Patung Dan Konflik Manusia Dalam Kisah Kenabian

Kisah patung yang dibuat dan dihancurkan dalam kisah kenabian akan selalu terkait dengan latar belakang sosial politik masyarakat zamannya. Karenanya, banyak kisah patung yang diceritakan, bahwa ada patung yang menjadi kenangan kisah manusia, media riset kesejarahan dan ilmu pengetahuan. Ada pula, patung yang dapat menjadi media pembodohan dan menutupi kekejaman kaum fasis dan kapitalis.

An 18th century Turkish steel armor for horse and rider at Museum of Islamic Art Doha Qatar. Photo: amuslimtraveler
An 18th century Turkish steel armor for horse and rider at Museum of Islamic Art Doha Qatar. Photo: amuslimtraveler

Oleh: Ubaidillah Achmad

WAWASAN, ARRAHMAH.CO.ID - Kisah patung yang dibuat dan dihancurkan dalam kisah kenabian akan selalu terkait dengan latar belakang sosial politik masyarakat zamannya. Karenanya, banyak kisah patung yang diceritakan, bahwa ada patung yang menjadi kenangan kisah manusia, media riset kesejarahan dan ilmu pengetahuan. Ada pula, patung yang dapat menjadi media pembodohan dan menutupi kekejaman kaum fasis dan kapitalis.

Dalam perspektif budaya, patung merupakan karya seni yang memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Karenanya, bangunan kuno tidak lepas dari ornamen patung, yang sewaktu waktu menjadi tempat mengasah memori kesejarahan umat manusia. Dalam kisah agama kuno, patung memiliki peran penting untuk instrumen meditasi dan pembelajaran bagi kaumnya.

Sehubungan dengan arti penting patung dalam sejarah umat manusia, maka kitab suci kenabian merespon sangat serius. Teks suci kenabian ini merespon fenomena patung dengan memberikan respon secara berbeda sesuai dengan kegunaan patung bagi masyarakat zaman kenabian. Karenanya, dalam kisah kenabian, ada patung yang dibuat untuk mengikuti kehendak Nabi, namun ada pula patung yang dihancurkan karena merusak risalah kenabian dalam membangun relasi suci kosmologis antara manusia dengan Allah dan manusia dengan lingkungan lestari.

Banyak perspektif dalam mengkaji persoalan patung. Dalam konteks ini, penulis telah membahasnya besama pematung dan seniman beken, bernama MA Sutikno (seniman dan pematung) dan aktivis muda berbakat Khoirul Anwar. Diskusi ini dipandu oleh Shary Pattipeilohy (dosen Undip dan peneliti di Institute of Peace and Security Studies), pada Pk 18.30 - 21.00, tanggal 22 Agustus 2017, di rumah sahabat saya, Mas Damar, wartawan senior, Jl. Ayodyapala 44, Semarang,

Acara ini, karena ada fenomena kelompok kecil masyarakat yang bersuara lantang, yang ingin merusak patung tanpa latar belakang yang jelas: apakah patung membahayakan bagi kemanusiaan? atau apakah patung mengganggu lingkungan hidup?

Jika membaca kisah pada masa Nabi Ibrahim, patung menjadi legitimasi kekejaman namrud. Sedangkan, jika membaca pada masa kisah Nabi Muhammad, patung menjadi intrumen keserakahan kapitalis Qurays. Berbicara pada konteks masa kemerdekaan bangsa Indonesia hingga sekarang ini, patung menjadi alat kekejaman siapa? atau sebaliknya, manusia yang merusak patung yang lebih kejam? Sehubungan dengan pertanyaan ini, penulis akan secara spesifik membahasnya relevansinya dengan judul di atas.

Fenomena pengrusakan patung yang terjadi sekarang ini, adalah bentuk upaya merusak patung yang menghiasi sejarah Nusantara, bangsa Indonesia. Tentu saja, upaya pengrusakan ini merupakan bentuk tidak adanya penghargaan pelaku pengrusakan terhadap kearifan lokal. Yang menarik dari para pelaku pengrusakan ini, ada yang dari oknum umat Islam yang berdalil atas nama perintah agama yang bersumber dari hadis Nabi Muhammad.

