NKRI Dan Piagam Madinah Dalam Politik "Demokrasi Semu" HTI

Sejak siaran pers oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Jakarta, Senin, 8 Mei 2017, pemerintah telah serius membubarkan HTI, yang tercatat di Kemeneterian Hukum dan HAM sejak 2 Juli 2014

Ilustradi Pasukan Islam
Ilustradi Pasukan Islam
Oleh: Ubaidillah Achmad

KOLOM, ARRAHMAH.CO.ID -  Sejak siaran pers oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Jakarta, Senin, 8 Mei 2017, pemerintah telah serius membubarkan HTI, yang tercatat di Kemeneterian Hukum dan HAM sejak 2 Juli 2014. Sikap pemerintah ini, karena HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan untuk mencapai tujuan nasional. Yang terjadi sebaliknya, HTI terindikasi sebagai organisasi anti Pancasila dan UUD 1945. Selain itu, HTI mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat dan keutuhan NKRI.

Sehubungan dengan kebijakan pemerintah terhadap pembubaran HTI, telah mendapatkan sambutan beragam. Misalnya, ada yang setuju pembubaran HTI, karena visi HTI yang ingin mendirikan khilafah Islam sebagai sistem kekuasaan. Hal ini akan mengancam keutuhan NKRI. Selain itu, ada yang menolak pembubaran HTI melalui asumsi, bahwa perppu 2/2017 akan membuka jalan otoritarianisme penguasa terhadap kelompok berserikat yang dianggap mengancam kursi kekuasaan rezim berkuasa.

Asumsi kedua ini menjadi pintu masuk gerakan HTI untuk mendekati lembaga bantuan hukum dan komunitas jurnalis. Namun demikian, asumsi kedua ini, juga menuai banyak kritik dari komunitas lintas agama dan gerakan nasional untuk menjaga keragaman dan kebhinekaan. Sehubungan dengan asumsi yang kedua ini, dalam kenyataan di tengah masyarakat, tidak mendapatkan respon dari masyarakat, karena kebanyakan aktivis dan masyarakat menerima perppu sebagai upaya payung hukum untuk pembubaran HTI. Sedangkan, kemungkinan adanya ancaman bagi kelompok berserikat atau individu yang lain, banyak yang memperkirakan tidak semudah penggunaan Perpu 2/2017 untuk pembubaran HTI.

Alasan penggunaan perppu untuk pembubaran HTI tersebut, karena sudah banyak bukti dan propaganda politik dibalik rencana atau cita cita pendirian negara khilafah sebagai sistem kekuasaan. Sedangkan penggunaan perppu 2/2017 untuk kasus yang lain, juga tidak bisa mudah seperti diterapkan pada kasus HTI, karena semua pelaksanaan hukum butuh bukti data dan reapon masyarakat luas secara demokratis. Kasus HTI adalah kasus sebuah gerakan anti demokrasi yang dianggap sebagai siatem thaghut, yang bermakna sebagai sistem jahat dan iblis dalam kehidupan masyarakat sosial. Karena sudah banyak yang memaklumi, jika gerakan anti demokrasi dan anti pancasila tidak berada di tengah keragaman bangsa Indonesia.

NKRI Dan Piagam Madinah

Jika HTI dibubarkan oleh pemerintah, maka bagaimana hak berserikat dan mengeluarkan pendapat yang dilindungi pasal 28 UUD 1945? apakah hal ini tidak kontradiksi dengan jaminan perlindungan hak asasi manusia (HAM) dalam UUD 1945 dengan pembubaran HTI?

Sebelum penulis menjawab pertanyaan di atas, berikut ini bunyi pasal 28 UUD 1945:

Pasal 28 UUD 1945 menyatakan “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang undang Pasal 28 E UUD 1945 ayat (3) menyatakan “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.” Selain itu, para aktivis, juga mengajukan keberatan atas perppu 2/2017, karena mengacu dasar hukum yang dikuatkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2005, Indonesia telah mengesahkan ratifikasi International Covenant on Civil and Political Rights atau Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (Konvenan Sipol). Konvenan Sipol ini, secara hukum mewajibkan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk menjamin hak sipil dan politik warga negara.

Beberapa aktivis mengajukan gugatan sesuai alasan di atas, bukan bermaksud membela HTI, namun beralasan membela hak warga negara yang dilindungi undang undang dan bermaksud membendung, agar perppu 2/2017 tidak menjadi alat paksa untuk kasus yang lain, karena alasan anti pancasila. Meskipun demikian tidak mudah menjadikan perppu 2/2017 untuk menjerat hukuman bagi yang lain, karena setiap dasar hukum memerlukan fakta di lapangan yang mengabsahkan pelaksanaan hukum yang diperlakukan pemerintaha yang sah dan berkuasa.

Yang perlu dipahami, pembubaran HTI tidak bisa dilemahkan dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 (UU No 40/2008) tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis sebagai pelaksanaan dari perintah Konvenan Sipol. Alasannya, HTI bukan sebagai objek diskriminasi, namun HTI harus dipahami sebagai pelaku gerakan yang memiliki kepentingan besar, yang tidak mudah dideskriminasi, justru dikhawatirkan mengancam disistem demokrasi di Indonesia.

Jika HTI mendapatkan deskriminasi, maka tentu saja HTI tidak akan kesulitan untuk melakukan perlawanan. HTI merupakan organiaasi kuat yang berbasis komunal.  Artinya, jika menghadapi kasus diskriminasi, maka HTI merupakan organisasi yang siap melawannya. HTI merupakan organisasi yang sudah terorganisir lama, yang memiliki anggota terdidik, dari berbagai bidang profesi. Yang menjadi persoalan bagi HTI, adalah kesulitannya untuk mendapatkan dukungan masyarakat muslim secara luas hingga pada akar rumput masyarakat desa. Karenanya, pemerintah melakukan pembubaran terhadap HTI merupakan momentum yang sangat strategis dan tepat sebelum masyarakat terhasut propaganda para aktivis HTI untuk membangun kekuasaan khilafah Islam.

