Billboard Ads

Pilih Absen dari Sidang Umum PBB, Aung Suu Kyi Takut Dikritik?
Pilih Absen dari Sidang Umum PBB, Aung Suu Kyi Takut Dikritik Soal Rohingya?
ARRAHMAH.CO.ID - Di tengah tragedi pembantaian terhadap etnis minoritas muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, kecaman terhadap peraih penghargaan Nobel Perdamaian kini didapuk menjadi Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi, terus berdatangan. Diduga karena itu, anak dari pahlawan kemerdekaan Myanmar, Jenderal Aung San, memilih menghindar dari Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dilansir dari laman BBC, Rabu (13/9), Suu Kyi memutuskan tidak bakal hadir dalam Sidang Umum PBB digelar pekan depan. Konon kalau dia datang bakal dikritik habis-habisan lantaran tidak mampu menangani kekerasan terhadap etnis Rohingya dilakukan pasukan Myanmar.

"Penasihat Negara tidak akan menghadiri sidang umum PBB," kata juru bicara Suu Kyi, Zaw Htay.

Sayang Zaw tidak memberi penjelasan mengapa Suu Kyi urung hadir dalam Sidang Umum PBB. Padahal hari ini Dewan Keamanan PBB bakal menggelar rapat membahas krisis orang Rohingya di Myanmar.

Baca juga: Biksu Garis Keras Wirathu yang Penuh Kebencian dan Dalai Lama yang Welas Asih Pada Rohingya

Pemerintah Myanmar menyangkal mereka memburu dan membantai etnis Rohingya, dengan dalih menumpas gerakan militan Tentara Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA). Anggota ARSA menyerbu pos pemeriksaan di perbatasan pada 25 Agustus dengan senjata ala kadarnya, menyebabkan 12 orang tewas. Tentara Myanmar bereaksi dengan mengirim ribuan bersenjata lengkap. Mereka juga menolak pengajuan gencatan senjata diajukan ARSA.

Baca juga: Aksi Bela Rohingya di Borobudur, Di Hadapan Seorang Polisi Tua, Laskar: Polri, Laknatullah ’Alaihim!

Argumen Myanmar dibantah oleh Kepala Komisi Hak Asasi Manusia PBB, Zeid Raad al-Hussein. Menurut Zeid, perlakuan pasukan Myanmar terhadap etnis Rohingya lebih mengarah ke pembersihan etnis (genosida) ketimbang operasi militer menumpas pemberontak. Sebab, dari fakta-fakta dikumpulkannya, serdadu Myanmar juga menyasar warga sipil Rohingya, sekaligus membakar seluruh perkampungan mereka. (merdeka.com/arrahmah.co.id)