Sehubungan dengan penggunaan hadis tentang larangan pembuatan patung, maka penulis tidak menolaknya, karena penulis mengakui arti penting hadis dalam menentukan hukum Islam. Namun demikian, perlu kajian teks hadis sesuai dengan konteks upaya pengembangan hukum Islam. Sebagai catatan penting dalam tulisan ini, tidak mudah bagi masyarakat umum memahami hadis, baik secara tekstual maupun kontekstual.

Hadis merupakan bentuk teks rujukan yang disandarkan pada Nabi Muhammad, baik berupa sabda, perbuatan dan ketetapan Nabi. Teks hadis ditemukan melalui riset para ahli hadis sesudah sekian qurun generasi dari Nabi Muhammad. Dari segi kalimat sejumlah hadis yang dikumpulkan para Ulama pun, masih belum mewakili sebagai catatan yang representatif dari keseluruhan pesan Nabi Muhammad, yang sudah tebukukan dalam bentuk hadis.

Dalam penyusunan hadis, juga sangat serat dengan latar belakang sosio historis para Ulama saat melakukan riset. Misalnya riset hadis yang tidak memberikan ruang perawian yang bersumber dari mereka yang dekat dengan Nabi, seperti Khadijah RA. Hal ini menunjukkan, masih banyak hadis yang belum terbukukan pasca wafat Nabi. Dalam sirah nabawi, Nabi Muhammad sendiri, pernah melarang para sahabat menyusun Hadis. Hal ini menunjukkan, hasil penyusunan Hadis adalah bentuk ijtihad melalui riset para Ulama (ahl al hadis) pasca Nabi Muhammad wafat.

Patung: Antara Keindahan dan Kealaman

Dalam sejarah lama, manusia telah mengenal patung. Patung tidak hanya menandai berbagai jenis seni rupa yang digemari banyak orang, namun juga menandai perkembangan sejarah umat manusia. Karena itu, patung banyak dibuat untuk memenuhi kebutuhan seni dan menandai sejarah manusia. Contoh patung yang sering kita temui, patung manusia maupun hewan. Jenis patung ini digunakan untuk keperluan situs sejarah manusia, cendera mata dan alat bermain anak anak.

Selain itu, patung merupakan hasil karya seni yang dapat dijadikan instrumen keindahan dan instrumen memadukan gambaran relasi kealaman individu dengan Tuhannya. Patung merupakan tekstur yang menerjemahkan unsur kealaman dan mencatat kenangan indah karya besar Allah yang melewati sejarah manusia. Keberadaan patung ini, sewaktu waktu dapat dikaji kembali dan dikenang kembali untuk menandai sejarah manusia.

Sehubungan dengan filosofi seni patung tersebut, banyak manusia yang memaknai secara berbeda beda. Fenomena ini sudah berlangsung dalam sejarah kenabian dan sejarah manusia. Patung dibuat dari barang, hewan, batu, kayu, dan bahan lainnya. Pada masa Walisongo dan Sunan Bonang, patung yang terbuat dari kayu digunakan untuk proses pribumisasi Islam. Kisah patung pada masa walisongo yang digunakan untuk wayang kulit berkembang sampai masa Kiai Cebolek. Patung pada masa Kiai Cebolek digunakan untuk ornamen pada masjid lasem. Pada sejarah lama, patung yang berkualitas tinggi dibuat dari batu pegunungan yang berkualitas.

Berbeda dengan sejarah lama, sekarang ini patung dibuat dari batu yang sudah diproses melalui sistem pertambangan. Dalam ‘Mu’jam al-Wasith’ patung berasal dari kata مثل-يمثل-تمثيلا  yang artinyaمثل التمثال: membuat suatu gambar sampai terlihat wujudnya (Anis Ibrahi: p. 554). Sebagaimana yang sudah dipahami secara umum, patung dibuat dengan memahat batu atau tembaga atau yang sejenisnya yang menggambarkan rupa mahkluk hidup.

Konflik Manusia Dalam Kisah Kenabian

Dalam sejarah kenabian, keberadaan patung mengalami dua perlakuan; pada masa Nabi Sulaiman yang menjadikan patung sebagai karya seni yang indah. Kedua, patung pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad yang sengaja dihancurkan, karena digunakan dua fungsi yang sama sama salah. Fungsi pertama, patung pada zaman Nabi Ibrahim untuk legitimasi kekuasaan raja Namrud. Pada masa ini, Raja Namrud memanfaatkan patung untuk mengelabuhi masyarakat mempertahankan kekuasaan dengan kedok kesalehannya.