Jadi, kurang tepat jika menilai langkah pemerintah melakukan pembubaran terhadap HTI merupakan bentuk kebijakan yang membatasi hak berekspresi dan menyampaikan gagasan. Bahkan, salah besar jika muncul penilaian, bahwa pemerintah bersikap diskriminatif terhadap warga negara dan terhadap aturan hukum apa yang ditegakkan, dan yang dilumpuhkan. Pemerintah bersikap terhadap HTI bermula dari sikap HTI sendiri yang dengan hak berekspresi yang diberikan oleh Allah secara langsung, namun tidak diekspresikan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungannya. Hal ini sebagaimana yang dimaksudkan oleh Nabi Muhammad dengan istilah Akhlakul karimah. Dalam kondisi apapun, dalam hidup setiap orang diperlukan pola hidup yang ramah terhadap lingkungan.

Karenanya, sangat tidak Islami menggunakan simbol islam atau melakukan gerakan atas nama Islam, namun mengabaikan prinsip akhlak mulia Nabi Muhammad. Contoh gerakan HTI yang tidak sesuai dengan akhlak mulia Nabi, berupa tindakan yang lebih mengedepankan kehendak kuasa, seperti sebuah kehendak untuk membangun khilafah Islam dalam sistem kekuasaan. Artinya, model khilafah Islam yang diserukan gerakan HTI, telah berbalik 99 derajat dengan jejak kenabian. Artinya, Khilafah Islam berupaya merebut sistem kenegaraan dan pemerintahan. Sedangkan, jejak kenabian ingin mengajarkan akhlak mulia kepada masyarakat, baik yang berkuasa maupun yang dikuasai.

Yang tidak kalah penting dari itu, jejak kenabian Nabi Muhammad, adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia, baik kepada Allah maupun kepada sesama umat manusia. Contoh yang luar biasa dari akhlak mulia Nabi Muhammad, pada zamannya ada era perbudakan, namun nabi tidak pernah menyebut dengan terus terang," tolak perbudakan". Istilah yang digunakan Nabi, adalah dengan menggunakan kata bebaskan para budak. Model pembebasan yang dilakukan Nabi Muhammad dan para sahabat pun dengan cara yang tidak merugikan para pemilik budak, misalnya dengan membeli para budak lalu dibebaskan, dengan kontrak kerjasama melalui perdagangan dengan para pemilik budak, kemudian menggunakan prasyarat dengan cara membebaskan para budak.

Contoh yang lain, dihadapan masyarakat zaman Nabi Muhammad dan sampai sekarang masih tercatat tebal, yaitu konsep piagam madinah yang selalu menjadi pedoman dan contoh HTI, justru berbeda dengan model HTI sekarang ini, baik di kawasan luar negeri maupun yang berlangsung di Indonesia. Gerakan HTI lebih bersifat komunalis, disuarakan hanya dukungan para anggota komunal HTI. Sementara itu, konsep piagam madinah dibuat berdasarkan kesepakatan antar komunal umat manusia dari berbagai bangsa dan suku serta keyakinan yang berbeda beda, tidak hanya diisi umat Islam. Dalam konteks ini, seharusnya HTI malu merujuk konsep piagam madinah, namun membangun gerakan berbeda dengan model piagam madinah.


Intaian Politik "Demokrasi Semu" HTI

Mengapa digunakan istilah "intaian politik HTI", karena dibelahan dunia mana pun kerja HTI selalu berupaya mengintai sistem kekuasaan. Salah satu objek intaian ini, adalah NKRI. Sejak dideklarasikan gerakan HTI, belum pernah ada satu negara pun yang berhasil menjadi kekuasaan HTI.

Gerakan HTI baru sebatas gerakan propaganda melemahkan siatem kekuasaan dengan isu yang sensitif di kawasan kekuasaan yang menjadi objek intaian. Dalam konteks Indonesia, misalnya, dengan selalu mengungkapkan sistem kekuasaan dengan isu 65 yang selama ini muncul di media masa. Meskipun negeri ini sudah melupakan sejarah 65 dan mengubur politik PKI yang sudah usang dan tidak laku dihadapan masyarakat, namun sebagai propaganda masih disuarakan beberapa aktivis HTI.

Kondisi PKI yang usang dan sudah tidak laku ini, justru tidak seberapa dibandingkan kekuatan HTI yang tersebar di seluruh negara dunia, termasuk di negara negara penganut demokrasi liberal. Mengapa sejarah 65 masih saja muncul, karena sengaja untuk mencuci otak umat Islam biar benci dengan siapa pun yang berkuasa dalam sistem pemerintahan. Hal ini bertujuan untuk melamahkan citra baik penguasa dan memanfaatkan untuk membesarkan gerakan yang diyakini para aktivis HTI. Isu murahan seperti ini dibangun supaya seolah olah HTU sebagai gerakan suci. Selain itu, HTI juga gencar ingin menunjukkan, HTI adalah rumah gerakan umat Islam versus sistem pemerintahan yang berpaham sistem demokrasi.

Jika cara ini berhasil, maka mereka dengan lantang akan mengatakan, "khilafah sudah dihadapan mata, resim thaghut akan tumbang berganti sistem khilafah Islam."

