Billboard Ads

Sebagian Kecil Kelompok Islam Minta Densus 88 Dibubarkan
Sebagian Kecil Kelompok Islam Minta Densus 88 Dibubarkan
Oleh : Vinanda Febriani

ARRAHMAH.CO.ID - Kalian bilang Teroris itu bukan Ancaman. Hanya pengalihan Isu. Ya, "Pengalihan isu" menjelang Pilpres 2019. Kalian bilang, yang perlu di waspadai itu ancaman PKI dan Syi’ah. Ya, perlu waspada, karna mereka tidak menyerang. Kalian bilang ISIS itu bukan teroris. Ya, ISIS bukan teroris. Mereka adalah Mujahid yang terprlintir menjadi "Mujahat". Ya, katamu semua ancaman Teroris adalah "Pengalihan Isu" belaka. Ya, pokoknya kalian yang paling benar.

Lalu, bagaimana dengan korban Bom di kampung melayu yang menewaskan tiga orang Polisi yang sedang bertugas?. Semua itu omong kosong, hanya dongeng rakyat. Itu hanyalah patung lilin, itu hanyalah propaganda para POLRI untuk menyudutkan Islam. Ya, kalian benar. Itu Propaganda POLRI, sampai-sampai keluarga korban tangis tak tertahankan dan banyak saksi mata bahwa itu murni "Terorisme". Ya, pokoknya kalian yang paling benar.

Lalu, bagaimana dengan penyerangan pos keamanan Polisi di Sumatra Utara hingga menewaskan seorang Polisi yang sedang bertugas?. Sudah dibilang kan, itu hanya patung lilin. Semua ini propaganda POLRI saja untuk menyudutkan Islam. Mereka adalah Thoghut, halal dibunuh. Ya, kalian pokoknya yang paling benar.

Lalu, kejadian baru-baru ini. Polisi yang ditikam dengan senjata Pisau oleh seorang terduga Mahasiswa setelah selesai Shalat di Masjid Blok M. Itu bagaimana, apakah pengalihan isu juga?. Ya, itu semua pokoknya pengalihan isu POLRI bersama Jend. Tito Karnavian untuk menyudutkan Islam. 

Ya, pokoknya kalian yang paling benar. Saya beri seribu jempol buaya terbang untuk kalian.
Mungkin kalian sudah lupa. Bagaimana sih, perjuangan para POLRI, BRIMOB, DENSUS 88 dan TNI mempertahankan dan mengamankan negri ini. Mungkin selama ini hati kalian sudah keras seperti batu. Sehingga kalian sulit sekali menerima kebenaran. Merasa "Pokoknya kami yang paling benar". Ya, benar yang versi kalian tentunya.

Mungkin kalian sudah lupa. Apa jadinya kalau di jalan kalian sedang menyebrang kemudian tidak ada Polisi di sana, tidak ada lampu lalu lintas, kalian tiba-tiba menyebrang dan kemudian tetabrak kendaraan lain bagaimana?. Ya, kalau hanya luka ringan. Bagaimana kalau seandainya nyawa kalian yang hilang?.

Mungkin kalian sudah lupa. Bagaimana jika tidak ada Densus 88?. Sudah dari dulu di Indonesia ini banyak teror, pembunuhan,Bom pembantaian dan korban jiwanya pun berjatuhan, bahkan keluarga kalian sendiri bisa jadi korban. Siapa yang akan menjinakan Bom berbahaya kalau bukan Densus 88?. Sedangkan kalian mendengar kata Bom saja sudah takut mati.

Mungkin kalian sudah lupa. Kalau tidak ada Brimob, NKRI mau jadi apa?. Keamanan NKRI bagaimana?. Pasti banyak penyusup-penyusup di NKRI yang akan menghancurkan Bangsa ini.
Mungkin kalian sudah lupa. Bagaimana kalau tidak ada TNI. Mau perang, tak ada keahlian, tak ada senjata. Ya, terbunuh semua.

Mungkin kalian sudah lupa akan hal-hal kecil dan spele itu. Sehingga kalian berteriak "Bunuh mereka dimanapun mereka berada". Dimana jiwa kemanusiaan kalian?. Dimana jiwa kepedulian sosial kalian?.

Agama mana yang menyeru kepada Ummatnya untuk saling melempar fitnah keji, propaganda dan saling membunuh sesama manusia?. Tuhan mana yang menciptakan Manusia di dunia hanya untuk menyebarkan benih-benih kebencian satu sama lain?.

Mungkin kalian sudah lupa. Sehingga kalian merasa paling benar dan paling mulia.
Semoga kalian segera sadar. Bahwa yang berbahaya untuk kita, masa depan kita, masa depan Bangsa kita dan masa depan Anak, cucu cicit kita hingga generasi kita selanjutnya adalah ancaman "Terorisme". Bukan PKI ataupun syi’ah. Tapi "TERORISME".

Kalau sekali lagi kalian teriakan "Semua ini pengalihan Isu, Teroris pengalihan Isu. Semua ini akal busuk POLRI dan TNI untuk menyudutkan Islam" berarti Islam kalian perlu dipertanyakan.
Kalau kalian masih geram membela mati-matian mujahat Anshor Daulah ISIS itu  perlu dipertanyakan kewarasan kalian.


Kalau kalian masih mengatakan "Tegakan syari’at Allah di Indonesia ini. Tegakkan Khilafah !!" Tapi jiwa kemanusiaan kalian rendah, maka perlu dipertanyakan kesehatan kalian. Mau jadi apa negara yang kalian pimpin nantinya kalau jiwa kemanusiaan kalian rendah?. Apapun bentuk negaranya "Kemanusiaan (Memanusiakan manusia) adalah solusinya".

Selamat berfikir sehat. Gunakan akalmu, gunakan nalarmu. Jangan gunakan dalih kebencianmu. Karna "TUHAN TIDAK BUTUH ITU"

Salam Sehat

#SaveAkalSehat
#SaveJamaahKopdariyah
#SaveNKRI
#TolakGanyangHabisiTERORIS