Raja Namrud berharap dengan kedekatannya pada sesembahan masyarakat, maka masyarakat tidak akan ada yang berani melawan hegemoni raja Namrud. Artinya, melalui patung ini, Ramrud bisa mengendalikan kekuasaan dan sistem permodalan di tengah lingkungan masyarakat zamannya. Fenomena ini menunjukkan, fungsi patung sebagai sesembahan buta masyarakat tanpa memperhatikan kejahatan Namrud yang berkedok pada kesakralan patung untuk mendukung kekuasaan.

Hal yang sama, juga terjadi pada zaman Nabi Muhammad, patung dalam kejayaan dagang masyarakat Qurays, telah menjadi media perjanjian kapitalisme. Patung sebagai media perjanjian dagang ini, telah diletakkan di atas ka'bah dan memenuhi hiasan rumah Allah, baitullah. Di tengah kerjasama para kapitalis ini, telah mengorbankan masyarakat Arab dan masyarakat miskin kota qurays. Kondisi masyarakat korban materialis kapitalis ini digambarkan dengan indah di Al Qur'an surat Al Qurays, yaitu masyarakat yang bekerja namun tidak mendapatkan hasil dari pekerjaannya.
Dalam kondisi tersebut, Nabi Muhammad mengajak para masyarakat korban kapitalis Qurays untuk menyembah Tuhan Ka'bah, yaitu Tuhan yang memeri makan dari rasa lapar dan memberikan rasa aman dari ketakutan dihadapan fasisme politik dan para kapitalis Qurays. Model perlawanan Nabi Muhammad dan masyarakat miskin qurays tehadap kaum fasis dan kapitalis ini diwujudkan dalam bentuk menghancurkan patung patung yang ada di Ka'bah. Masyarakat arab pada masa ini, telah meyakini keberhalaan patung yang harus disucikan dan disembah melalui mengorbankan anak setiap terlahir perempuan. Artinya, setiap anak perempuan disembelih sebagai bentuk persembahan terhadap patung yang sedang di letakkan di ka'bah,

Patung di kab'bah ini hanya menjadi sesembahan buta masyarakat qurays yang sudah dimanfaatkan para fasis dan kapitalis terlalu jauh. Kondisi kesejarahan patung pada zaman Nabi Muhammad ini, membuat sikap tegas Nabi Muhammad menolak patung yang diabadikan dalam hadisnya. Jadi, kisah Nabi Muhammad menghancurkan patung, karena alasan asas kegunaan patung yang dijadikan sebagai instrumen kaum fasis dan kapitalis Arab. Pada masa ini, Kaum kapitalis arab suka menyebut nama patung yang menjadi legitimasi sikap kapitalismenya.

Hal yang sama, juga terjadi pada kaum fasis, seperti Abu Sufyan pada perang Uhud, berteriak: “U’lu hubal, u’lu hubal (Maha Tinggi berhala Hubal, Maha Tinggi berhala Hubal). Hal ini dapat dibaca pada tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur`an al-‘Adzim, Beirut: Darul Kutub al-‘Ilmiyah, cet. I, 1419, vol. VII, hal. 288.

Sebagai bentuk pengalaman Nabi Muhammad di tengah masa jahiliyah, beliau pernah menceritakan tentang kisanya relasinya dengan salah satu berhala masa pra Islam, bernama ‘Uzza. Dalam cerita ini, Nabi Muhammad mengatakan: “Laqad ahdaitu lil ‘uzza syatan ‘afra`, wa ana ‘ala dini qaumi (Sungguh aku pernah memberi hadiah kepada ‘Uzza, berupa kambing putih, aku sedang berada di tengah suasana agama kaumku).” Hal ini dapat dibaca pada sumber kitab, karya Abu al-Mundzir Hisyam al-Kalbi, Kitab al-Ashnam, Kairo: Darul Kutub al-Mishriyyah, cet. IV, 2000, p. 11. Selain 'Uzza, patung yang paling populer ialah al-Lata dan Manah (QS. An-Najm:19-20).

Patung Menurut Hukum Islam

Bagaimana hukum Islam terhadap patung? Sebelum berbicara tentang hukum Islam terhadap patung, umat Islam perlu memahami hukum Islam yang bersifat teosentris, yaitu hukum Islam sebagai hukum yang dianggap bersifat religius, sakral, dan abadi.