Tidak hanya dengan cara propaganda politik, gerakan HTI banyak menggunakan isu kebebasan hak warga negara. Meskipun dalam konteks sistem demokrasi, HTI menolak sistem demokrasi, namun dengan cara politik gerakan HTI mengambil isu kebebasan yang menjadi salah satu unsur prinsip ajaran demokrasi. Karenanya, publik tidak perlu heran, jika HTI menolak demokrasi dengan alasan karena demokrasi mengajarkan kebebasan individu, namun pada saat dibubarkan oleh pemerintah, HTI bersuara lantang memperjuangkan hak kebebasan warga negara dan ingin berlindung dibalik HAM dan aktivis kemanusiaan.

Meskipun demikian, sekarang ini ada beberapa kelompok pro demokrasi yang ingin membela HTI dengan alasan membela demokrasi. Berbalik dengan suara HTI yang menganggap demokrasi, adalah sistem kufur. Sebenarnya tidak sulit memahami, bahwa HTI merupakan gerakan propaganda atas nama agama Islam yang selama ini telah tersebar di seluruh dunia. Hal ini dapat di pahami dari tokoh yang menjadi idola dan sanjungan serta respon dari para aktivis gerakan HTI. Misalnya, dapat di lacak di sosial media, bagaimana pandangan Arief B Iskandar, Ismail Yusanto, dan beberapa kesaksian HTI. Tentu saja, hal ini memerlukan kerja intelejen untuk membuktikan data keabsahan yang menguatkan arti penting pembubaran HTI.

Secara publis, beberapa aktivis HTI sering berteriak mengkafirkan demokrasi, mentaghutkan Pancasila, dan ingin mengganti ideologi negara dengan Khilafah. Sekarang ini, sejak dikeluarkan perppu 2/2017, pemandangan tentang HTI sudah berubah 99 derajat, para aktivis HTI secara publik lebih sering mengintai NKRI dengan melalui bangunan kebebasan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.

Bisa saja, muncul kesadaran bagi HTI untuk belajar dan berangkat dari pengalaman pait melakukan gerakan yang secara terang terangan ingin mendirikan khilafah Islam dan ingin menolak perppu 2/2017. Hasilnya, tidak ada respon atau dukungan dari masyarakat muslim.

Sehubungan dengan pengalaman ini, sudah bermunculan berbagai perubahan stratrgi dakwah para aktivis HTI yang lebih santun dan ramah serta berpandangan dan bersikap seolah olah demokratis. Pengalaman ini sekaligus membentuk kesadaran aktivis  HTI, bahwa cara perebutan simbol Islam yang digunakan PKS lebih aman dari kecurigaan pemerintah. Meskipun demikian, HTI dan PKS dapat diprediksi akan kesulitan mendapatkan dukungan dari masyarakat luas untuk kembali meraup simpati dari masyarakat.

Yang menarik membaca kondisi HTI pasca pembubaran, telah mendidik gerakan HTI tentang arti berdemokrasi di tengah kehidupan masyarakat luas. Pasca pembubaran HTI, para aktivis HTI justru membela diri melalui sistem demokrasi. Para aktivis HTI sekarang telah memahami arti kebebasan memperoleh dan menyebarkan informasi, bebas untuk berserikat. Misalnya, kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan berkumpul dan berserikat, dan kebebasan dari perlakuan sewenang-wenang oleh sistem politik dan hukum.

Dari pengalaman ini, HTI tidak boleh menuntut kebebasan untuk diri sendiri, namun juga harus mencoba mengerti, bahwa tidak ada kebebasan yang sebebas-bebasnya tanpa dibatasi oleh siapa pun. Karenanya, cakupan makna kebebasan tidak dapat dijadikan alasan HTI untuk menuntut pencabutan kembali perppu 2/2017. Dalam sistem demokrasi mana pun, tidak ada kebebasan yang tanpa pembatasan. Karenanya, dalam demokrasi harus didasarkan pada ukuran yang jelas, tegas, dan mendekati kepastian. Hal ini, seperti dikatakan oleh John F. Kennedy: “Hak setiap orang berkurang ketika hak orang lain terancam.” (Cummings and Wise, 1985: 95).

Meskipun demikian, pasca pembubaran organisasi HTI, pemerintah perlu memaafkan dan menjaga hak hak kewarganegaraan anggota HTI. Karena bagi penulis fenomena adanya gerakan HTI, adalah bentuk pengalaman berserikat warga negara. Yang terpenting bagaimana anggota HTI yang sudah bubar belajar risalah kenabian melalui akhlak yang mulia, yang salah satunya adalah akhlak mulia Nabi dalam konteks terbentuknya bangunan tata pemerintahan dalam piagam madinah. Dalam piagam madinah, Nabi Muhammad sangat menghargai sistem yang berkembang pada zamannya dan memberikan ruang setiap suku suku bangsa arab untuk mengekpresikan hak haknya.

Selain itu, dalam piagam madinah, nabi bukan sosok yang merebut kekuasaan kelompok, namun sebagai utusan Allah yang mendapatkan amanah dari semua suku bangsa arab. Meskipun demikian, Nabi Muhammad masih memberikan hak setiap suku dari warga yang tercatat dalam piagam madinah. Nabi Muhammad dalam piagam madinah, telah menerapkan adat dan tradisi lokal siatem penanganan hukum pada zamannya sesuai dengan keyakinan para suku yang tercatat dalam piagam madinah,

Jadi, sudah sangat jelas, bagaimana menjadi warga NKRI? bagaimana menjadi umat Islam yang mampu memahami piagam madinah? bagaimana berperan sebagai warga negara dalam sistem kebebasan berdemokrasi? Mudah memahami piagam madinah, bukan ! Silahkan mencoba dalam konteks NKRI.

Ubaidillah Achmad, Dosen Filsafat Islam UIN Walisongo, Penulis Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng, Khadim PP. Bait As Syuffah Sidorejo Pamotan Rembang.

