Dakwah Melawan Fasisme Politik Dan Intoleransi

Fenomena Konflik keberagamaan yang disebabkan oleh beberapa kelompok umat Islam dan kepentingan kehendak kuasa, adalah konflik yang tidak bisa di anggap persoalan sederhana. Mengapa fenomena konflik semacam ini merupakan persoalan yang harus direspon dengan serius?

Terus Promosikan Islam Ramah Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menghadiri Rakernas LDNU di pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Senin (20/2/2017).
Terus Promosikan Islam Ramah Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menghadiri Rakernas LDNU di pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Senin (20/2/2017). Photo: SindoNews.net
Oleh: Ubadillah Achmad

ARRAHMAH.CO.ID - Fenomena Konflik keberagamaan yang disebabkan oleh beberapa kelompok umat Islam dan kepentingan kehendak kuasa, adalah konflik yang tidak bisa di anggap persoalan sederhana. Mengapa fenomena konflik semacam ini merupakan persoalan yang harus direspon dengan serius? 

Karena telah memunculkan tiga dampak negatif terhadap umat Islam, pemerintah dan kerukunan antar umat beragama. Jika diidentifikasi, ada dua sumber konflik yang perlu segera mendapatkan penyelesaian: fasisme politik dan radikalisme yang bersumber dari kesalahpahaman menafsirkan teks kewahyuan.

Dalam realitas perkembangan umat manusia, telah mumcul paradog terhadapat kemajuan ilmu pengetahuan dan akses teknologi informasi. Misalnya, adanya oknum umat Islam yang terlibat dalam konflik keberagamaan dan kekerasan, adanya oknum pemerintah yang telah tergoda terhadap kelompok kepentingan sesaat yang ingin menghancurkan sistem pemerintahan untuk basis kekuatan gerakan sparatis.

Sehubungan dengan fenomena ini, telah dibuktikan dari hasil penelitian Yuliyatun, Dosen Psikologi Islam STAIN Kudus, yang menegaskan (2016), di beberapa negara mayoritas berpenduduk muslim, telah dihadapkan pada konflik keberagamaan, baik sesama umat Islam atau antar umat beragama yang secara langsung bergesekan dengan umat Islam. Dalam penelitian ini, peneliti mempertanyakan latar belakang konflik keberagamaan: apakah konflik ini murni disebabkan adanya radikalisme beberapa umat Islam? apakah konflik ini karena adanya konspirasi kepentingan kapitalime dunia? adakah kemungkinan fenomena ini dibuat oleh kelompok non muslim yang menginginkan kehancuran umat Islam?

Dakwah Humanis

Dari ketiga pertanyaan tersebut di atas, pembaca bisa membaca sendiri hasil penelitian tersebut, yang berikut ini akan penulis kembangkan dalam kajian dakwah humanis.
Sebelum berbicara dakwah humanis, mengutip dari pendapat Yuliyatun, dakwah merupakan cara dan upaya seseorang atau lembaga yang memiliki visi dan misi untuk meningkatkan pemahaman keagamaan dan mengubah pandangan hidup, membentuk keseimbangan psikis individu atau subjek dampingan. Cakupan makna dakwah, selain untuk membentuk sikap yang baik, juga untuk menguatkan prinsip ajaran agama Islam agar dapat membentuk umat yang berperilaku sesuai dengan tuntutan syariat untuk kemaslakhatan seluruh umat manusia dan untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Dari pandangan Yuliyatun di atas, dakwah dapat dipahami bukan hanya mencakup sisi materi dakwah, namun juga unsur yang terkait dengan dakwah. Misalnya, Da’i yang dianggap  sebagai orang yang mengajak pada jalan kebaikan, baik secara lisan maupun perbuatan. Karenanya, sebagai da'i (orang yang berdakwah), diharapkan dapat menjadi percontohan atau modeling bagi subjek dampingan dan masyarakat. Beberapa model yang harus dijaga, adalah bersikap terbuka, jujur dan mempertahankan keadilan, istiqamah menjaga keimanan, tidak merahasiakan kebenaran, menjaga perbuatan ajaran yang sudah disyariatkan untuk kemaslakhatan umat manusia, istiqamah menjaga komitmen pada prinsip etika universal sebagai pilihan hidup, memiliki keberanian moral berdakwah, terbuka, penuh toleransi, lapang dada dan tidak memaksa keyakinan dan keberagamaan pihak yang lain.

Sehubungan dari hasil penelitian di atas, setiap da'i selain menguatkan masalah keimanan dan ketauhidan, juga dapat menjaga prinsip kebenaran dan keadilan yang harus ditegakkan kepada seluruh umat manusia. Misalnya, masalah ekonomi yang disebabkan oleh dominasi kapitalisme. sosial budaya dan teknologi modern yang menggerus nilai sosial budaya. Karenanya, materi dakwah harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat lokal dan kearifan lokal.