Hal ini berbeda dengan kondisi realitas sosial, yang menuntut perubahan epistemologi, baik secara rekonstruktif dan dekonstruktif. Bagaimana jika hukum Islam dikaitkan dengan kondisi realitas sosial yang dipandang sakral? Jika hukum Islam dikaitkan dengan realitas sosial, maka akan menunjukkan wajah yang berbeda dengan aslinya. Contoh, perbuatan mencuri yang seharusnya mendapatkan hukuman "potong tangan", telah diputuskan oleh Umar melalui ijtihad kemanusiannya. Misalnya, seorang pencuri tidak harus potong tangan. Contoh kedua, penggunaan media patung yang pernah dilarang Nabi karena telah dikenal menjadi instrumen kaum fasis dan kapitalis, dalam perkembangan berikutnya berubah menjadi instrumen dakwah sunan kalijaga.

Kedua contoh ini menunjukkan kesakralan dan keabadian hukum Islam memiliki kontekstualisasi yang berbeda dengan wajah aslinya. Hal ini sesuai dengan kondisi dan situasi kesejarahan masyarakat.

Jadi, para ahli hukum islam mempunyai landasan wahyu Al-Quran dan Hadits, namun hal ini bukan berarti mengabaikan kontekstualisasi pemaknaan, seperti hasil ijtihad para ulama fiqh pada abad pertengahan. Kontekstualisasi hukum Islam  bersifat religius dan memiliki prinsip yang universal. Karenanya, hukum islam menunjukkan adanya perubahan yang terjadi dan dihadapi oleh manusia di tengah perubahan sosial. Kontekstualisasi hukum Islam ini menjadi penting, karena hukum Islam muncul sebagai tanggapan terhadap kebutuhan-kebutuhan sosial, baik yang bersifat tetap dan yang bersifat berubah. Istilah hukum Islam sebagai pergantian kosa kata dari istilah hukum Allah (QS. Al-Mumtahanah (60):10).

Dalam kontekstualisasi hukum Islam (Islamic Law), perlu memahami dua istilah: syariah dan fiqh. Syariat adalah landasan fiqih sedangkan fiqih merupakan pemahaman tentang syariat, yaitu Al-Qur’an dan al-Hadits yang bersifat “qathi” atau jelas nashnya.

Secara harfiyah fiqih bermakna “faham” atau “tahu secara mendalam”. Secara terminologi pengertian fiqih merupakan pemahaman tentang hukum syari’at yang berhubungan dengan manusia mukallaf yang diperoleh melalui ijtihad dari dalil-dalil syar’i yang terperinci. Hal ini, pernah dicontohkan Muadz bin Jabal, yang dibenarkan pandangannya oleh Gus Dur. Alasan menjadikan model Muadz bin Jabal, karena tidak saja hanya karena tidak ditemukannnya teks kewahyuan, namun juga karena kesulitan menemukan teks terhadap konteks yang relevan terhadap perkembangan hukum Islam.
Khalifah Ali RA, juga pernah melakukan ijtihad hukum Islam, misalnya dengan cara ijtihad seperti yang dilakukan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib dalam menetapkan hukum cambuk, sebanyak 80 kali terhadap peminum khamar. Analogi yang digunakan, adalah setiap peminum khamr akan mabuk, setiap orang yang sedang mabuk akan menuduh orang berbuat zina tanpa dasar, maka bagi peminum khamr perlu diberi sanksi tuduhan berbuat zina.

Dasar analogis tersebut di atas, karena menggunakan kaidah: menutup pintu kejahatan yang akan timbul (sad al-dzari’ah). Teori analogis ini berlangsung hingga masa tabi’in hingga Imam Syafi’i. Selain metode sad al dzari'ah, telah berkembang metode metode fiqh sejak abad pertengahan, misalnya, metode mashlahah mursalah, istihsan, urf, istishab.

Sehubungan dengan perkembangan hukum Islam di atas, dapat dijadikan pijakan: untuk melakukan kontekstualisasi hukum Islam dan menjadikan semangat nilai kewahyuan dan karasulan sebagai dasar untuk menentukan hukum Islam. Sebagai contoh pada kasus memaknai keberadaan patung. Patung dapat dipahami dari sisi keindahan, namun juga dapat dipahami dari sisi sosial politik dan agama. Lalu, bagaimana pandangan hukum Islam terhadap patung?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, perlu memahami latar belakang pelarangan Nabi terhadap umat Islam yang membuat patung dan perintah Nabi Muhammad kepada umat Islam untuk menghancurkan patung. Alasan yang sangat mendasar, karena patung telah dijadikan berhala yang mendorong sikap kekerasan umat manusia untuk melakukan kekerasan dan kekejaman terhadap perempuan. Patung hanya dijadikan kedok fasisme politik dan keserakahan kapitalis Arab pada zaman Nabi. Pada masa pelarangan dan penghancuran ini, telah terjadi tradisi arab jahiliyah yang melakukan ritual mempersembahkan para anak peremouan untuk patung.