COMMENTS

Nama

.,1,#AyoMondok,12,#BelajarIslam,8,#CintaNKRI,2,#DanaHaji,1,#HariSantri,19,#HariSantri #HariSantri2017,1,#HariSantri2017,1,#HarlahNU,4,#HarlahNU91,2,#HaulKiaiHasanGenggong,2,#IslamIndonesia,1,#IslamNUsantara,4,#KajianRamadhan,1,#SavePalestine,3,#SaveRohingya,3,1 Muharram,3,1 Syawal,1,2016,1,A. Zakky Zulhazmi,1,Abdlul Halim Hasan,1,Abdul Mun'im DZ,1,Abu Bakar Hasan Assegaf,1,Adab Rasulullah,1,Advetorial,2,Afif Sunakim,1,Agama,1,Agama Cinta,1,Agenda,25,Agenda NU,1,Agnez Mo,1,Agus Zainal Arifin,3,Ahlusunnah wal Jama'ah,31,Ahmad Baso,1,Ahmad Mujib Rahmat,1,Ahmet Davutoglu,1,Ahsunnah,1,AJaran Islam,1,Akhir Zaman,1,Akhlakul Karimah,1,Al-Nimr,1,Al-Qaeda,1,Al-Qur'an,4,Al-Qur'an Raksasa,1,Al-Zastrow Ngatawi,1,Alamsyah M. Dja’far,3,Ali bin Abi Thalib,2,Ali Zawawi,1,Alissa Wahid,1,Allah,1,Almanak,1,Alumni Madrasah,1,Amalan,16,Amalan di Bulan Ramadhan,2,Amalan NU,4,Amalan Rasulullah,1,Amaliah,19,Aman Abdurrahman,1,Amirul Ulum,2,Anas Saidi,1,Angka Istimewa dalam Islam,1,Angka Tiga,1,Angker,1,Ansor,3,Ansor Garut,1,Ansor Malang,1,Ansor Surabaya,1,Anti Korupsi,4,Anti Narkoba,1,Anti Radikalisme,3,Anti Terorisme,2,Anti Wahabi,1,Aplikasi Batik,1,Aqidah,2,Arab,1,Arab People,1,Arab Saudi,2,Arief Mundatsir Mandan,1,Arifin Junaidi,1,Arrahmah Channel,5,Arrahmah Featured,11,Arrahmah.com,1,Articles,2,Artikel,26,Asian Youth Robot Olimpiade,1,Asosiasi Pesantren NU,1,Aswaja,24,Asy'ariyah,1,Australia,1,Avicenna Roghid Putra,1,Ayat-ayat Toleransi,1,Ayman Adz Dzawahiri,1,Ayo Mondok,1,AYRO,1,Bahtsul Masail,1,Bangsa Indonesia,1,Banser,14,Banten,1,Batik,1,Batik Indonesia,1,Battle,1,Battle of Uhud,1,Beasiswa,12,Beasiswa Kemenag,3,Beasiswa Madrasah,1,Beasiswa Santri,1,Beasiswa Santri 2016,1,Beasiswa Santri Berprestasi,2,Beasiswa Santri Berprestasi 2016,1,Bekasi,1,Belajar Islam,26,Berita,148,Berita Duka,5,Berita Islam,3,Bid'ah,2,Bid'ah para Sahabat,1,Bima Arya,1,Biseksual,1,Bisnis Haram,1,BNN,1,BNN di Jepara,1,BNPT,2,Bodo Kupat,1,Bogor,1,Bom Kuningan,1,Bom Sarinah,2,Bom Thamrin,2,BPOM,1,Brain,1,Budaya,1,Buku,6,Bulan Rajab,1,Buletin Jumat,5,Burdah,1,Cak Masykur,25,Cak Nun,1,Cak Nur,1,Cangkir9,2,Cep Herry Syarifuddin,1,Cerpen,2,Channel Arrahmah,37,Charlie Hebdo,1,Cheng Ho,1,Choirul Anam,1,Cinta,1,Cinta Bangsa,1,Cinta Tanah Air,1,Counter Radicalism,6,Cybercrime,2,Dajjal,1,Dakwah Islam,4,dan Transgender,1,Darurat Narkoba,3,Dea Anugerah,1,Deklarasi Nahdlatul Ulama,1,Deklarasi Serpong,1,Densus 88,2,Digital Media,2,Direktorat Pendidikan Madrasah,1,Dit PD Pontren Kemenag,1,DKI Jakarta,1,Doa,31,Doa Akhir Tahun,1,Doa Anak Sholeh,1,Doa Awal Tahun,1,Doa Berbuka,1,Doa dan Tirakat,1,Doa Gus Mus,1,Doa Harian,1,Doa Nabi,1,Doa Pernikahan,2,Doa Setelah Shalat,1,Doa Wudhu,1,Dosen UIN Walisongo,1,Download,1,Dr. Amin Haedari,1,DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH,1,Dr. Nadirsyah Hosen,10,Dubes,1,Dzikir dan Doa,2,Dzikir Setelah Shalat,1,Editor's Choice,10,Effendi Choirie,1,Ekologi,3,Ekonomi,3,Eksekusi Mati Al-Nimr,1,English Edition,1,Esensi Syariah,1,Fadhila Haifa’ Afifah,1,Fadilah,1,Falak,1,Fardhu Wudhu,1,Fatayat NU,2,Fathoni Muhammad,1,Fatwa MUI,1,FDS,11,featured,133,Featured Arrahmah,44,Fikih,2,Fikih dan Muamalah,3,Fikih Ibadah,10,Fiqh,8,Fiqh Ibadah,1,Fiqh Qurban,6,Fiqh Shalat,3,Fiqih Lingkungan,2,Firqaf,1,Firqah,1,Firqoh,1,Fokus Khusus,1,FSN,2,Fulldayschool,4,Fundamentalis akan Habis,1,Gafatar,1,Galeri,4,Gay,1,Geluntung