Dari telaah penelitian Yuliyatun ini, dapat dipahami dari hakikat dakwah, yaitu mempotensikan makna kekhalifahan manusia di muka bumi. Jika manusia tidak mempotensikan kekhalifahannya, maka akan terlihat seperti makhluk yang lainnya. Karenanya, jika manusia secara terang terangan bersikap seperti hewan, maka dapat dikatakan lebih hina dalam konteks tidak ada batasan moral dan etika.

Dalam konteks ini, seorang da'i harus mampu mengintegrasikan keseluruhan hal yang relevan dengan dakwah dan pemberdayaan umat secara universal. Model integrasi dakwah ini dapat disesuaikan dengan dua pendekatan: pertama, persuasif (mengajak subjek dampingan yang berada pada kawasan dakwah dengan lemah lembut). Kedua, pendekatan konsultatif (berlangsung secara dinamis, kreatif, dan tanpa ada jarak antara subjek pendamping dengan subjek dampingan). Misalnya, dengan dakwah menggunakan cara Bi al Hikmah, Mau’izatul Hasannah, Mujadalah Billati Hiya Ahsan.


Melawan Fasisme Politik dan Intoleransi

Sehubungan dengan prinsip dakwah di atas, maka para juru dakwah harus secara tegas berani melawan fasisme politik dan intoleransi. Kedua sumber konflik sejarah manusia inilah yang apabila tidak dikendalikan, maka akan melemahkan visi dakwah tidak berfungsi dalam sistem kekhalifahan bumi. Karenanya, visi dakwah harus di jaga dengan tekad para aktivis dakwah agar tidak dimainkan oleh fasisme politik dan intoleransi. Visi dakwah harus tetap menjaga komitmen pada prinsip kebanaran, prinsip pembebasan dan prinsip pencerahan.

Model perlawanan yang paling sederhana terhadap sumber konflik ini, adalah untuk saling memahami tujuan beragama, sehingga tidak menjadikan agama yang diyakininya sebagai sumber konflik kesalahpahaman intern dan antar umat beragama. Selain itu, dakwah dapat membentuk pandangan dan sikap subjek dampingan yang memiliki sikap terbuka terhadap intern keberagamaan dan kelompok keyakinan agama yang lain.

Dalam penelitian Yuliyatun ditegaskan, bahwa Keimanan yang terbuka, adalah keimanan yang memberikan kesempatan pihak yang berbeda keimanan untuk berdialog dan bersama sama dalam mencerahkan umat manusia. Kesadaran keimanan seperti ini, tidak merasakan kecil hati dihadapan mereka yang berbeda keimanan. Selain itu, model iman yang terbuka akan membuktikan keyakinan iman seseorang benar benar terasa kokoh, karena tidak tergoyahkan oleh keimanan yang lain.

Berikut beberapa contoh Iman yang terbuka: menjawab persoalan keimanan yang sering dijadikan sumber konflik kebragamaan, menekankan sikap memanusiakan manusia, mengajarkan kebaikan dan keutamaan, memberikan kebahagiaan untuk semua umat manusia, memberikan pendidikan kepada umat manusia, membuka cara pandang yang lebih luas kepada subjek dampingan, mengajarkan sikap demokratis dan memiliki sikap toleransi terhadap perbedaan

Selain tema tentang Iman yang terbuka, sekarang ini perlu ada penjelasan tentang taqwa yang mencerahkan umat Islam. Meski sudah ada yang menjelaskan makna taqwa secara mencerahkan, namun seringkali masih banyak ditemukan interpretasi terhadap istilah taqwa, bermakna sikap pasif yang tidak memberikan kesempatan ruang diskursus antara manusia dan Allah. Perlu ditegaskan kepada para juru dakwah, bahwa istilah taqwa memiliki cakupan makna yang lebih progresif dan diskursif yang bisa diberlakukan oleh seorang manusia dihadapan Allah dan di tengah pergolakan hidup antar umat manusia.

Sebagai contoh, taqwa tidak dimaknai berhenti pada cakupan makna takut kepada Allah. Sebab jika dimaknai takut kepada Allah, seolah olah manusia dan Allah hanya bersifat relasional tanpa nilai pengikat yang dapat ditujukan kepada Allah. Nilai pengikat itu berupa prinsip kebenaran amal perbuatan yang diajarkan Allah kepada para khalifah bumi.

Dengan demikian, jika taqwa bermakna takut, maka harus dikaitkan dengan bentuk takut melakukan kemaksiyatan atau takut karena mengabaikan prinsip kebenaran yang ditetapkan Allah melalui para Utusan-Nya. Konteks takut yang bermakna takut mengabaikan kebenaran yang bersumber dari Allah ini, akan menjadi energi positif seseorang bersikap secara real dan empiris sesuai dengan arus larangan dan perintah dari Allah, baik kepada umat yang seagama maupun kepada mereka yang berbeda pandangan dan keyakinan. Misalnya, membangun hidup toleran dan ramah terhadap perbedaan.

