peralihan kekuasaan Presiden Soekarno dengan strategi politik desoekarnoisasi. Siapa dibalik dalang peristiwa ini? dapat dilacak sendiri dalam sejarah konflik elit politik bangsa Indonesia, karena bukan kapasitas saya sebagai ahli sejarah. Yang pasti, pasca peristiwa ini, sejarah Orde Baru lebih mengunggulkan Soehrto dari pada kesejarahan presiden pertama, yang berhasil menandai sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia.

Jadi, Soeharto seperti memposisikan Ir. Soekarno sosok yang kalah, karena sejarah selalu berpihak kepada pemenangnya (baca, Brown dalam The Da Vinci Code, telah menulis "History is always writen by the winners"). Peristiwa 65, sebagaimana yang dapat dipahami dari film G 30 S/PKI seolah olah telah menunjukkan pada dunia, Soeharto Sang Pemenang Narasi tunggal sejarah bangsa Indonesia tahun 1965.

Kelima, watak feosalistik para pemimpin dan yang dipimpin mempengaruhi kondisi sejarah bangsa Indonesia yang tidak kunjung berakhir selalu dimainkan oleh mereka yang haus kekuasaan. Dalam realitas perkembangan politik bangsa Indonesia, sikap haus kekuasaan ini selalu memanfaatkan setiap pemilihan kepala pemerintah daerah hingga pusat dengan cara yang tidak bermartabat, yaitu dengan membuat strategi politik kambing hitam dan belah bambu serta ada juga yang menggunakan politik belah duren,

Melepas Dendam Meretas Keberagaman

Selama kekuasaan Orde Baru, para kiai NU telah didekati oleh Rezim Orde Baru, yang dalam suasana politik tertentu berseberangan dengan Orde Baru dan sekaligus sangat diperlukan oleh Orde Baru. Namun demikian, para aktivis NU memahami, saat bersama Orde Baru dan saat bersikap tegas menjaga jarak relasi dengan Orde Baru yang tidak sejalan dengan marwah Nahdlatul Ulama. Hal ini tidak membuat NU kehilangan jejak menjaga pribumisasi Islam, menjaga Islam rahmatan lil'alamiin dan keragaman (kebhinekaan) bangsa Indononesia.

Dalam konteks kepentingan politik, baik personal maupun komunal, peran dan fungsi NU tetap menjadi Ormas keagamaan yang lebih mementingkan politik kebangsaan. Beberapa contoh kebijakan yang mengarah kepada politik kekuasaan, justru kurang mendapatkan perhatian dari Nahdlatul Ulama. Sikap ini sesuai demgan khittah 26 ORMAS NU. Karenanya, NU bersikap netral terhadap pasal 6 Tap MPRS XXXIII/1967 terdapat ketentuan, bahwa Jenderal Soeharto sebagai Pejabat Presiden berkewajiban untuk melakukan proses peradilan atas tuduhan Bung Karno terlibat dalam Peristiwa G.30S/PKI. Adanya politik kekuasaan ini, tidak berpengaruh bagi visi dan misi Nabdlatul Ulama.

Jadi, fiksi film G 30 S PKI, tidak hanya mengupas sikap kalap PKI, namun juga mempertontonkan perpecahan dan pertikaian elit politik yang melibatkan TNI AD. Fenomena ini seharusnya membuat malu kita karena wajah pertikaian kita disaksikan dunia. Secara psikososiologis akan membuka rahasia bobrok etika politik bangsa kepada dunia. Dengan demikian, sewaktu negara negara dunia ingin memainkan bangsa Indonesia, bisa melalui titik yang mudah memecah belah bangsa Indonesia. Karenanya, secara langsung pemerintah Orde Baru, juga telah membuka sejarah kerusakan bangsa karena kehendak kuasa. Selain itu, mempertontonkan kerusakan nation and character building anak muda bangsa Indonesia.

Di balik kuasa konflik ini, sebenarnya ada kegigihan GP Ansor NU melalui para Banser yang menghadang dan melawan PKI. Peristiwa ini menguras energi warga NU, yang sekarang ini tidak tertarik dengan isu PKI dan tidak mengggap ada kebangkitan PKI kembali, kecuali muncul kembali sosok yang bersedia menjadi kambing hitam atau menghitamkan diri. Hal ini tidak akan memberikan pengaruh politik kepada warga negara yang sudah cerdas dan melek politik.

Karenanya terkait dengan isu kebangkitan PKI, jika tidak mempengaruhi kesetabilan struktur aparatur negara, maka tidak perlu ada sesuatu yang harus dikhawatirkan. Yang mengkhawatirkan, justru jika ada yang memainkan aparat negara untuk memperbesar konflik antar aparatur negara dan sesama warga negara.

Di luar teks film, jika ada isu PKI akan mengganti agama dan mengorbankan banyak ulama, merupakan isu yang tidak akan dapat tempat di hati masyarakat Indonesia yang sudah agamis. Sekarang, isu PKI sudah dapat dipahami merupakan bentuk propaganda yang tidak akan mendapatkan basis masa mengambang. Pasca menonton film, penonton justru banyak yang menyaksikan realitas politik kekuasaan, yaitu kemenangan politik Orde Baru, yang mengabaikan arti keragaman untuk kemajuan bersama bangsa Indonesia.

Dari pengalaman di atas, para Kiai dan santri, telah memahami bahaya intoleransi terhadap keragaman bangsa Indonesia. Karenanya, di tengah isu yang memunculkan kembali PKI akan bangkit, tidak mempengaruhi komitmen para Kiai dan Santri untuk menjaga keragaman dan kebhinekaan.

Tentu saja, Isu kebangkitan PKI yang sudah mati dan tidak laku yang pernah berhadapan langsung dengan GP ANSOR NU ini, telah membalik logika kaum intoleran. Dengan kata lain, Mengapa NU yang pernah secara langsung berhadapan dengan PKI sebagai korban elit politik yang melibatkan TNI AD, namun yang meramaikan isu PKI akan kembali, justru organisasi baru yang tidak pernah berhadapan dengan PKI.

Sikap warga NU yang sekarang tidak menunjukkan ketakutan terhadap kebangkitan PKI, karena lebih memilih melepas dendam untuk meretas keberagaman bangsa Indonesia. Meskipun demikian, para aktivis dan warga NU tetap gigih memberikan pencerahan kepada masyarakat, agar tidak dapat terulang menjadi korban propaganda elit politik atau mereka yang berambisi besar pada kehendak kuasa.

Doa para Kiai kepada para elit politik, mereka yang berkuasa, dan para anggota TNI, semoga mereka ini tidak dapat dimainakan oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab. Lagi lagi Oknum inilah yang akan menghancurkan negara, yang hingga sekarang masih selalu misterius. Lawan Propaganda yang misterius itu!!!

Ubaidillah Achmad, penulis Islam Geger Kendeng, Suluk Kiai Cebolek, Khadim Majlis Kongkow PP. Bait As Syuffah An Nahdliyah Rembang.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Fiksi Film G 30 S PKI Melupakan Visi Pengorbanan NU
Fiksi Film G 30 S PKI Melupakan Visi Pengorbanan NU
https://lh3.googleusercontent.com/-RWT6_9Dzsr8/Wc3nyujvh6I/AAAAAAAACJs/xJO27FfrFk4ZFGdtFfDD6wo-aRYj_SpJQCHMYCw/s640/Film%2BG30SPKI.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-RWT6_9Dzsr8/Wc3nyujvh6I/AAAAAAAACJs/xJO27FfrFk4ZFGdtFfDD6wo-aRYj_SpJQCHMYCw/s72-c/Film%2BG30SPKI.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2017/09/fiksi-film-g-30-s-pki-melupakan-visi.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2017/09/fiksi-film-g-30-s-pki-melupakan-visi.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content