Billboard Ads

Polisi VS Teroris
Polisi VS Teroris
ARRAHMAH.CO.ID - Penusukan terhadap anggota polisi setelah sholat isya di masjid Faletehan Kebayoran Baru kembali dilakukan oleh terduga teroris.

Memang sejak 2010 ada pergeseran target dan strategi serangan teroris; dari yang sebelumnya menyerang simbol2 barat, menjadi open-war/perang terbuka dengan target polisi dan bahkan masyarakat sipil.

Beda dengan ideologi Al-Qaeda yang Qital-Nikaya (membunuh sebanyak mungkin musuh), ISIS itu ideologinya Qital-Tamkin (membunuh untuk kuasai teritori). ISIS juga jauh lebih kejam karena ideologinya Takfir Ta'yin/Mu'ayan (semua individu yang tidak ikut ISIS itu kafir), sementara dulu Al-Qaeda ideologinya Takfir Aam (jadi masih melihat masyarakat/pemerintahnya, tidak langsung per-individu)

ISIS yang sebelumnya punya teritori di Iraq dan Suriah, belakangan makin terdesak. Tak heran jubir ISIS sebelum tewas pada Agustus 2016, Abu Muhammad Al-Adnani, sempat menyerukan anggota ISIS dimana saja untuk menyerang toghut (secara umum diartikan pemerintah 'kafir' yang tidak menerapkan hukum Alloh, maksudnya hukum versi ISIS)

Di Indonesia, seruan ini diterjemahkan anggota dan simpatisan ISIS dengan menyerang polisi, karena mereka dianggap 'laskar2 toghut' yang menghalangi ISIS menguasai teritori dimana mereka berada.
Selain itu, polisi melalui Densus 88 sejak awal berdiri sudah menewaskan dan memenjarakan banyak sekali teroris. Jadi ada motif balas dendam juga dari anggota dan simpatisan ISIS pada polisi.

Kedepan memang kita harus lebih siaga terhadap serangan sporadis teroris; tidak hanya serangan pada polisi tapi juga masyarakat sipil seperti lewat truk, mini-van dll yang ditabrakan kekerumunan spt terjadi dibeberapa negara.

Perspektif HAM, salah satu yang dianggap mnghambat revisi UU Anti teroris mmg penting, tp lebih penting lagi tetap harus perhatikan potensi dan bahaya terorisme sebagai kejahatan luar biasaaaa....

Baca juga: Pokoknya Kalianlah Yang Paling Benar, Teroris Cuma Pengalihan Isu

Mari bahu membahu melawan terorisme. Potensinya bisa ada disekitar kita. Klo ada teman2 kita yang setengah2 dalam mengutuk terorisme bahkan cenderung membela, orang2 spt itu harus diperingatkan....

Semoga manfangat dan berkah. Danke

Oleh: Suratno Paramadina