Agel Wafi,1,Gerakan Nasional AyoMondok,1,Gerhana,1,Gerhana Bulan,1,Gerhana Matahari,3,Gerhana Matahari Total,1,GIYE,1,Good Muslim,13,GP Ansor,8,Grand Syaikh Al-Azhar,1,Grants,1,Griya Gus Dur,1,GTK Madrasah,2,Guru Inspiratif,2,Guru Madrasah,2,Guru MAN,1,Guru Mughni,1,Guru PAI,1,Gus Ahmad Muwaffiq,1,Gus Aqib,1,Gus Dur,23,Gus Miek,1,Gus Mus,9,Gus Muwafiq,1,Gus Rizal Mumaziq,1,Gus Sholah,1,Gus Ubaidillah Achmad,1,Gus Yaqut,1,GusDur.net,1,Gusdurian,2,Habib Abu Bakar,1,Habib Lutfi,1,Habib Luthfi bin Yahya,1,Habib Novel,10,Habib Novel Alaydrus,7,Habib Salim Bin Jindan,1,Habib Sholeh Al-Hamid Tanggul,1,Habib Syech,1,Habib Umar bin Hafidz,3,Hadist,1,Hadist Jibril,1,Hadits,1,Hadits 72 Bidadari,1,Hadits Diskriminatif,1,Hafidzoh,1,Haji,7,Haji 2015,1,Haji 2017,1,Haji 2018,1,Hajj,1,Halal bi Halal,3,Halaqah,1,Hamid Ahmad Masduki Baidlawi,1,Har Santri,1,Hari Arafah,2,Hari Batik Nasional,1,Hari Natal,1,Hari Pahlawan,2,Hari Santri,32,Harlah,2,Harlah NU,3,Hasan al-Bashri,1,Haul,4,Haul Gus Dur,9,Haul Kiai Sholeh Darat,2,Haul Sunan Ampel,1,Haul Sunan Bonang,1,Haul Syekh Nawawi Al-Bantani,1,Headlines,20,Hikam Zain,15,Hikmah,83,Hikmah Islam,45,Hipsi,3,Hisab,1,Hizb,1,Hizbut Tahrir,2,Hizbut Tahrir Indonesia,2,Hoax,2,Hong Kong,1,HTI,2,HTIBubar,6,Hubbul Wathan minal Iman,1,Hukum Islam mengenai LGBT,1,Hukum Melangkahi Kuburan,1,Hukum Membunuh,1,Hukum Membunuh dalam Islam,1,Hukum Ucapan Natal,1,Humor,3,HUT TNI,1,Hymne,1,I-Banking,1,Ibadah,4,Ibn Muljam,1,Ibn Yaqzan,1,Ibu Nabi Muhammad,1,Ibunda Nabi Muhammad,1,IDC,1,Ideologi,1,Idhul Adha,1,Idul Adha,14,Idul Fitri,7,IIEE,1,IISRO,1,Ijazah,6,Ijtihad,1,Ikhbar,42,Ilmu Kalam,1,Image,1,Imam al-Syafi’i,1,Imam Ghazali,1,Imam Malik,1,Imam Muslim,1,Imam Nawawi,1,Imlek,1,INC,2,Indonesia Darurat Narkoba,1,Info Haji,2,Inspirasi,11,Inspirasi Pesantren,2,Interfaith,3,Internasional,98,International,3,International Islamic School Robot Olympiad,1,International Peace Day,1,Internet Banking,1,IPNU,1,IPPNU,1,Iqbal Khalidi,3,Iqbal Kholidi,1,Iran,1,ISIS,11,Islah Gusmian,1,Islam,16,Islam dan Perdamaian,1,Islam Di China,3,Islam di Papua,1,Islam Indonesia,3,Islam Nusantara,28,Islam Nusantara Center,1,Islam Papua,1,Islam Radikal,1,Islamic Event,1,Islamic State,1,Isra' Mi'raj,1,Istighosah Kubro,1,Istikharah,1,Ito Surmardi,1,JAD,1,Jakarta,4,Jamiyatun Nasihin,1,Jasad Utuh,1,Jawa Barat,3,Jawa Tengah,7,Jawa Timur,4,Jazirah Arab,1,JIhad,3,Jihad fi Sabilillah,1,Jokowi,5,Jonru,1,Jurnalistik,1,K.H. Ahmad Umar Abdul Manan,1,Kabar Duka,1,Kabar Pesantren,5,Kabar Pesantrens,1,Kajian Islam,18,Kajian Ramadhan,1,Kalam Ulama,4,Kalender,2,Kalender Islam,2,Kalimah Syahadat,1,Kalis Mardiasih,1,Kampung Damai,1,Kampus,1,Kekerasan,1,Kemenag,3,Kementerian Agama,1,Kementerian Agama RI,3,Keraton Sumenep,1,Kesehatan,4,Ketua PBNU,1,Ketum PBNU,1,Ketupat,1,Keutamaan Bulan Rajab,1,Keutamaan Shalat Tarawih,16,Keutamaan Shalawat Nabi,2,Keutamaan Tarawih,1,KH A Ghazalie Masroeri,1,KH Abdurrahman Wahid,5,KH MA Sahal Mahfudh,2,KH Maemon Zubair,1,KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh,1,KH Sahal Mahfudh,3,KH Said Aqil Siraj,1,KH Wahab Hasbullah,1,KH. Abdul Aziz Manshuri,1,KH. Abdul Ghoffar Rozien,1,KH. Abdul Karim,1,KH. Abdul Muhaimin,1,KH. Abdurrahman Wahid,1,KH. Ali M. Abdillah,1,KH. Bisri Mustofa,1,KH. Cep Herry Syarifuddin,3,KH. Hasyim Asy'ari,1,KH. Hasyim Asyari,3,KH. Husein Muhammad,2,KH. Iftah Sidiq,1,KH. Lukman Harits Dimyati,1,KH. Ma'ruf Amin,2,KH. Maimoen Zubair,11,KH. Marzuqi Dahlan,1,KH. Masdar F. Mas'udi,2,KH. Mustofa Bisri,2,KH. Said Aqil Siraj,5,KH. Sholeh Darat,8,KH. Thobary Syadzily,1,KH. Tubagus Muhammad Falak,1,KH. Yahya Cholil Staquf,3,KH. Zainal Mustafa,2,KH. Zakky Mubarok,2,KH.Shalih Darat,1,Khanza Iliyina Syafa,1,Khawarij,1,Khazanah,3,Khazanah Isam,7,Khazanah Islam,379,Khilafah Islamiyah,5,Khofifah Indar Parawansa,1,Khoirul Anam,2,Khulafaur Rasyidin,1,Khutbah,4,Khutbah Idul Fitri,2,Khutbah Jumat,1,Kiai Abdul Hamid,1,Kiai Hasan Genggong,1,Kiat Menulis,1,Kiddle,1,Kilas,1,Kirab Santri,1,Kisah Hikmah,16,Kisah Nabi,1,Kisah Rasulullah,1,Kisah Teladan,1,Kita Tidak takut,1,Kitab Durrotun Nasihin,1,Kitab Jawahirul Bukhori,1,Kitab Kuning,5,Kitab Pegon,1,Kitab Suci,1,Kokam,1,Kolom,96,Komedi Religi,1,Kominfo,1,Konferwil NU Jabar,1,Konflik Sunni-Syiah,1,Kongkow Sufi,3,Konsultasi Agama,1,Konsultasi Islam,1,Kontra Radikal-Terorisme,1,KPAI,1,KPK,1,Kreatif Indonesia,1,Kriminal,1,Krisis Jerusalem,2,Krisis Rohingya,7,KUPI,1,Kurban,7,Kyai Maimoen Zubair,1,Kyai Masdar,1,Kyai Pahlawanku,1,Kyai Pesantren,1,Lailatul Qadr,1,Lambang NU,1,Lapan-A2,1,Laporan,1,Lazisnu,1,Le Petit Prince,1,Lebaran,1,Lebaran Ketupat,1,Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama,2,Lesbian,1,Letter of Acceptance,1,LFNU,1,LGBT,2,Liberalisme,1,Life of Mohammed,3,Life of Muhammad,2,Liga Santri,2,Liga Santri Nusantara,3,Lingkungan,1,LIPI,1,Litbang Kemenag,1,Literasi,7,Literasi Digital,3,LoA,1,Logo Muktamar NU ke-33,1,Logo NU,1,Love Peace,1,LPDP,1,LSN,5,LSN 2017,3,LTN NU,3,Lukman Hakim Saifuddin,3,Lunar System,1,M. Kholid Syeirazi,1,M. Nur Kholis Setiawan,1,M. Rikza Chamami,13,M. Rikza Khamami,1,Ma'arif NU,2,Madrasah,24,Madrasah Diniyah,5,Madrasah Lebih Baik,2,Madrasah TBS,1,Mahasiswa,2,Mahbub Ma'afi,2,Mainstream Media,1,Majelis Dzikir,1,Majelis Shalawat,1,Makalah,3,Makam Gus Dur,1,Makam Nabi,1,Makam Nabi Muhammad SAW,1,Makam Rasulullah,1,Makam Sunan Bonang,1,Makkah,1,Maklumat,3,Makna Bismillah,1,Makna Logo Muktamar NU ke-33,1,Malik bin Anas,1,Mama Falak,1,MAN IC,1,Manhaj Salafi Imam Syafi’i,1,Manhaji,1,Manusia Robot Bali,1,Mars,1,Masjid,1,Masjid Zhenjiao,1,Masjidid Haram,1,Masjidil Haram,1,Maturidiyyah,1,Maulid,4,Maulid Burdah,1,Maulid dalam Islam,1,Maulid Nabi,7,Maulid Nabi Muhammad SAW,3,Mbah Maimoen Zubair,2,Mbah Moen Sarang,2,Mbah Mun,1,Mbah Sahal,1,Mbah Sholeh Darat,1,MCA,1,Media,2,Media Sosial,1,Media Watch,1,Mehmet Gormez,1,Melangkahi Kuburan,1,Meme,1,Meme Islami,1,Menag,2,Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,1,Mengenal Jejak Mengenal Watak,1,Menristek,1,Menulis,1,Merayakan Maulid,1,Milad,1,Minal Aidin Wal Faizin,1,Minhajul 'Abidin,5,Moment,1,MTs Surya Buana Malang,1,MTsN 2 Pamulang,1,MTT,1,Mualaf,2,Mudik Lebaran,1,Muhammad,2,Muhammad bin ‘Abd al-Wahhab,2,Muhammad Nasir,1,Muhammad Niam,1,Muhammad PBUH,1,Muhammad SAW,3,Muhammad Tijany,1,Muharram,2,MUI,1,Mujaheeden,1,Mujahidin Palestina,1,Mukiyah,1,Mukjizat,2,Muktamar NU,1,Muktamar NU ke 33,2,Munas-Konbes NU,20,Munawir Aziz,1,Muntaha Azhari,1,Museum Keraton Sumenep,1,Muslim Hong Kong,1,Muslim Kagetan,1,Muslim Papua,1,Muslimat NU,2,Nabi dan Rasul,1,Nabi Ibrahim,1,Nabi Muhammad,2,Nabi Muhammad SAW,6,Nadirsyah Hosen,6,Nadlatul Ulama,2,Nahdatul Ulama,18,Nahdlatul Ulama,157,Nahdlatul Ulamata,1,Name of Allah,1,Narkoba,3,Nasehat,8,Nasihat,1,Nasional,412,Nasionalisme,1,Natal,1,Natal 