Gila! Terekam Kamera, Ini Aksi Brutal Tentara Israel Tendang Umat Islam yang Sedang Shalat

Gila! Terekam Kamera, Ini Aksi Brutal Tentara Israel Tendang Umat Islam yang Sedang Shalat

Israeli soldier kicked a Palestinian man praying on a mat during clashes in Al-Quds on Friday.
Israeli soldier kicked a Palestinian man praying on a mat during clashes in Al-Quds on Friday. Foto: REUTERS/Ammar Awad
ARRAHMAH.CO.ID - Tiga orang Palestina tewas, sedangkan 140 orang lainnya luka-luka. Media Aljazeera, Jumat (21/7), melaporkan, insiden itu terjadi di tengah demonstrasi yang menentang aksi militer Israel atas kompleks Masjid al-Aqsa.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengaku sangat menyesalkan insiden pembunuhan tiga orang Palestina sebagai akibat ketegangan yang meningkat setelah Israel memperketat penjagaan di kompleks al-Aqsa di Yerusalem.

Seperti dirilis laman Aljazeera, Guterres mengutuk pembunuhan tersebut dan menyerukan penyelidikan pada Sabtu pagi, beberapa jam setelah demonstrasi massa oleh rakyat Palestina di sekitar tempat suci itu.

Dia mendesak para pemimpin Israel dan Palestina untuk menahan diri dari tindakan yang dapat terus meningkatkan situasi yang mudah berubah di Kota Tua Yerusalem, dengan mengatakan bahwa situs keagamaan harus menjadi ruang untuk refleksi, bukan kekerasan.

Mengutip Guterres, juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan bahwa pihaknya memahami "masalah keamanan yang sah, namun di sisi lain penting bahwa status quo di lokasi tetap dipertahankan".

Pasukan keamanan Israel pada Jumat secara keras menghadang demonstrasi, memuntahkan amunisi, gas air mata dan peluru karet di kerumunan warga Palestina yang menentang kebijakan baru tersebut, yakni melarang laki-laki Muslim di bawah usia 50 tahun memasuki Masjid al-Aqsa dan melewati instalasi detektor logam yang dipasang Israel.

Israel kian memperkuat cengkeramannya di kompleks tersebut pada 14 Juli setelah dua petugas keamanan Israel tewas dalam serangan yang diduga dilakukan oleh tiga warga Palestina. Tiga warga itu lantas dibunuh polisi Israel setelah terjadi kekerasan.

Dalam insiden fatal pertama seminggu kemudian pada hari Jumat, seorang pemukim Israel membunuh Muhammad Mahmoud Sharaf berusia 18 tahun di lingkungan Ras al-Amud di Yerusalem Timur yang diduduki.

Seorang warga Palestina berusia 20 tahun, Muhamad Hasan Abu Ghanam, terbunuh oleh tembakan langsung selama demonstrasi di Yerusalem. Dan pasukan Israel membunuh korban ketiga, Muhamad Mahmoud Khalaf, 17 tahun, dalam bentrokan di Tepi Barat.

Tak hanya kalap menembaki demonstran tak bersenjata, dalam video yang dilansir al-Jazeera seorang tentara Israel, yang membawa senjata api, menendang seorang demonstran muslim yang tidak bersenjata saat dia sedang melakukan shalat.

TONTON Video Kebrutalan Tentara Israel Tendang Muslim yang Sedang Shalat


Protes datang seminggu setelah tembakan mematikan di kompleks Yerusalem Timur yang diduduki, yang memicu ketegangan.

Gerakan humanitarian Red Crescent menyebut ada 450 orang yang terluka oleh pasukan Israel selama demonstrasi di Yerusalem dan Tepi Barat, dengan jumlah sekurangnya 215 luka-luka akibat menghirup gas air mata.

Polisi mengatakan seorang penyerang Palestina juga membunuh tiga orang Israel di sebuah pemukiman di Tepi Barat.

Perkumpulan Tahanan Palestina mengatakan, setidaknya 21 orang Palestina ditangkap pada demonstrasi hari Jumat di Tepi Barat, termasuk setidaknya 10 dari Yerusalem.

Media Israel melaporkan bahwa empat petugas polisi Israel terluka dalam demonstrasi tersebut setelah orang-orang Palestina melemparkan batu dan api ke mereka. (Al-Jazeera/ROL/NUOnline)

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: