Billboard Ads

ARRAHMAH.CO.ID - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP. IPNU) bersama Harian Kompas mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) jurnalistik untuk para pelajar dan santri di wilayah Jawa Tengah. Kegiatan tersebut merupakan kali kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Pondok Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Kedoya, Jakarta Barat, pada Februari lalu.

Diklat kedua yang diikuti oleh 42 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah itu berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (9-11/9), di Pondok Pesantren Mahadut Tholabah Babakan Tegal.

Redaktur Pelaksana Harian Kompas Muhamad Subakir menyampaikan alasan mengapa Harian Kompas menerima kerja sama dari PP IPNU dalam sekali tawaran. Ia menerangkan bahwa kondisi media sosial saat ini dikuasai oleh orang-orang Islam yang bukan Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Di luar sana, belajar dari google saja sudah jadi ustadz,” ujar alumni Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan itu.

Selanjutnya ia mengutip hasil penelitian Lemhannas yang mengatakan bahwa pada tahun 2045 penerus bangsa Indonesia adalah pelajar sekolah menengah atas (SMA) dan mahasiswa. Menurutnya, jika generasi pelajar saat ini yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa ke depan terombang-ambing oleh berita yang tidak jelas pada hari ini, maka untuk membangun bangsa ke depannya akan sulit dan tidak terarah.

Pada akhir sambutannya ia mengajak kepada para pelajar dan santri untuk mengisi media sosial dengan tradisi pesantrennya. Menurutnya santri perlu menjadi kontra narasi dari berita-berita negatif yang berkembang.

“Kita harus bisa menyaingi. Paling tidak bisa menjadi pembanding,” tambah pria asal Sumenep Madura itu. 

Di tempat yang sama, pengasuh Pondok Pesantren Mahadut Tholabah Babakan KH Nasikhun Isa Mufti mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi dan kepedulian Harian Kompas dalam mengawal generasi muda terutama santri. Ia juga mengharapkan agar santri dan pelajar ke depannya dapat mengisi media sosial dalam menangkal isu-isu yang memecah belah dan menyulut perpecahan.

“Kita belum tahan kritik. Harapannya, media sosial akan diramaikan oleh keberanian generasi santri. Jangan terlalu tawadhu,” tandasnya.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Redaktur Pelaksana Kompas Muhamad Subakir, Pengasuh Pondok Pesantren Mahadut Tholabah Babakan Tegal Nasikhun Isa Mufti, dan Ketua Bidang Jaringan Pesantren PP IPNU M. Aqib Malik. (M. Ilhamul Qolbi)


By