2015,1,Natal dan Maulid,1,Netizen Jurnalistik,1,New,1,News,677,News Ikhbar,2,News IPPNU,1,News Pictures,17,Ngaji Live,1,Ngaji Puasa,27,Ngaji Ramadan,8,Ngaji Ramadhan,20,Ngaji Video,1,Niat Puasa,1,Nishfu Sya'ban,1,NKRI,1,NKRI Harga Mati,3,NU,7,NU ANZ,1,NU Batang,1,NU Bogor,13,NU Care,2,NU Care LazisNU,2,NU Garis Lurus,1,NU Jabar,2,NU Jatim,1,NU Klaten,1,NU Semarang,1,NUCare,4,NUPeduli,1,Nur Kholik Ridwan,1,Nur Rofiah,1,Olimpiade Kedokteran,1,Opini,283,Opinion,1,Opnion,1,Orbituari,2,Pagar Nusa,13,PAI,2,Palestina,2,Palestine,1,Palestine Mujaheeden,1,Papua,1,Parenting,1,PBNU,8,PBSB,3,PBSB 2016,1,Peace,1,Peduli Bencana,2,Pelajar NU,1,Pendaftaran PBSB 2016,1,Pendididkan Islam,18,Pendidika Islam,1,Pendidika Islam,1,Pendidikan,171,Pendidikan Agama,1,Pendidikan Islam,158,Pendidikan Karakter,2,Pendidikan Madrasah,5,Pendidikan Politik,3,Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,1,Pendidikn Karakter,1,Pendis Kemenag,2,Penggrebekan di Jepara,1,Pengobatan Islami,1,Penjajahan,1,Pentas PAI,1,Penulis,1,Perang,1,Perang Badar,1,Perang Uhud,1,Perguruan Tinggi NU,1,Perkemahan Rohis,1,Perppu Ormas,2,Perpres,1,Perpu Ormas,1,Perwimanas,2,Pesan Kiai,1,Pesantren,70,Pesantren Assalafiyah Cirebon. Assalafiyah,1,Pesantren Ibnu Mas'ud,1,Pesantren Lirboyo,2,Pesantren Mahasiswa,1,Pesantren Salaf,1,Photo,1,Pilihan Editor,105,Pilkada,1,Pilkada 2017,1,Pilkada DKI,1,Pilkada Jatim,1,Ploso,1,PMII,3,Polemik Sejarah Tere Liye,1,Politik,13,Ponorogo,1,Ponpes Al-Anwar,1,Pontianak,1,PPMN III,1,Pra Munas,4,Pramuka,1,Prof. Dr. Ahmad Tayyeb,1,Prof. Dr. Quraish Shihab,3,Profil,3,PTKI,1,Puasa Arafah,1,Puasa Ramadhan,1,Puisi,12,Pustaka,10,Pustaka Pesantren,8,Qawli,1,Qunut Nazilah,1,Quote,1,Qurban,5,Radicalism,1,Radikalisme,10,Rajab,1,Ramadan,2,Ramadhab,1,Ramadhan,72,Ramadhan 2015,12,Ramadhan 2016,2,Ramadhan di Hong Kong,1,Ramadhan Video,25,Rasis,1,Rasullah,1,Rasulullah SAW,6,Recommended,2,Refleksi Akhir Tahun,1,Release,2,Release PBNU,1,Religion,2,Remaja Islam,1,Resolusi Jihad,2,Resolusi Jihad NU,1,Rezeki Halal,1,Rijal Mumazziq Z,1,Risalah NU,1,RMI NU,4,Robikin Emhas,1,Robot,1,Rohingya,11,Rokok,2,Rubbubiyah,1,Ruchman Basori,2,Rukun Islam,1,Sahabat,1,Sahabat Nabi,2,Sahih Muslim,1,Said Budairy,1,Saifuddin Zuhri,1,Saifullah Ma'shum,1,Sajak,2,Salafi,2,Salam,1,Sanad Keilmuan,1,Santri,6,Santri Goes To Papua,3,Santri Menulis,1,Santri Urban,1,Sarkub Papua,1,Sastra Islam,11,Satelit,1,Satelit Indonesia,1,Save Rohingya,6,Sayembara Logo Muktamar NU ke-33,1,Science,5,Sedekah,3,Sejarah,5,Sejarah Al-Qur'an,1,Sejarah Indonesia,2,Sejarah Islam,1,Sejarah NU,2,Sekolah Lima Hari,1,Seni dan Sastra Islam,12,Seri Belajar Islam,8,Seri KH. Said Aqil Siraj,1,Seri Tokoh,1,SGTP,1,Shahih Muslim,1,Shaikh Nimr Baqir al-Nimr,1,Shalat,18,Shalat Gerhana,3,Shalat Idul Adha,1,Shalat Istiqa,1,Shalat Jum'at,6,Shalat Sunah,1,Shalat Sunnah,3,Shalat Tarawih,15,Shalawa Nabi,1,Shalawat,2,Shalawat Nabi,4,Shalawat Nabi Muhammad SAW,2,Shalawat Nariyah,3,Sholat Tarawih,1,Sholawat,1,Sholeh Darat,1,Short Course,1,Sifat Mulia Rasulullah SAW,1,Silsilah Nabi Muhammad SAW,1,Silsilah Rasulullah,1,Sindikasi Damai,15,Sindikasi Media,1,Singaparna,1,Sinopsis,1,Sirah Nabawiyah,2,Sirah Nabi,2,Siswa Berprestasi,1,Slamet Basyid,1,solar system,1,Solidaritas,1,Sponsored,2,Suara NU,1,Sudut Pandang,1,Sudut Taman Ramadhan,7,Sufistik,1,Sumanto Al Qurtuby,9,Sumenep,1,Sunnah,2,Sunnah