Sehubungan dengan tradisi jahiliyah ini, maka Nabi melakukan upaya membebaskan umat dan mencerahkan umat dari trauma fasisme politik dan keserakahan kapitalis.
Sehubungan adanya studi kasus tentang patung ini, maka dapat dihukumi menjadi tiga pendekatan hukum Islam: patung yang dihancurkan, berupa patung yang dijadikan berhala yang menjadikan seseorang menjadi jahiliyah. Jahiliyah, bermakna ketidaktahuan dan tidak mau tahu tentang keutamaan dan kebaikan hidup yang berimplikasi pada sikap perbuatan yang keji dan tidak manusiawi.

Hal yang ironis, keberadaan patung justru digunakan untuk memperbodoh manusia dan menguatkan kebodohan dengan terus melakukan penyembahan kepada patung. Spesifikasi hukum tentang membuat patung seperti ini, adalah haram. Sedangkan, menyembahnya menjadi syirik. Dampak dari hukum Islam seperti ini, maka semua yang mendukung pembuatan patung untuk keperluan yang seperti ini menjadi turut merasakan dosanya.

Adapun upaya membuat patung yang tidak disembah, maka boleh dilakukan para ahli pematung. Hal ini sesuai dengan kaidah: Hukum asal segala sesuatu itu diperbolehkan (Al-ashlu fî al-asyyâ` al-ibâhah). Hukum asal membuat patung diperbolehkan (ibâhah), namun hukum ini bisa berubah menjadi dilarang dengan status haram bagi manusia yang melakukannya.

Dalam konteks pembelajaran, membuat patung dapat menjadi wajib. Sesuai dengan klasifikasi hukum ini, dalam melakukan ijtihad membuat hukum terhadap pembuat patung, akan tergantung pada tujuan dan manfaat penggunaannya. Misalnya, patung untuk pembelajaran dunia kedokteran, yang apabila menggunakan praktik bedah terhadap makhluk hidup yang masih bernyawa haram, maka menggunakan media yang dibuat para pematung menjadi wajib.

Hal di atas bertujuan untuk menghindari kerusakan terhadap yang lain. Contoh lain membuat patung untuk prakten shalat janazah menjadi wajib, karena jika tidak membuat patung dikhawatirkan akan ada kesalahan praktek ibadah yang menjadi wajib. Membuat patung yang berguna untuk situs sejarah, juga diperbolehkan atau bahkan dianjurkan, dengan bertujuan untuk mengambil pembelajaran sejarah yang dapat digunakan untuk membaca keagungan Allah terhadap fenomena dan peristiwa kealaman.
Patung yang diperbolehkan dibuat dan dijadikan instrumen untuk pendidikan, adalah patung boneka, Artinya, kebolehan pemanfaatan fungsi patung untuk keperluan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dapat dianalogkan dengan hukum diperbolehkannya boneka untuk instrumen pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kebolehan pemanfaatan patung boneka ini, telah disepakati mayoritas Ulama madzhab Hanafi, Maliki dan Syafi’i. Hal ini didasarkan pada kisah Sayyidah Aisyah yang masyhur dikalangan muhaddisin, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Berbeda dengan ketiga Ulama tersebut di atas, sebagian ulama madzhab Hanbali mengharamkan boneka untuk instrumen bermain anak. Alasannya, hadits yang diriwayatkan ‘Aisyah, telah dinaskh (dihapus hukumnya) oleh hadits yang melarang membuat patung. Jika dikaji dari kemunculan hadis, justru  hadits ‘Aisyah RA, disampaikan oleh Nabi Muhammad ketika akhir kenabian. Sedangkan, larangan membuat dan perintah menghancurkan patung tidak jelas kapan telah disampaikan oleh Nabi Muhammad. Selain berupa bonika, ada beberapa patung yang berstatus boleh menjadi instrumen bermain dan peningkatan data imajinasi otak anak, seperti patung pengantinan, kucing-kucingan, dan binatang-binatang yang lain.