Jika ada beberapa pihak memaknai taqwa menyimpang dari teks universalitas dan lokalitas jejak kenabian dari masing masing para Nabi, maka dapat ditolak dengan tegas. Misalnya, gerakan yang mengatasnamakan Islam untuk membangun gerakan komunal dan fasisme politik. Saya sependapat dengan pandangan beberapa cendekiawan muslim, yaitu perlu ada penjelasan filosofis perintah dan larangan yang bersumber dari Allah.

Sebagai contoh, yang penulis temukan dari penelitian Yuliyatun, berupa menjauhi larangan tidak boleh dimaknai sebagai bentuk menyerbu praktek keagamaan dan keyakinan yang berbeda dengan umat Islam. Dalam sejarah risalah Nabi Muhammad, tidak pernah ada kegiatan yang bersifat konfrontatif terhadap mereka yang berbeda keyakinan dan pandangan, baik dalam konteks agama maupun budaya. Jika dikaitkan dengan perintah Allah, kita selalu diperintahkan untuk selalu meningkatkan kebaikan dan ketaatannya kepada Allah SWT.

Taqwa Yang Mencerahkan

Beberapa catatan penting dari penelitian Yuliyatun ini, berupa ajaran ketaqwaan dalam Islam, setiap muslim yang bertaqwa berkewajiban untuk mengikuti arah atau tujuan perintah dan arah atau tujuan larangan. Istilah perintah dan larangan ini tidak bersifat searah dengan tanpa melihat situasi dan kondisi. Dengan kata lain, dalam ajaran ketaqwaan yang diberlakukan untuk umat Islam, masih menyediakan kesempatam bagi pihak yang berbeda keyakinan dan keberagamaan untuk bebas berekspresi. Dengan demikian, dalam ajaran ketakwaan mengajarkan sikap, agar memberikan kemerdekaan kepada pihak yang berbeda keyakinan dan pilihan gerakannya.

Secara kontekstual, umat Islam wajib mempertahankan kekhasannya sebagai umat Islam yang taat terhadap prinsip ritual agama Islam. Prinsip ritual ini berlaku untuk kalangan umat Islam sendiri, bukan untuk menekan pihak yang lain atau menakut nakuti dengan mengancam pihak yang lain. Islam melarang umat Islam menjadi ancaman bagi pihak yang lain dan tidak memberikan ketenangan kepda pihak pihak yang berbeda keyakinan dan pandangan.

Terjadinya peperangan dalam sejarah Islam tidak dimaksudkan untuk memperebutkan kepentingan politik kekuasaan atau fasisme, namun untuk mempertahankan hak kemanusiaan dan membela hak mereka yang lemah atau dilemahkan di tengah sistem perbudakaan jahiliyah. Islam datang dengan memberikan perhatian serius, bagaimana memberikan pencerahan dan pembebasan kepada umat Islam.

Oleh karena itu, pengakuan ketaqwaan seseorang harus terimplementasi dalam pandangan dan perilaku yang benar benar harmoni kepada Allah dan harmoni kepada umat manusia. Sebagai umat Islam dapat melaksanakan nilai ketaqwaan dengan mengikuti seluruh perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan tetap membangun harmoni kehidupan lingkungan hidup, baik sesama umat Islam, umat manusia dan lingkungan hidup lainnya.

Harmoni dengan sesama umat Islam, umat manusia dan lingkungan hidup lainnya dapat diwujudkan berupa: tidak membedakan model penghormatan dan penghargaan kepada sesama umat manusia. Karenanya, seseorang tidak perlu khawatir terhadap sikap harmonis dengan pihak yang berbeda pandangan dan keyakinan. Kekhawatiran terhadap pihak yang lain, hanya akan mengkerdilkan sikap sendiri di tengah realitas lingkungan hidup. Dari sini, jelas, perlu makna taqwa yang mencerahkan umat manusia!!!

Ubaidillah Achmad, Dosen Filsafat Islam UIN Walisongo, Penulis Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng, Khadim PP. Bait As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: Dakwah Melawan Fasisme Politik Dan Intoleransi
Dakwah Melawan Fasisme Politik Dan Intoleransi
Fenomena Konflik keberagamaan yang disebabkan oleh beberapa kelompok umat Islam dan kepentingan kehendak kuasa, adalah konflik yang tidak bisa di anggap persoalan sederhana. Mengapa fenomena konflik semacam ini merupakan persoalan yang harus direspon dengan serius?
https://2.bp.blogspot.com/-uESNZY17e2M/WZuxZ5o2CGI/AAAAAAAAJfc/w8F0drBULzgIY353CZVTqJhNdsAplmY9ACLcBGAs/s640/Kiai%2BSaid%2BAqil%2BSiraj.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-uESNZY17e2M/WZuxZ5o2CGI/AAAAAAAAJfc/w8F0drBULzgIY353CZVTqJhNdsAplmY9ACLcBGAs/s72-c/Kiai%2BSaid%2BAqil%2BSiraj.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2017/08/dakwah-melawan-fasisme-politik-dan.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2017/08/dakwah-melawan-fasisme-politik-dan.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content