Rasulullah,1,Sunnah Shalat,1,SUNNI,1,Sunni-Shia,1,Sunni-Syiah,1,Suraji,6,Surat Edaran Gubernur Jateng,1,Surat Terbuka,3,Suriah,2,Syafa'at Rasulullah,1,Syafaat Nabi,1,Syahid,1,Syahrozad Zalfa Nadia,1,Syaikhona Kholil Bangkalan,1,Syarat Wajib Zakat,1,Syariah,2,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Syeikh Abdul Qodir Al-Jailany,1,Syekh Abdul Qadir Al-Jailani,1,Syekh Dr. Muhammad Fadhil,1,SYIAH,3,Tafsir,1,Tafsir Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani,1,Tahlilan,2,Tahun Baru 2016,1,Tahun Baru Islam,2,Tahun Baru Masehi,1,Tanah Suci,1,Tarawih,21,Tasawuf,3,Tawan,1,Tawariq,1,Tayyip Erdogan,1,Tebuireng,6,Tekno,20,Teladan,1,Teladan Nabi,3,Teologi Teror,1,Teraweeh,1,Tere Liye,1,Teror,1,Teror 2016,1,Teror Jakarta,1,Teror Sarinah,1,Teror Thamrin,1,Teroris,4,Terorism,10,Terorisme,25,Tionghoa,1,Tips and Trick,2,Tokoh,86,Tokoh Betawi,1,Tokoh Bogor,1,Tokoh Dunia,3,Tokoh Indonesia,19,Tokoh Islam,114,Tokoh Kemerdekaan,2,Tokoh Muda Islam,25,Tokoh NU,17,Tokoh NU Bogor,1,Tokoh NU Jabar,1,Tokoh Perempuan,1,Tokoh PMII,1,Tokoh Rembang,1,Tokoh Syiah,1,Tolak FDS,12,Toleransi,5,Tradisi,2,Tragedi Crane di Masjidil Haram,1,Trend Sosial,2,Tuah Pesantren,1,Tulisan Arab,1,Tuntunan Islam,1,Turats,1,Turki,1,TurnBackHoax,4,Tutorial,1,TV9,1,Ubaidillah Achmad,23,Ubaidillah Ahmad,1,Ucapan Minal Aidin Wal Faizin,1,Ucapat Selamat Natal,1,Udhiyah,1,Uhud,1,Ulama,11,Ulama Bogor,1,Ulama Indonesia,1,Ulama NU,3,Ulama Nusantara,1,Ulama Perempuan,1,Ulama Salaf,1,Uluhiyah,1,UNU,2,Ustad Ahmad Ikrom,1,Ustadz,1,Ustadz Ahmad Ali MD,2,Ustadz Ali MD,1,Ustadz Fathuri,24,Ustadz Fatoni Muhammad,1,Ustadz Lc,1,Ustadz Ma'ruf Khozin,3,Ustadz Menjawab,5,Ustadz Yusuf Mukhtar Sidayu,1,Ustadz Yusuf Suharto,1,Uswah,3,Uswatuna,3,UU Ormas,1,Video,5,Vinanda Febriani,7,VoA-Islam,1,Wahabi,4,Wahabism,2,Wahabisme,2,Wahid Foundation,6,Wali Pasemone,1,Wali Songo,2,Walisongo,5,Waliyullah,1,Wardi Taufik,1,Wawasan,79,Wawasan Islam,54,Wawasan Kebangsaan,12,Wawasan Nusantara,43,Website Islam Indonesia,1,Website Islam Nusantara,1,Wirid dan Doa,2,Wirid dan Doa Setelah Shalat,1,Women and Jihad,1,Women Fighter,1,World Peace,1,Wudhu,3,Yahya Staquf,1,Yasin,1,Yayasan Saifuddin Zuhri,1,Yenny Wahid,3,Yogyakarta,8,Z-Featured,3,Zainal Mustafa,1,Zakat,4,Zakat Fitrah,2,Zakir Naik,1,Zakky Zulhazmi,2,ZIarah,4,Ziarah Kubur,2,Zikir,1,Zuhairi Misrawi,1,Zulkilfi Hasan,1,خطبة كسوف الشمس,1,
ltr
item
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam: NKRI Dan Piagam Madinah Dalam Politik "Demokrasi Semu" HTI
NKRI Dan Piagam Madinah Dalam Politik "Demokrasi Semu" HTI
Sejak siaran pers oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Jakarta, Senin, 8 Mei 2017, pemerintah telah serius membubarkan HTI, yang tercatat di Kemeneterian Hukum dan HAM sejak 2 Juli 2014
https://2.bp.blogspot.com/-sxdXRAskTQg/WXxnYGoQaVI/AAAAAAAADoM/Go9iLAR1lc0lzVaES0ARBqEVPKjKRs3ywCLcBGAs/s640/Perang%2BBadar.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-sxdXRAskTQg/WXxnYGoQaVI/AAAAAAAADoM/Go9iLAR1lc0lzVaES0ARBqEVPKjKRs3ywCLcBGAs/s72-c/Perang%2BBadar.jpg
Arrahmah.co.id - Portal Dunia Islam
https://www.arrahmah.co.id/2017/07/nkri-dan-piagam-madinah-dalam-politik.html
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/
https://www.arrahmah.co.id/2017/07/nkri-dan-piagam-madinah-dalam-politik.html
true
766049156261097024
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content