Type something and hit enter

author photo
By On


Posisi Tangan Saat Takbir
Posisi Tangan Saat Takbir
ARRAHMAH.CO.ID - Bagaimana sesungguhnya posisi tangan saat takbir? Tidak semua kitab-kitab di bagian ini menjelaskan secara detail, karena memang tidak masuk rukun shalat atau bahkan sunnah ab'ad, yang jika ditinggal harus sujud sahwi. Keterangannya sebagian hanya menyebut mengangkat tangan saja saat takbir, sebagai hadist riwayat Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Ibnu Hibban (Kifayatul Akhyar, h. 85). 

Baru dalam kitab yang lebih detail lagi, misalnya Al-Iqna, dijelaskan posisi tangan yang dicontohkan. Yaitu sesuai hadist Nabi, "Nabi mengangkat tangannya slaras dengan pundak saat permulaan shalat." (HR Bukhari, Muslim). Dalam Sharah Muslim, Imam Nawawi menjelaskan, yang dimaksud selaras dengan pundak (Hadzwi mankibaihi) adalah ujung-ujung jari lurus dengan daun telinga bagian atas, jari jempol dipaskan dengan daun telinga bagian bawah (tempat anting-anting), dan telapak tangan diluruskankan pundak. (Al-Iqna, juz 1, h. 299).

Atau lebih detail lagi dalam Bidayatul Hidayah dijelaskan, jari-jari diregangkan, tapi jangan terlalu renggang, hindari untuk merapatkannya.Paskan jari jempol dengan telinga bagian bawah, sementara ujung-ujung jari sejajarkan dengan telinga atas, dan telapak tangan lurus dengan pundak. Maka jika sudah berposisi demikian, maka takbirlah (Bidayatul Hidayah, h. 47)

Memang, ada juga yang mengartikan hadist riwayat Bukhari Muslim di atas dengan meluruskan ujung jari-jari tangan dengan pundak.

Karena itu, sebagai upaya al-jam'u, menggabungkan beberapa pengertian, maka mengangkat tangan ketika takbir batasnya adalah paling rendah lurus dengan pundak, dan paling tingginya adalah lurus dengan daun telinga.

Nah, jika kurang atau melebihi batas ini maka tidak memenuhi batasan mengangkat tangan saat takbir, sehingga tidak mendapat kesunahan.


Oleh: Ustadz Fathuri Ahza Mumtaza

Click to comment