Nahdlatul Ulama dan Perang Global Dunia Maya

Nahdlatul Ulama dan Perang Global Dunia Maya

Nahdlatul Ulama dan Perang Global Dunia Maya
Nahdlatul Ulama dan Perang Global Dunia Maya
NU DAN PERANG GLOBAL DUNIA MAYA (Bag 1)

WAWASAN, ARRAHMAH.CO.ID - Berbicara tentang dunia maya saat ini, tak bisa dilepaskan dari media sosial dan web konten, dalam beberapa tahun belakangan aktifitas dunia maya berkaitan dengan hal tersebut sangatlah tinggi terutama berbicara masalah agama dan politik. Di Indonesia saat ini 2 hal tersebut menjadi perbincangan sehari – hari baik di dunia maya ataupun di masyarakat umum.

Berbicara tentang dunia maya, berita – berita positif maupun negatif bermunculan di linimasa media sosial (Facebook, Twitter, IG, Youtube) ataupun aplikasi chatting seperti whatsapp, Line dan Telegram bahkan kini membagikan/share berita – berita tersebut lebih cepat daripada ocehan ibu – ibu ke abang sayur di pengkolan jalan.

Tak bisa dipungkiri, penyebaran berita berbasis hoax mendominasi dimana – mana, ketika pagi ada berita tentang hoax di media, siang hari sudah tersebar di banyak group – group whatsapp dan sore hari sudah sampai hingga ke berbagai tempat di Indonesia.  Saya ambil contoh tentang berita Pilpres 2014, ketika hari ini tersebar dokumen bahwa Jokowi adalah kristen, dalam waktu singkat terjadi pembahasan dan pembicaraan tentang hal tersebut tanpa dilalui oleh proses cek dan ricek, atau ketika Ketua umum Nadhlatul Ulama diserang dengan isu syiah, sampai ke pelosok – pelosok tembok pesantren membicarakan tentang hal tersebut.

Mengapa hal diatas bisa cepat menyebar ? untuk menganalisa hal tersebut, ada baiknya kita menarik mundur waktu ketika jaman orba.

JARKOM DAN AKTIFITAS DAKWAH

Pada jaman pra reformasi, kegiatan kampus dan dakwah dibatasi oleh pemerintah untuk mengekang kegiatan politik dan keagamaan, banyak aktifis politik ditangkap, pun banyak juga aktifis dakwah yang mengungsi ke negara lain (Abu Bakar Baasyir salah satunya). Kegiatan kajian atau pun pertemuan politik dilakukan secara underground dan sembunyi – sembunyi. Ketika itu kegiatan – kegiatan kajian dilakukan di kosan atau teras – teras tempat – tempat ibadah karena diawasi oleh militer. Untuk berkoordinasi, jaringan komunikasi dilakukan secara rahasia dan penuh kode salah satunya memanfaatkan SMS dan pager dan hal ini sudah menjadi rahasia umum bahwa gerakan pemuda kampus sebagai embrio salah satu cikal bakal partai di pemilu 1999 mempunyai kekuatan disana.

Mei 1998 merupakan salah satu fase terpenting dalam bingkai sejarah Indonesia. Fase ini adalah fase dari runtuhnya sebuah rezim yang telah berkuasa lebih dari 32 tahun. Dengan runtuhnya Orde Baru, masyarakat seolah diberikan suatu semangat baru dan harapan baru akan kehidupan Indonesia yang lebih demokratis. Harapan yang tersimpan yang mungkin usiannya telah mencapai usia rezim yang runtuh ini.

REFORMASI DAN HEGEMONI INTERNET

Pasca reformasi dan pemilihan umum 1999, kebebasan berpendapat menemukan kembali asa nya. Keterbukan informasi ditambah geliat teknologi di bidang komputer membuat komunikasi semakin mudah. Yahoo Group, IRC ataupun forum – forum bermunculan dimana – mana. Sarana dan prasarana yang berkembang ditambah kepandaian para aktifis kampus yang notabene adalah kaum terpelajar turut serta memanfaatkan hal tersebut, namun hal tersebut ternyata tidak dimanfaatkan oleh para aktifis konvensional dan juga para ulama, dalam hal ini  santri untuk mengembangkan dakwah. Pasca tahun 2000an setelah kemunculan smartphone, kegiatan – kegiatan pesantren dan kyai masih terfokus di akar rumput seputar pedesaan dan sekitar, sementara dunia internet terus berkembang dan hal ini mengakibatkan mereka (dalam hal ini NU), sedikit terlambat untuk turut serta dalam hegemoni dunia digital, tercatat bahwa sebelum muktamar NU ke 33 tahun 2015, banyak website maupun media sosial dakwah jauh peringkatnya dibanding website ataupun media sosial sejenis, pengelolaan berbasis pesantren yang saat itu dikelola oleh SDM – SDM yang kurang mumpuni, serta tidak adanya rantai jaringan membuat NU ketinggalan langkah.  sekitar 88,1 juta dari total penduduk dunia menggunakan browsing internet dalam waktu 4,1 jam.

NEXT : Pilkada DKI, Pembuka kotak pandora HOAX

Widhi Wedhaswara
Litbang Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: