Type something and hit enter

author photo
By On


Wirathu dan Dalai Lama
Wirathu dan Dalai Lama
ARRAHMAH.CO.ID - Para biksu di Myanmar bersama militer disebut ikut memprovokasi warga Budha di Myanmar untuk melakukan genosida di Myanmar. Mereka menganggap etnis Rohingya harus dimusnahkan karena akan mengancam warga Budha di sana.

Salah satu pemimpin umat Budha di Myanmar adalah Wiseitta Biwuntha, sering disapa Yang Mulia Ashin Wirathu. Dialah salah satu tokoh yang mengobarkan gerakan antimuslim dikenal dengan nama 969.

Wirathu mengatakan dia ingin gerakan biksu radikal 969 dipimpinnya bisa melindungi warga Buddha Myanmar dari minoritas muslim. Wirathu pernah dipenjara akibat mengobarkan kerusuhan SARA, namun mendapat amnesti dan bebas.

Dari luar, Wirathu terlihat baik dan sopan, dengan mata cokelat besar dan senyum manis. Suaranya halus dan iramanya terukur. Namun, di balik tampilan luarnya ini, ada kebencian yang tak berkesudahan terhadap 4 persen populasi Myanmar yang beragama Islam (tembok pembantaian berdiri di luar tempat tinggalnya). Wirathu bertanggung jawab atas provokasi dan hasutan beberapa tindakan terburuk dari kekerasan etnis dalam sejarah negara ini, dan digambarkan oleh Majalah TIME pada tahun 2013 sebagai "Wajah Teror Buddha".

Ketika itu TIME menulis judul 'Inilah wajah terorisme Buddha' lantaran dapat merusak kepercayaan yang dibangun antar agama di Myanmar dan merusak gambaran umat Buddha, yang menjadi agama mayoritas di Myanmar selama ribuan tahun.

Kelakuan Wirathu ini menuai protes dunia. Salah satu yang berkali-kali menyerukan agar Wirathu menghentikan aksinya adalah pemimpin spiritual Tibet Dalam Lama.

Di setiap kesempatan Dalai Lama mengungkapkan kesedihannya atas kekerasan yang terjadi hingga menyatakan bahwa Sang Buddha akan menyelamatkan umat Muslim Rohingya dari penderitaannya.

"Mereka harus ingat, Sang Buddha pasti akan membantu orang-orang Muslim yang malang dalam keadaan seperti itu. Saya merasa ini sangat menyedihkan," katanya di depan wartawan seperti dilansir dari laman CNN, Senin (11/9).

Selain menyatakan keprihatinan dan dukungannya, Dalai Lama juga menyerukan agar pemerintah Myanmar mengikuti ajaran Buddha agar menghentikan penderitaan warga Muslim Rohingya.

"Myanmar harus mengikuti teladan Sang Buddha dan memberi bantuan terhadap warga minoritas Rohingya yang dianiaya di negara tersebut," serunya.

Tahun 2015 lalu, di hari ulang tahunnya ke-79, dia menyerukan seluruh umat Buddha di Myanmar dan Sri Lanka untuk menghentikan kekerasan terhadap umat Islam.

Dalai Lama menyampaikan pesannya itu di hadapan puluhan ribu umat Buddha, termasuk aktor film Hollywood terkenal Richard Gere.

"Saya menyerukan kepada umat Buddha di Myanmar, Sri Lanka, membayangkan wajah Buddha sebelum mereka berbuat kejahatan," kata dia di tempat pengasingannya, Kota Leh, India.

"Buddha mengajarkan cinta dan kasih sayang. Jika Buddha ada di sana, dia akan melindungi muslim dari serangan umat Buddha."

Setahun sebelumnya, Dalai Lama juga menyerukan para biksu Myanmar memperlakukan umat Islam di negeri itu dengan baik sesuai ajaran Buddha. Dia meminta Aung San Suu Kyi melindungi hak kaum Rohingya.

"Wahai para biksu Myanmar, saya mohon, saat kalian marah kepada saudara muslim, ingatlah ajaran Buddha," kata pemimpin umat Buddha itu dalam jumpa pers usai acara konferensi hak asasi di Ibu Kota Praha, Republik Ceko.

"Saya yakin umat Buddha akan melindungi saudara muslim laki-laki dan perempuan yang menjadi korban," kata dia. (merdeka.com/arrahmah.co.id)

Click to comment