Jadi, patung tidak hanya yang dipahat, yang terbuat dari batu, besi, tembaga, dan kayu, namun boneka yang dimainkan oleh anak juga dikategorikan sebagai patung. Dalam hukum Islam, patung diharamkan bagi mereka yang ingin menjadikannya sebagai media pembodohan, media "kedok" kehendak para fasis dan kapitalis. patung dibuat dari bahan bebatuan pegunungan yang berkualitas yang merusak ekologis.

Sedangkan, patung diperbolehkan pembuatannya untuk simbol yang menandai sejarah manusia, riset ilmu pengetahuan, dan instrumen pengembangan ilmu pengetahuan. Patung menjadi wajib dibuat, karena untuk kepentingan pembelajaran dunia kedokteran. Bidang kedokteran merupakan bidang yang wajib ada di tengah lingkungan masyarakat, karena jika mereka yang sakit ada di tangan para dukun mistis yang memainkan kesedihan masyarakat, justru akan lebih membahayakan bagi masyarakat. Penanganan media patung pentig bagi masa depan kemanusiaan dan diperlukan umat manusia.

Penanganan medis patung sebagai bentuk penanganan logis usaha manusia menerjemahkan rahasia Allah melalui ciptaannya. Karenanya, media patung sebagai media pembelajaran dunia kedokteran menjadi wajib tersedia. Bukankah lebih membahayakan, bagi mereka yang menjadikan media pembelajaran di dunia kedokteran dengan menggunakan makhluk hidup yang wajib mendapatkan hak kemanusuaannya.

Sebenarnya, bagi umat Islam yang berkeinginan mengikuti tafsir hitam putih tentang pelarangan menggambar dalam pelarangan membuat patung, mereka punya hak untuk tidak menggambar dan membuat patung. Yang perlu dipahami bukan berarti harus bersikap merusak gambar atau patung yang dibuat seseorang yang tidak mengganggu lingkungan hidup. Hal ini, berbeda dengan pada zaman nabi yang pernah melarang membuat-memasang gambar atau patung, karena telah menjadi intrumen fasisme dan keserakahan kapitalis.

Dalam konteks yang berbeda dari era pelarangan patung pada zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad, telah berlangsung proses pribumisasi Islam di nusantara yang dikenalkan para Walisongo dan Sunan Kalijaga yang juga menggunakan media patung, seperti: patung wayang kulit. Hasilnya, adanya proses keberagamaan Islam Nusantara yang ramah terhadap kearifan lokal dan lingkungan sosial. Model pribumisasi Islam Walisongo ini, adalah model keberagamaan yang ramah yang hingga sekarang telah menjadikan Islam nusantara yang melindungi dan mengayomi semua keyakinan dan keragaman hidup. Sehubungan dengan keberadaan patung yang terus mengisi sejarah manusia ini, perlu kajian mendalam mengapa ada yang membuat patung dan mengapa ada yang melarangnya?

Ubaidillah Achmad, Dosen Filsafat Islam UIN Walisongo, Penulis Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng, Khadim PP. Bait As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Patung Dan Konflik Manusia Dalam Kisah Kenabian
Patung Dan Konflik Manusia Dalam Kisah Kenabian
Kisah patung yang dibuat dan dihancurkan dalam kisah kenabian akan selalu terkait dengan latar belakang sosial politik masyarakat zamannya. Karenanya, banyak kisah patung yang diceritakan, bahwa ada patung yang menjadi kenangan kisah manusia, media riset kesejarahan dan ilmu pengetahuan. Ada pula, patung yang dapat menjadi media pembodohan dan menutupi kekejaman kaum fasis dan kapitalis.
https://2.bp.blogspot.com/-kcIf6SaFzng/WaK564ehjQI/AAAAAAAAJi0/MS-K49IyGMsCcbwFPg7xh2tsrWYMqi_QQCLcBGAs/s640/museum-of-islam-art-horse-armour.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-kcIf6SaFzng/WaK564ehjQI/AAAAAAAAJi0/MS-K49IyGMsCcbwFPg7xh2tsrWYMqi_QQCLcBGAs/s72-c/museum-of-islam-art-horse-armour.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2017/08/patung-dan-konflik-manusia-dalam-kisah.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2017/08/patung-dan-konflik-manusia-dalam-kisah.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content